
Saat ini, Tiara dan juga anggota keluarga yang lain tengah berkumpul di ruang tamu. dengan wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu masih meracau tidak karuan. mengatakan bahwa di rumah ini ada hantu. tentu saja hal itu membuat semua orang yang ada di sana, merasa tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh wanita itu.
Bagaimana bisa dia mengatakan bahwa di sini ada hantu? karena seumur-umur mereka tinggal di rumah keluarga milik Prakoso itu, mereka tidak pernah dipertemukan dengan sosok-sosok yang disebut hantu.
"tenangkan dirimu Tiara. di sini tidak ada yang namanya hantu. mungkin, Kau hanya berhalusinasi."ucap Oma Keisha mencoba untuk menenangkan wanita yang menjadi cucu kesayangannya itu.
Tiara yang mendengar penuturan dari wanita sepuh itu, seketika semakin histeris. wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu bahkan sesekali akan menyakiti dirinya sendiri.
Hal itu tentu saja membuat semua orang yang ada di sana, merasa terkejut luar biasa. bahkan Oma Keisha langsung menjauhkan tubuhnya dari amukan wanita itu. karena memang, saat ini dirinya tengah membawa baby Elvio.
"astaga kenapa dengan wanita itu?!"tanya Ajeng dengan raut wajah heran. sungguh wanita paruh baya itu tidak menyangka bahwa apa yang dialami oleh Tiara saat ini, dapat mengguncang psikisnya.
"cepat panggilkan dokter terbaik di negeri ini!" seru wanita renta itu ada orang-orang yang ada di sana. dan hal itu membuat semua orang yang ada di sana, seketika merasa kelabakan satu sama lain.
Mereka melakukan gotong royong untuk memanggil seseorang yang paling berpengaruh dan biasanya bertangani kasus-kasus seperti itu.
Sementara Oma Keisha sendiri, wanita paruh baya itu segera membawa tubuh dari Elvio untuk menjauh dari tempat itu. tentunya, di bantu oleh Ajeng dan juga Sahara sebagai anggota menantu di keluarga Prakoso itu.
"Ya Tuhan kenapa semuanya bisa terus seperti ini?!" tanya wanita renta itu meraung-raung. tubuh ringkihnya itu langsung terduduk di atas kursi ruang khusus yang memang diperuntukkan untuk wanita renta itu.
Sementara Ajeng dan juga Sahara yang melihat itu, seketika saling pandang satu sama lain. karena dua wanita paruh baya itu, juga tidak mengerti apa yang harus ia lakukan saat ini. sepertinya mereka juga merasa sangat kebingungan.
***
Sementara itu di ruangan tengah, terlihat Tiara yang masih histeris luar biasa. bahkan wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu, seringkali mengamuk pada orang-orang yang akan menolongnya.
Sepertinya wanita itu, sudah dalam tahap depresi padahal Naomi baru saja memberikan sedikit pelajaran. pasti jika wanita itu mengetahui musuhnya kalah sebelum berperang, Naomi pasti tidak akan pernah terima.
__ADS_1
"jangan aku mohon jangan lakukan ini! ampuni aku aku mohon ampuni aku!"wanita itu dengan nada suara yang begitu histeris dan juga ketakutan luar biasa.
Sementara Zidan dan juga Rafael yang melihat itu, seketika saling pandang satu sama lain. karena memang pasangan ayah dan anak itu tidak mengetahui apa yang yang dialami oleh wanita itu.
"apa benar di sini ada hantu?"tanya Rafael dengan nada suara yang begitu lirih. Namun demikian, masih didengar oleh Zidane.
Laki-laki berwajah manis itu seketika langsung memutar bola mata malas. dan tak lama berselang, mendengus kesal.
