Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 117


__ADS_3

Kini, Zidane telah sampai di depan rumah mewah milik Opa dan Omanya. sebenarnya, laki-laki manis itu sangat malas sekali untuk kembali ke kediaman sesepuh keluarga Prakoso itu.


Namun dengan bujuk rayu Ajeng, pada akhirnya Zidane pun mengiyakan permintaan dari wanita paruh baya yang telah berjasa melahirkannya itu.


"sabar sayang, mungkin Tuhan masih menguji kesabaranmu."Ajeng Seraya menepuk bahu milik laki-laki tampan itu.


Tak lama berselang, pintu rumah itu segera terbuka dari dalam. yang memang, Ajeng mengetuknya beberapa saat yang lalu.


Memang peraturannya di rumah ini adalah siapapun anggota keluarganya itu harus mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam rumah besar milik Oma Keisha dan juga Opa Galang. karena Hal itu merupakan peraturan wajib yang harus ditepati oleh siapapun anggota keluarganya yang masih menginap di rumah itu.


"silakan masuk Nyonya besar dan juga Tuan muda."ucap para pekerja itu Seraya sedikit membungkukkan badan mereka sebagai tanda hormat.


Mereka berdua segera masuk ke dalam rumah itu dan mendapati sesepuh keluarga Prakoso itu tengah duduk dengan menatap lurus ke depan.


Mendadak, tubuh dari Zidane sedikit gemetaran saat kedua bola matanya tidak sengaja melihat tatapan mata dari Opa Galang yang sangat mengerikan.


'kenapa aku menjadi deg-degan tidak karuan seperti ini?'tanya laki-laki itu membatin.


"duduk kalian!"titah Oma Keisha tanpa melihat ke arah Ajeng dan juga Zidane. membuat pasangan ibu dan anak itu, seketika saling pandang satu sama lain. dan tak lama berselang, mereka berdua menuruti keinginan dari wanita tua itu.


"Dari mana saja kalian?"kini, giliran Opa Galang yang bertanya. membuat aura mencekam seketika langsung menguar mendominasi ruangan keluarga itu.


"da... dari pusat perbelanjaan membeli sesuatu yang aku butuhkan. Memangnya ada apa Pak?"pada akhirnya Ajeng mencoba untuk memberanikan diri bertanya pada laki-laki tua itu. walaupun setelahnya, wanita paruh baya itu mendapatkan tatapan yang sangat tajam dari kedua orang itu.


"dari pusat perbelanjaan, atau habis dari menjenguk seseorang?"tanya Oma Keisha dengan nada dinginnya.

__ADS_1


uhuk uhuk uhuk


Kontan saja, pertanyaan dari wanita sepuh itu, membuat Zidane dan juga Ajeng yang mendengarnya, seketika tersedak minuman yang baru saja masuk ke tenggorokan mereka. hal itu sukses membuat mereka semua semakin merasa penasaran dengan tingkah laku ibu dan anak itu.


"tentu saja kami sedang berbelanja. Memangnya, Oma sama Opa tidak melihat kami membawa sesuatu sebanyak ini?"tanya Zidane Seraya menunjuk barang bawaan mereka dengan nada suara yang sedikit kesal karena selalu di pojokkan seperti itu.


Kedua sesepuh itu seketika membuang muka ke arah lain. enggan untuk menjawab pertanyaan dari laki-laki berwajah manis itu.


"Opa sama Oma mendapatkan informasi ini dari mana?"kini giliran Zidane yang bertanya pada kedua orang tua itu.


Oma Keisha dan juga Opa Galang tidak langsung menjawab. namun tatapan mata dari kedua orang tua itu mengarah ke suatu hal. hingga membuat Zidane mengikuti arah pandang mereka.


'dasar penghianat!'batin laki-laki itu Seraya melayangkan tatapan tajam ke arah Tiara yang sejak tadi juga menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Maaf Opa aku hanya bercanda saja. soalnya, seperti itu Kak Zidane akan mencari alasan dan tidak ingin pulang. maka dari itu, aku mengarang cerita."ucap Tiara pada akhirnya. membuat semua orang yang ada di sana, seketika menatap ke arah wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu dengan berbagai ekspresi wajah.


