Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 86


__ADS_3

Zidane segera menyadarkan tubuhnya tepat di sandaran kursi di ruang tamu. laki-laki itu menatap lurus ke depan. entah apa yang dipikirkan olehnya. hingga sebuah tepukan, membuat laki-laki berwajah hitam manis itu tersadar.


"Abang kenapa?"tanya Jordan yang ikut duduk di samping laki-laki itu.


Tak lantas menjawab, laki-laki berwajah hitam manis itu terdiam cukup lama. hingga hembusan nafas panjang, seketika terdengar dari mulut laki-laki itu.


"apa yang harus aku lakukan Jordan?"tanya laki-laki itu Seraya memijat pelipisnya yang terasa berdenyut akibat masalah yang tidak kunjung selesai ini.


"memang apa yang ingin kau gapai sekarang? apakah pengakuan dari semua orang bahwa kau memiliki Asmirandah?"tanya laki-laki yang umurnya 1 tahun di bawah Zidane itu.


"entahlah aku juga belum mengerti." ucapnya Seraya mengedikkan bahunya.


"ingat Bang. keluarga besar kita itu masih menyimpan tradisi aneh dan juga kuno. mereka tidak akan segan-segan melakukan sesuatu hal yang merugikan semua orang sudah sampai mereka mengetahui apa yang Abang telah lakukan. jadi menurutku, lebih baik Abang fokus saja pada keluarga kecil Abang. jangan pernah memikirkan sesuatu yang akan membuatmu pusing."ucapnya penuh dengan nasehat.


" apa aku harus tinggal di sini selamanya?" tanya lelaki itu dengan sedikit rasa frustasi akibat masalah yang saat ini menderanya.


"memangnya efek obat itu sampai kapan?"bukannya menjawab pertanyaan dari kakak sepupunya, Jordan malah balik bertanya.


Sejenak Zidane terdiam. karena masalah yang berseliweran di dalam hidupnya akhir-akhir ini, membuat laki-laki berwajah hitam manis itu sedikit melupakan tentang satu fakta. Fakta jika kebahagiaannya saat ini, adalah sebuah kebahagiaan semu.


Karena sewaktu-waktu, khasiat dari ramuan itu akan habis. dan Asmirandah akan kembali seperti semula.


"kata ilmuwan itu, efek obat itu paling lambat akan berfungsi kembali setelah 6 bulan."ucapnya dengan ekspresi wajah sedikit gusar.


Membuat mereka berdua sejenak terdiam. hingga tak lama berselang, suara gaduh dari dalam sana membuat atensi kedua laki-laki itu teralihkan.


"aku nggak mau pakai ini!"teriak seorang wanita dari dalam sana.


"nggak Ti pokoknya kamu harus pakai ini."

__ADS_1


"pokoknya aku nggak mau!"


Karena mendengar suara keributan itu sukses membuat Zidan dan juga Jordan yang mendengarnya, ketika segera berlari menghampiri dua wanita itu.


"ada apa?"tanya dua laki-laki itu hampir bersamaan Saat memasuki bangunan minimalis itu.


Tak lama berselang, kedua laki-laki itu saling pandang. dan beberapa saat kemudian, dua laki-laki itu sekuat tenaga menahan tawanya. yang langsung dihadiahi tatapan mematikan dari Tiara.


"ini semua gara-gara istri kakak !" teriak Tiara hampir menangis.


Bagaimana tidak menangis, saat wanita berambut panjang itu, dipaksa oleh sahabatnya sendiri untuk mengenakan pakaian kebaya modern dipadupadankan dengan syal yang bertengger di kepala. jangan lupakan make up menor adalah perbuatan dari Asmirandah sendiri.


Dengan embel-embel keinginan dari sang jabang bayi, wanita cantik itu memaksa sang sahabat untuk mengenakan pakaian yang sangat absurd itu. membuat kedua laki-laki itu, sekuat tenaga mencoba untuk menahan tawanya agar tidak pecah saat itu juga.


