
Beberapa bulan kemudian,...
Kini kondisi dari Asmirandah masih begitu-begitu saja. hanya perut wanita itu saja yang semakin lama semakin membuncit. seiring dengan bertambahnya usia kandungan wanita itu.
"kenapa istri saya masih belum sadarkan diri Dok?'tanya Jordan dengan raut wajah keruhnya karena tidak tega melihat penderitaan dari wanita yang sangat ia cintai itu.
Setelah selesai memeriksa kandungan dari Asmirandah, Dokter wanita itu mengajak dan untuk berbincang-bincang di ruangannya.
"jadi istri saya harus melahirkan sekarang?"tanya Jordan dengan raut wajah yang sulit untuk diartikan.
Karena memang di satu sisi, laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu merasa begitu senang akan bertemu dengan malaikat kecil mereka. namun di satu sisi yang lain, Jordan masih tidak tega karena melihat istrinya yang masih belum memberikan respon apapun sampai saat ini.
"iya tuan. menurut saya, ini adalah tindakan yang paling tepat. karena jika bayi itu segera dikeluarkan, maka Nyonya Asmirandah akan lebih mudah untuk menguasai dirinya sendiri. karena dirinya tidak harus menjaga dan mempertahankan makhluk berharga itu."jelas wanita itu pada Jordan.
Membuat laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu sejenak terdiam. karena jujur saja, laki-laki itu merasa sangat kebingungan harus berbuat apa. namun setelah memikirkannya cukup lama, pada akhirnya Jordan memutuskan untuk menyetujui apa yang akan dilakukan oleh dokter Mala itu.
"baiklah Dok saya setuju. lagi pula, kandungan dari istri saya sudah mencapai usia 8 bulan. dan menurut saya, itu sudah lebih dari cukup."jelas laki-laki berjambang tipis itu menandatangani surat yang ada di hadapannya.
Dengan persetujuan yang ditandatangani oleh Jordan itu, pada akhirnya para tim medis segera melakukan tindakan sesar pada Asmirandah. dan tak lama berselang, terdengar suara tangisan bayi yang begitu melengking.
Hal itu tentu saja membuat Jordan yang mendengarnya, seketika menitihkan air mata karena merasa begitu bahagia mendapatkan keturunan yang berasal dari wanita kesayangannya itu.
"Terima kasih Tuhan terima kasih yang kau telah mengabulkan semua doaku."ucap laki-laki itu Seraya menduakan kepala memanjatkan rasa syukur kepada sang pemilik kehidupan.
Seakan-akan, laki-laki itu melupakan bahwa sesuatu yang diperoleh dari hal yang tidak baik, maka akan selalu menghadirkan bencana di dalamnya. dan itulah yang dialami oleh Jordan. namun sayangnya laki-laki itu terlalu tebal untuk mengakui bahwa semua yang terjadi saat ini adalah karma atas perbuatannya.
Tak lama berselang lampu itu pun kembali padam. yang menandakan, bahwa operasinya telah selesai.
__ADS_1
ceklek
Saat pintu dibuka, Jordan segera menghampiri dokter Mala yang membawa seorang bayi mungil berjenis kelamin perempuan yang berada dalam gendongannya.
"selamat Tuan Jordan. Putri Anda begitu cantik sama seperti ibunya."ujar dokter Mala Seraya menyerahkan bayi mungil itu pada sang ayah.
Seketika itu pula, laki-laki yang memiliki jambang tipis di wajahnya itu, segera menangis tersedu-sedu karena merasa begitu bahagia mendapatkan anugerah terindah dari Tuhan. karena Jordan masih merasa, semua itu seperti sebuah mimpi. mimpi yang begitu membahagiakan.