Apa-apaan ini? kenapa malah ayahnya juga mempercayai cerita konyol yang dibawakan oleh Tiara. padahal jelas-jelas mereka sudah berada di rumah itu puluhan tahun tapi tidak pernah diganggu oleh apapun. lalu kenapa sekarang malah bersikap seperti itu seakan-akan mereka baru saja menempati rumah itu. batin Zidane Tak habis pikir.
"kenapa Papi malah bersikap seperti ini?"tanya laki-laki itu dengan nada suara yang sangat malas.
"bersikap bagaimana maksudmu?"tanya Rafael dengan raut wajah tidak mengerti.
"ck, kenapa Papi malah ikut memikirkan hal-hal konyol seperti itu?"tanya Zidan berdecak kesal.
"ini bukan pemikiran konyol Zidane. bukankah kita di dunia ini memang berdampingan dengan mereka?"tanya laki-laki paruh baya itu menaikkan sebelah alisnya.
Zidan menghembuskan nafasnya panjang."aku tahu Pi, tapi maksudku bukan Tak selama ini kita memang sudah tinggal di sini dan tidak pernah merasakan hal apapun?"tanya laki-laki berwajah manis itu dengan nada suara yang sangat malas.
Karena memang sebenarnya Zidane sama sekali tidak mempercayai apa yang dikatakan oleh Tiara saat ini.
Mungkin saja wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu hanya ingin mencari perhatian dengan mengarang-arang cerita seperti itu. Karena Wanita itu benar-benar sangat berubah. tidak seperti Tiara yang dulu lagi.
Entah ke mana Tiara yang dulu pernah bersikap lembut dan juga perhatian. yang ada saat ini, hanyalah Tiara yang berhati dingin dan juga behati culas.
"tolong jangan sakiti aku!"teriak wanita itu meronta-ronta. dan saat ini telah mencoba melarikan diri dari orang-orang yang berniat untuk menyembuhkannya itu.
__ADS_1
****
"aku tidak akan pernah membuat dia sembuh begitu saja!"ucap seorang wanita dengan tersenyum menyeringai.
Naomi seketika tersenyum puas. saat wanita yang berstatus sebagai bapak kandung dari Asmirandah itu mendapati kabar bahwa Tiara tengah mengalami depresi akibat dihantui rasa takut dan juga rasa bersalah.
"kau belum waktunya hancur Tiara."gumamnya Seraya menatap sebuah botol kecil yang entah isinya apa.
"aku akan menghancurkanmu secara perlahan."ucapnya tersenyum menyeringai.
tok tok tok tok
Terdengar suara ketukan pintu dari arah luar kamarnya. dan Hal itu membuat Naomi seketika bangkit dari tempat duduknya.
"semua sudah siap bos!"beritahu seorang laki-laki yang memiliki badan yang begitu kekar.
"Bagus kalau begitu kau harus membawa obat ini untuk sampai ke tangan Tiara!"ucap Naomi Seraya menyerahkan botol kaca itu pada anak buahnya.
"siap bos!"serunya Seraya mengambil botol itu. namun seketika gerakannya terhenti saat mendengar ucapan dari Naomi.
"jangan sampai orang-orang mengetahui apa rencanaku!"peringatnya dengan tetapan yang begitu tajam.
"siap laksanakan!" setelah mengatakan hal itu, laki-laki yang memiliki tubuh kekar itu segera pergi dari sana untuk menjalankan apa yang diperintahkan oleh Naomi sebelumnya.
Meninggalkan wanita itu yang saat ini tengah tertawa terbahak-bahak."haha ternyata kau itu bukanlah pandanganku Tiara!"ucapnya Seraya tersenyum sinis.
"sudah tahu kau ini adalah sebuah makhluk yang tidak berdaya, lalu kenapa kau menantangku seperti itu? cih, sok jagoan!" ucapnya berdecih sinis.
__ADS_1
Setelah puas mengeluarkan unek-unek di dalam hatinya, wanita itu segera pergi dari tempat pribadinya untuk menuju ke ruang yang lain.