
"Tuan Zidane sudah datang?"tanya seorang perawat dari arah belakang. hingga membuat si pemilik nama, seketika menoleh ke arah sumber suara.
"memangnya ada apa?"bukannya menjawab, laki-laki berwajah manis itu justru balik bertanya pada perawat itu.
Sang suster menggelengkan kepalanya."tidak ada apa-apa Tuan. saya hanya ingin memberitahu. bahwa tadi, Nyonya Asmirandah telah melakukan skin to skin dengan bayinya. dan istri anda itu, sudah memberikan ASI secara langsung tanpa bantuan alat apapun."ucapnya memberitahu.
Tentu saja hal itu membuat Zidane yang mendengarnya, seketika terpaku untuk beberapa saat. hingga tak lama berselang laki-laki berwajah manis itu tersadar dari apa yang ia lakukan.
"sekarang dia ada di mana?"tanya laki-laki itu Dengan bodohnya. tentu saja jawaban dari suster itu akan membuatnya kembali bingung. karena memang, perawat itu tidak mengetahui Di mana keberadaan istri dari Zidane Prakoso itu.
'kenapa aku bodoh sekali? kenapa aku tidak mengirimkan anak buahku untuk mengawasi Asmirandah? aku memang benar-benar laki-laki tidak berguna.' batinnya masih merutuki kebodohannya.
"apakah saya boleh masuk?"tanya Zidane pada perawat itu. dan hal itu langsung dijawab anggukan kepala. tentunya setelah melakukan beberapa kali pemeriksaan kesehatan agar semuanya lebih steril.
Perlahan tapi pasti, laki-laki itu mulai mengangkat tubuh mungil putranya dan membawanya ke dalam pelukan.
"sayang, Ayah datang."bisik laki-laki berwajah hitam manis itu dengan deraian air mata yang membasahi pipi.
"Do'akan Ayah ya sayang, semoga ayah bisa membujuk Mama kamu supaya dapat kembali lagi. Dan Kita, akan menjadi keluarga kecil yang bahagia."sambung laki-laki itu dengan tangis yang tidak terbendung.
Membuat siapapun yang melihat itu, pasti akan merasa sangat iba dan juga terharu saat melihat ketulusan yang terpancar dari gesture dan juga mata laki-laki berwajah manis itu. tak terkecuali perawat yang ada di sampingnya.
Walaupun wanita itu tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, namun dirinya cukup merasa sakit dengan pemandangan yang ada di hadapannya saat ini. dari radius 1 meter pun, wanita itu melihat dan merasakan dengan jelas kekuatan dan ketulusan dari Zidane.
Karena memang, laki-laki itu benar-benar sangat tulus mencintai Asmirandah. walaupun Zidane mengakui bahwa tindakannya kali ini, adalah tindakan Di luar batas. menculik lalu memberikan ramuan untuk membuat orang yang ia sayangi tunduk kepadanya, itu adalah kesalahan yang sangat besar dan tidak dibenarkan. namun kala itu, Zidane tidak memiliki pilihan lain.
Setelah lama melakukan quality time bersama dengan Putra tercinta, Zidane memutuskan untuk kembali ke kediamannya. namun sebelum itu, laki-laki berwajah manis itu sempat memberikan pesan kepada perawat yang menjaga kamar putranya.
__ADS_1
"nanti kalau istri saya datang ke sini, tolong langsung kabari saya."ucap laki-laki itu Seraya menyerahkan selembar kertas yang berisi nomor telepon dari laki-laki itu.
"baik Tuan nanti akan segera saya hubungi."balasnya seraya mengangguk hormat.
****
"apa benar dengan keputusanku ini?"tanya Asmirandah pada dirinya sendiri. saat wanita itu, baru saja menginjakkan kakinya tepat di halaman rumah kedua orang tuanya.
Perlu kalian tahu, sampai saat ini pun, Asmirandah belum mempercayai tentang apa yang dikatakan oleh Naomi beberapa minggu yang lalu. wanita itu masih menganggap, bahwa apa yang dikatakan oleh kakak kandungnya itu, adalah hanya bualan semata.
"Akhirnya datang juga."sambut Naomi. yang entah sejak kapan, sudah berada tepat di ambang pintu.