"Daddy berjanji akan membuatmu bahagia dan tidak ada orang yang bisa menyakitimu. termasuk juga mereka semua."ucapnya dengan pandangan mata yang begitu nanar.
karena Jordan yakin, lambat laun rahasianya ini akan terbongkar. dan laki-laki itu tahu apa yang akan dilakukan oleh keluarga Prakoso jika hal itu sampai terjadi.
ceklek
Jordan kembali menoleh saat pintu dibuka dari dalam. dan tak lama berselang, sebuah ranjang didorong keluar dari ruangan itu. dan Hal itu membuat Jordan yang awalnya asik menggendong putrinya, kini bergegas menghampiri wanita kesayangannya itu.
****
Kini Asmirandah telah berada di ruang rawatnya kembali. sementara bayi Mereka, masih dalam perawatan di ruangan khusus bayi prematur.
Sejak tadi, Jordan tidak henti-hentinya menggenggam tangan dari wanita yang telah memberikannya seorang anak itu. dengan sesekali, memberikan beberapa kali kecupan di sana.
Samar-samar, laki-laki berjambang tipis itu merasakan pergerakan di genggaman tangannya. dan saat dirinya mendongak, laki-laki itu sempat terkejut saat melihat kelopak mata dari Asmirandah bergerak-gerak.
Tentunya Hal itu membuat Jordan yang melihatnya, langsung bangkit dan memanggil dokter untuk memeriksa keadaan dari sang istri tercinta.
"bagaimana keadaan istri saya, Dok?"tanya Jordan Seraya menatap ke arah Asmirandah dan juga Dokter Mala secara bergantian.
__ADS_1
"syukurlah Tuan. istri anda sudah melewati masa kritisnya. dan mungkin satu atau dua hari lagi, dia akan segera sadar."ucap dokter itu Seraya tersenyum simpul.
Sontak saja hal itu membuat Jordan yang mendengarnya, begitu antusias. laki-laki itu langsung menghambur ke dalam pelukan Asmirandah dan beberapa kali mengecupi wajah wanita itu.
"Terima kasih sayang terima kasih telah bertahan sampai sejauh ini."ucap Jordan tak kuasa menahan air matanya.
"lalu bagaimana dengan keadaan putri saya?"tanya laki-laki itu setelah selesai menumpahkan rasa haru.
"Putri Anda masih berada di uang perawatan bayi prematur. kami sedang melakukan pemeriksaan lanjutan. jika tidak ada yang dikhawatirkan, mungkin Putri anda akan bisa dibawa pulang dalam waktu dekat ini."jelas dokter itu lagi dengan senyumannya.
Jordan yang mendengarnya, semakin merasa bahagia. laki-laki itu kembali memeluk tubuh istrinya dengan penuh kasih sayang.
****
Sementara itu di tempat lain, terlihat semua orang yang ada di sana merasa semakin tegang. karena saat ini, Tiara juga tengah berada di ruang operasi. karena air ketuban dari wanita itu, mendadak pecah dan harus segera mendapatkan pertolongan.
"ini bagaimana bisa seperti ini?"tanya Oma Keisha dengan histeris.
"dia terjatuh di kamar mandi."jawab Zidane yang juga ikut khawatir. bukan karena dirinya mulai mencintai Tiara. hanya saja, Zidane merasa tidak tega jika harus melihat perjuangan dari seorang wanita untuk yang kedua kalinya.
Membayangkan momen itu, entah mengapa membuat Zidane seperti terlempar pada saat Asmirandah melahirkan Haidar dulu. sekarang bocah laki-laki itu, sudah tumbuh menjadi sosok yang begitu menggemaskan dan juga lincah.
"Kau menangisi wanita itu?"tanya Ajeng dengan nada berbisik. membuat Zidane yang mendengarnya, seketika menoleh ke arah sang ibu.
"Tentu saja tidak Mi. aku hanya teringat saat wanita yang aku cintai berjuang antara hidup dan mati untuk melahirkan Haidar dulu."balasnya tak kalah berbisik.
Ajeng yang mendengar itu, seketika menganggukkan kepala.
__ADS_1
"kapan-kapan, kita harus menjenguk anak itu. karena mami sudah sangat merindukannya."Zidane hanya menganggukkan kepala.