
Beberapa hari kemudian,...
Hubungan antara Asmirandah dan juga Zidane sepertinya tampak merenggang. dan hal itu sangatlah serius. karena di antara mereka berdua, tidak ada yang ingin mengalah satu sama lain.
Sementara Tiara, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu, sepertinya sudah lelah untuk menasehati sahabatnya itu. sudah berbagi cara, dilakukan oleh Tiara untuk menyatukan Zidan dan juga Asmirandah kembali. Namun ternyata, semua tidak sesuai ekspektasi wanita itu.
Karena pada kenyataannya, kesalahpahaman yang telah mereka hadapi saat ini sudah mencapai level akhir sehingga sulit untuk ditegakkan kembali. beberapa kali juga, wanita itu meminta pertolongan pada Jordan. namun, semuanya tidak ada hasil.
Tentu saja itu dilakukan oleh Jordan. karena laki-laki itu, juga memiliki perasaan pada Asmirandah. untuk pertama kalinya, laki-laki yang memiliki brewok tipis itu, bersikap egois terhadap orang lain. apalagi orang itu adalah kakak sepupunya sendiri.
Karena biasanya, laki itu akan mementingkan perasaan orang lain ketimbang perasaannya. Namun sepertinya, kali ini sedikit berbeda. karena laki-laki itu lebih mementingkan perasaannya sendiri.
"kau masih bermusuhan dengan kak Zidane?"tanya Tiara saat mereka sedang berada di rumah wanita itu.
"tentu saja. dia itu sangat menyebalkan. bisa-bisanya menuduhku berselingkuh dengan sepupunya."gerutu Asmirandah Seraya mencebik.
Tiara yang melihat itu, menghirup udara sebanyak mungkin. Setelahnya, membuangnya secara kasar. Tampaknya, wanita cantik yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu, benar-benar merasa pusing dengan kisah cinta sang sahabat.
Harus Tiara akui, percintaan sahabatnya kali ini adalah hubungan paling sulit yang pernah dilihat oleh wanita itu.
" aku rasa percintaanmu kali ini, adalah percintaan yang paling rumit yang pernah aku temui."keluh Tiara Seraya menghempaskan bobot tubuhnya di samping wanita itu.
Sementara Asmirandah, wanita cantik itu masih terdiam entah apa yang ia pikirkan saat ini hanya dia dan Tuhan yang tahu.
drrrttt drrttt
Lamunan keduanya seketika buyar saat mendengar ponsel salah satu dari mereka, berdering. dan setelah diperiksa, itu adalah ponsel milik Asmirandah.
__ADS_1
"siapa?"tanya Tiara menatap ke arah sahabatnya itu dengan salah satu alis terangkat ke atas.
"Bu... bukan siapa-siapa. hanya orang salah sasaran."jawab Asmirandah Seraya menunjukkan layar ponselnya pada Tiara. dan memang, benar apa yang dikatakan oleh Asmirandah. karena konsep itu hanya menunjukkan nomor tanpa nama. yang Menandakan, nomor itu adalah milik orang yang tidak dikenal.
Tiara yang melihat itu hanya menganggukkan kepala. kemudian segera melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi. karena tiba-tiba saja, perutnya terasa melilit.
"aku ke kamar mandi sebentar ya,"tanpa menunggu tanggapan dari Asmirandah, wanita itu segera masuk ke dalam kamar mandi untuk menuntaskan keinginannya.
Sementara Asmirandah yang melihatnya, seketika menggeleng-gelengkan kepalanya. kemudian saat melihat ke arah ponselnya, benda canggih itu kembali berdering. dan menampilkan nomor yang sama dengan yang menelponnya beberapa menit yang lalu.
"siapa sebenarnya orang ini? kenapa beberapa kali menghubungiku?"berbagi pertanyaan itu seketika mencuat dari dalam otaknya.
Pada akhirnya, wanita itu akhirnya mengangkat panggilan itu.
"halo, siapa ini?"tanya Asmirandah saat panggilan itu sudah terhubung dengan seseorang di seberang sana.
gluk
Seketika itu pula, tenggorokan dari Asmirandah serasa tercekat. wanita itu, merasakan sesuatu seperti menghimpit dadanya saat mendengarkan penuturan dari kakak kandungnya itu.