"mana Papa sama Bunda?"tanya wanita itu langsung pada intinya. karena memang, kedatangan dari Asmirandah ke sini untuk membuktikan bahwa apa yang dikatakan oleh kakaknya itu adalah tidak benar.
"silakan masuk saja. dan lihat apa yang sebenarnya terjadi."sahut Naomi dengan membuka lebar pintu rumah kedua orang tuanya itu.
"duduk di sini. aku akan menunjukkan sesuatu untukmu!"titah Naomi pada adik kandungnya itu.
Tak lama berselang, televisi yang ada di hadapannya itu menyala. beberapa saat kemudian, memunculkan semua bukti dan juga fakta-fakta di balik kematian kedua orang tuanya.
Asmirandah yang melihat itu, seketika menggelengkan kepalanya dengan keras."pasti itu tidak mungkin!"ucap wanita itu dengan histeris.
Sementara Naomi yang melihat itu, hanya menatap datar ke arah sang adik yang mulai sesenggukan.
"Dan ini semua, gara-gara kamu!" tuding Naomi tepat di wajah sama adik menggunakan jari telunjuknya.
"andai saja kamu tidak pergi dari rumah ini? semuanya tidak akan seperti ini. dan andai saja, kamu tidak menikah dengan laki-laki itu, maka Papa dan Bunda, tidak pernah mengalami kejadian itu.
__ADS_1
Asmirandah semakin tergugu mendengar penuturan dari kakak kandungnya itu. bahkan wanita itu seperti kehilangan keseimbangannya saat berpijak di lantai rumah itu. Karena tanpa sadar, wanita itu mengikuti langkah kaki dari kakak kandungnya.
Hingga mereka berdua, telah sampai di sebuah pemakaman keluarga besar dari Orlando.
"kau lihat itu, kan?"tunjuk Naomi pada dua gundukan tanah yang terlihat masih basah. dengan langkah secepat kilat, wanita cantik itu mulai melangkahkan kakinya dan berlari menghampiri dua batu nisan itu.
"Papa ! Bunda!"teriak wanita itu dengan tangis yang meraung-raung dan tubuh seketika ambruk di depan gundukkan tanah itu.
"hiks hiks hiks. maafkan aku. aku sama sekali tidak bermaksud untuk membuat kalian seperti ini!" racau nya dengan tangis yang menggebu.
Dan tanpa disadari oleh wanita itu, ada seorang laki-laki yang berdiri tepat di belakang tubuhnya. laki-laki itu sempat bertatap muka dengan Naomi yang berada di sampingnya.
"silakan saja."ucap wanita itu tanpa menimbulkan suara. membuat laki-laki itu seketika menganggukkan kepala. dan pada saat Asmirandah berdiri,...
"hmmmpph."laki-laki itu sudah berhasil membekap mulut dan juga hidung Asmirandah. hingga membuat wanita itu, seketika tak sadarkan diri.
"terserah kamu bawa ke mana. yang jelas, jangan pernah kembalikan Dia sebelum aku benar-benar menikah dengan Zidane."setelah mengatakan hal itu, Naomi segera pergi dari sana dengan senyuman yang sulit diartikan.
Sementara laki-laki itu, menoleh sekilas ke arah Asmirandah yang berada dalam dekapannya.
"maafkan aku, karena aku membawamu dengan cara kasar seperti ini. tapi jujur saja, aku benar-benar sangat mencintaimu."ucap laki-laki itu tepat di telinga Asmirandah. dan setelahnya, segera membawanya pergi.
****
"apakah kalian sudah mendapatkan informasi di mana keberadaan istriku?"tanya Zidane pada orang-orang yang diperintahkan untuk mencari keberadaan Asmirandah.
"belum Tuan kami belum menemukan Di mana keberadaan Nyonya Asmirandah."jawab mereka semua Seraya menunduk hormat.
__ADS_1
Tentunya, Hal itu membuat Zidane yang mendengarnya, merasa sangat frustasi. " kemana lagi, aku harus mencari keberadaanmu sayang. aku mohon maafkan aku. tapi tolong, jangan bersikap seperti ini."ucapnya penuh dengan sesal.