Namun apa boleh dikata. godaan yang tersaji di depan mata, sulit bagi mereka untuk tidak meledakkan tawa masing-masing. hingga pada akhirnya Zidane dan juga Jordan sama-sama tertawa terpingkal-pingkal.


Tanpa memperdulikan ucapan dari wanita hamil itu, langkah kaki Tiara tetap digerakkan untuk menjauh dari sana dengan raut wajah merah padam karena menahan malu yang luar biasa.


"yah dia kabur!"ucapnya seperti seorang anak kecil yang melihat sesuatu yang tidak berhasil ditangkap terbang begitu saja.


Tak lama berselang, terdengar suara deringan ponsel dari salah satu benda pipih yang ada di sana.


"siapa sayang?"tanya Zidane saat laki-laki berwajah hitam manis itu melihat sang istri mengangkat benda pintarnya itu.


"aku juga nggak tahu Bang."jawab wanita itu Seraya menggelengkan kepalanya." oh ini Papa."sambung wanita itu saat melihat nama yang tertera di sana.


"halo Pah, ada apa?"tanya Asmirandah dengan tubuh sedikit bergetar dan entah mengapa hati wanita itu berdebar-debar dengan sangat kencang.


Bukan karena akan mendapatkan suatu doorprize atau surprise yang menyenangkan. wanita itu merasa, akan terjadi sesuatu yang sangat menyesakkan dada sebentar lagi.

__ADS_1


(apakah benar ini dengan keluarga dari tuan Aaron dan nyonya Chelsea Orlando?)


"iya Pak, Benar. memangnya ada apa?"tanya Asmirandah dengan dada yang semakin berdebar hebat.


(kami menemukan barang-barang milik kedua orang ini di sebelah mobil yang terjungkal dan masuk ke dalam jurang. kami harap, Anda datang ke rumah sakit sekarang).


degh duaaarr!


Asmirandah seketika luruh di atas lantai saat mendengar penuturan dari seseorang di sebelah sana. Hal itu membuat Zidane dan juga Jordan yang tengah berbicara santai, seketika terperanglah kaget.


Berdua laki-laki yang masih memiliki ikatan kekerabatan itu, langsung berhambur menghampiri Asmirandah. memeluk tubuh wanita itu yang sudah tidak bergeming di tempatnya.


"Sayang, ada apa?"tanya laki-laki itu dengan raut wajah yang sangat khawatir.


"a... antar aku ke tempat ini."dengan tubuh bergetar hebat, Asmirandah meminta Zidan untuk mengantarnya ke alamat yang tertera dari dalam ponsel miliknya itu.


Tanpa berlama-lama lagi, Asmirandah segera dibawa oleh Zidane menuju ke tempat yang diinginkan oleh wanitanya itu.


tak membutuhkan waktu lama, mereka semua Akhirnya sampai di tempat tujuan. dengan ditemani oleh Tiara yang telah berganti baju tentunya. wanita itu baru saja dihubungi oleh Jordan. dan di sinilah sekarang mereka semua di sebuah tepian jurang yang cukup dalam.


Tubuh dan kaki milik Asmirandah seketika lunglai saat melihat barang-barang kedua orang tuanya, berhamburan di mana-mana. beruntungnya, Zidane dengan sikap langsung memeluk tubuh Istri kecilnya itu. karena jika terlambat sedikit saja, karena sesuatu yang buruk akan terjadi pada wanita itu.


"tenangkan dirimu sayang."ucap laki-laki itu berbisik di telinga istrinya. raya tangan kekarnya mengeratkan pelukan dalam tubuh ringkih Asmirandah.


"e... enggak mungkin! ini pasti hanya mimpi!"desisnya dengan dada yang terasa sangat sesak seperti dihimpit sebuah batu yang sangat besar.


"tenang baby tenang."bisik Tiara yang langsung mengambil alih tubuh sahabatnya dalam dekapannya itu.


Tak lama berselang, beberapa orang datang membawa dua kantong dari masing-masing kelompok. tentunya Hal itu membuat Asmirandah yang melihatnya, seketika menjerit histeris. apalagi saat mendengar penuturan dari salah satu saksi yang melihat kecelakaan itu.

__ADS_1


__ADS_2