"Asmirandah, kau tidak lupakan dengan janjimu beberapa hari yang lalu? kau harus membantuku untuk mendapatkan sidang kembali."ucap Naomi mencoba untuk mengingatkan adiknya.
"I... iya aku ingat Mana mungkin aku lupa. nanti akan aku coba untuk membuatmu kembali pada Bang Zidane. tapi aku mohon, jika memang laki-laki itu tidak mau bersama dengan kakak, tolong jangan memaksakan diri. itu hanya akan membuat derajat kita di mata keluarga lain turun."ucap Asmirandah mencoba untuk menasehati kakak kandungnya itu.
"Halah tidak usah menasehati ku seperti itu. aku sama sekali tidak memperdulikan semua penilaian orang-orang itu. yang aku ingin dapatkan, adalah Zidane tidak yang lain."sahut Naomi dengan ketus.
Tut Tut Tut
__ADS_1
Asmirandah seketika menghela nafas panjang. saat mendengar penuturan dari kakak kandungnya itu. pikirannya seketika menerawang jauh. bagaimana penilaian keluarga lain terhadap keluarganya jika rencana Naomi ini berhasil? mereka pasti akan mencibir keluarga Orlando habis-habisan. dan hal itu, akan sulit membuat Asmirandah kembali tenang seperti dulu.
"apa yang harus aku lakukan Tuhan?"tanya Asmirandah lirih. kemudian memutuskan untuk menyibukkan diri dengan membaca buku milik Tiara.
Tanpa wanita itu sadari, ada seseorang yang menguping pembicaraan antara kakak beradik itu dari dalam kamar mandi. Yap Tiara memang telah menguping pembicaraan antara Asmirandah dan juga Naomi itu. dan Hal itu membuat Tiara, merasa sangat geram dengan tingkah laku wanita itu.
"aku harus mengatakan ini pada Kak Zidane."setelah mengatakan hal itu, Tiara segera melangkahkan kakinya untuk menuju luar rumah melalui pintu samping kamarnya. kebetulan, wanita itu membawa ponselnya saat di kamar mandi.
****
Sementara itu di tempat lain, terlihat Zidane tengah uring-uringan seorang diri. laki-laki itu, sama sekali tidak menghiraukan panggilan dari kedua orang tuanya yang menyuruh untuk turun sekedar makan malam ataupun sarapan.
Pikiran laki-laki itu saat ini tengah kalut. berbagai asumsi yang terlahir dari pikirannya sendiri, kini tengah menari-nari di dalam kepalanya. dan hal itu semakin membuatnya, frustasi.
drrrttt drrttt
Tiba-tiba saja, ponsel laki-laki itu berdering. dan dengan malas, laki-laki berwajah manis itu menggeser tombol berwarna hijau di layar ponselnya. tanpa melihat, siapa yang menghubunginya itu.
"halo, ada apa?"tanya Zidane dengan nada sedikit ketus.
"halo Kak ini aku Tiara. Ada yang ingin aku katakan."ucap Tiara dari seberang sana dengan sedikit berbisik membuat Zidan yang mendengar itu, seketika mengerutkan keningnya.
"ada apa?"tanya Zidane dengan merubah ekspresi wajah dan juga nada bicaranya.
"aku tahu apa yang dialami oleh Asmirandah sekarang. aku akan mengirimkan sesuatu pada kakak. dan aku harap, setelah Kakak melihat bukti ini, kakak tidak merasa salah paham lagi dengan Asmirandah."jawab Tiara.
Sambungan telepon itu seketika terhenti dengan masuknya sebuah video di ponsel milik Zidane. laki-laki itu dengan segera, mulai memutar video itu. dan beberapa saat kemudian, kedua bola mata laki-laki itu membulat sempurna. kedua tangannya, seketika mengepal dengan kuat dengan rahang yang mengeras. menandakan bahwa laki-laki itu, tengah dalam kondisi amarah yang memuncak.
__ADS_1
"ternyata ini yang kamu lakukan. jangan salahkan aku, jika aku melakukan sesuatu hal padamu."setelah mengatakan hal itu, laki-laki berwajah manis itu segera pergi dari sana menuju ke suatu tempat.