Sementara Rafael dan Ajeng, kedua pasangan paruh baya itu memutuskan untuk pergi dari sana karena tidak ingin mencampuri urusan dari dua muda-mudi yang baru saja masuk ke dalam mahligai pernikahan itu.


Namun sebelum wanita baru itu benar-benar menghilang di balik pintu, dirinya sempat mengatakan sesuatu pada Zidane tanpa menimbulkan suara.


"kamu tenang saja. semuanya pasti akan baik-baik saja. nanti malam, kita akan mencoba untuk mencari keberadaan istrimu."


Begitulah kira-kira ucapan yang ditangkap oleh Zidane. karena memang Ajeng menggerakkan bibirnya tanpa menimbulkan suara apapun. Dan hal itu, membuat Zidan seketika menganggukkan kepala.


Sementara Tiara, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu tengah berpikir dengan sangat keras. bagaimana caranya agar mendapatkan celah untuk menghancurkan Asmirandah. Karena Wanita itu, sudah dengan beraninya menghancurkan hidup dan juga keinginannya terlebih.

__ADS_1


Pendendam? tentu saja. karena Asmirandah, merupakan sosok manusia yang sangat ia kenal dan juga percayai sebelumnya. Sekarang, semuanya berubah. dan menciptakan rasa dendam yang luar biasa di dalam hati wanita itu.


Karena saking fokusnya memikirkan cara untuk menghancurkan mantan sahabatnya itu, bahkan Tiara sampai lupa jika Zidane ke dalam kamarnya.


"shiitt."


Umpatan itu seketika keluar dari bibir milik Tiara. membuat siapa saja yang melihat itu, pasti akan terkaget. karena Wanita itu, tidak pernah mengatakan hal kasar sebelumnya. dan hal itu baru terjadi setelah Tiara merasakan sakit luar biasa akibat sebuah penghianatan.


"kau harus menjadi milikku malam ini."setelahnya Tiara bangkit dari tempat duduknya dan menuju ke ke dapur belakang untuk meminta dibuatkan wedang jahe.


Karena Wanita itu tahu, jika Zidane sangat menyukai minuman itu.'jika aku tidak bisa menemukan kebahagiaanku dengan laki-laki yang aku cintai, maka Asmirandah juga tidak akan pernah mendapatkan hak itu.' batinnya disertai dengan senyuman menyeringai.


"segera berikan pada Tuan Zidane!." titah wanita itu tanpa menoleh ke arah lawan bicaranya. dan setelah itu, Tiara segera pergi dari sana.


**


"Tuan, ini saya buatkan minuman kesukaan Tuan."ucap sang pelayan yang berdiri tepat di depan pintu kamar laki-laki itu.


Tak lama berselang, Zidane keluar dari dalam kamar dan langsung mengambil minuman itu tanpa curiga sedikitpun.


"terima kasih!"setelahnya, laki-laki itu kembali menutup pintu yang berwarna putih.


Tanpa diketahui oleh laki-laki itu, ada seseorang yang tengah tersenyum menyeringai. siapa lagi orangnya juga bukan Tiara.


"jika kau bisa berbuat murah, Maka jangan salahkan aku jika aku juga melakukan hal yang sama."setelahnya mulai berjalan santai untuk menghampiri kamar milik laki-laki itu.

__ADS_1


Sementara itu di dalam sana, Zidane sudah mulai gelisah. laki-laki itu mulai merasa gerah dan juga panas di tubuhnya.


"shiitt, ini kenapa bisa seperti ini?"tanya laki-laki itu Seraya mulai mengerang kesakitan. entah berapa banyak obat yang dituangkan oleh Tiara di dalam minuman laki-laki itu. yang jelas saat ini, efek dari obat itu sangatlah luar biasa.


__ADS_2