Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 41


__ADS_3

Selesai menikmati makan malam, mereka bertiga segera kembali ke tempat masing-masing.


"kalau begitu, Bunda kembali menyusul Papamu, ya?"pamit Chelsea pada putrinya itu.


Asmirandah hanya menganggukkan kepala. kemudian mereka mengantarkan Chelsea untuk kembali ke bandara. hanya sampai depan hotel saja.


Karena rupanya wanita paruh baya itu, telah dijemput oleh sopir yang telah disewa oleh Aaron untuk menjemput istrinya.


"kalian berdua hati-hati di sini."ucap Chelsea menasehati kedua dara jelita itu.


Tiara dan juga Asmirandah yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala Seraya tersenyum simpul. kemudian melambaikan tangan, kepada wanita paruh baya itu yang telah masuk ke dalam mobil.


"kita langsung istirahat?"tanya Tiara pada sahabatnya itu.


"tentu saja, aku sudah merasa lelah ingin ketemu kasur aku sahut Asmirandah Seraya melangkahkan kakinya untuk menuju kamar mereka.


Setelah itu, keduanya segera berjalan menuju ke kamar mereka untuk beristirahat. setelah beberapa waktu kemudian, akhirnya terdengar dengkuran halus dari Asmirandah. yang menandakan bahwa wanita itu, telah terlelap.


Sementara Tiara, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu masih belum bisa memejamkan mata. wanita itu tengah memilih foto yang mana yang cocok untuk dijadikan status di aplikasi hijaunya.


Hingga pilihannya, jatuh pada sebuah foto yang menunjukkan mereka telah berpasang-pasangan. yaitu Chandra bersama Asmirandah, dan dirinya bersama dengan Jordan.


Senyuman dari Tiara seketika mengembang saat mengingat momen-momen indah mereka berempat yang baru beberapa saat lalu mereka lewati.


tring


Suara pesan masuk dari ponselnya, membuat lamunan wanita itu seketika buyar. dan dengan segera, mulai meraih pendaki itu dengan masih memamerkan senyuman manisnya.


Seketika senyuman di wajah cantik wanita itu, buyar. terganti dengan wajah tegang dan juga merah padam. bagaimana tidak, dirinya baru saja melakukan kesalahan yang sangat besar.


Tiara lupa jika nomornya telah di save oleh Zidane. dan sekarang, laki-laki yang berkulit hitam manis itu tengah membendung wanita berambut panjang itu dengan berbagai pertanyaan.


(kalian ada dimana?)


(bagaimana keadaan Asmirandah?)

__ADS_1


(kenapa kalian tidak pulang?)


Begitulah isi pesan yang dikirimkan oleh Zidane pada wanita itu. tentu saja hal itu membuat Tiara yang melihatnya, merasa sangat kaleng kabut.


"bego banget sih. kenapa bisa seperti ini?"batin wanita itu merutuki dirinya sendiri. karena tidak ingin terlalu memusingkan hal itu, Tiara akhirnya memutuskan untuk merebahkan diri dan memejamkan mata. menyusul sahabatnya yang telah terbang ke alam mimpi terlebih dahulu.


***


Sementara itu di tempat lain, terlihat seorang laki-laki yang sejak tadi tengah uring-uringan. karena pesan yang ia kirimkan, satupun tidak ada yang dibalas oleh seseorang di seberang sana.


"sial kenapa tidak bisa dihubungi?"tanya laki-laki itu mengeram kesal. kemudian, kembali melemparkan benda pipihnya itu ke sembarang arah.


Laki-laki itu menjambak rambutnya sendiri karena merasa frustasi dengan semua yang terjadi padanya saat ini.


"tuan muda Zidane, apa Anda ingin makan malam?"tanya seorang pelayan rumah itu Seraya mengetuk pintu kamar milik Zidane.


"nanti saja. saya belum lapar. "sahut Zidane dari dalam kamar.


Sejak kepergian dari Asmirandah, entah mengapa Zidane menjadi sedikit murung dan tidak memiliki gairah hidup seperti biasanya. laki-laki itu beberapa kali telah menyangkal perasaan yang tumbuh dalam hatinya saat ini.


"aku tidak bisa begini terus. aku harus mencari cara, agar bisa bertemu kembali dengan Asmirandah apapun caranya."ucap Zidane dengan tekad yang sangat kuat.


Pada akhirnya, laki-laki yang memiliki kulit sedikit gelap itu, memutuskan untuk memejamkan mata. Padahal, Dirinya belum menyentuh makanan apapun dari pagi. dan tentu saja tingkah yang dilakukan oleh Zidane itu, menyalahi aturan yang telah di buat oleh keluarga Prakoso.


Namun, Zidane sama sekali tidak peduli. karena saat ini, masalah hatinya lebih penting daripada masalah melanggar peraturan yang ada di keluarga itu.


Pagi harinya....


Asmirandah bangun terlebih dahulu. dan dengan segera, wanita cantik itu melangkahkan kakinya untuk menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah lima belas menit berlalu, Asmirandah akhirnya keluar dari dalam kamar mandi dengan kondisi tubuh yang lebih segar. bertepatan dengan itu, Tiara baru saja membuka matanya.


Wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu, langsung terduduk. saat ingatannya, kembali menerawang di saat malam itu.


'duh bagaimana ini? jangan sampai, hanya karena hal ini, Mira menjadi marah padaku. Sungguh aku sama sekali tidak berniat untuk memberitahu batin Tiara merasa sangat resah.

__ADS_1


Sementara Asmirandah, wanita cantik itu perlahan-lahan mulai mendekati sahabatnya yang masih termenung di atas tempat tidur.


"hei Kau ini kenapa?"tanya Asmirandah Seraya menepuk bahu sahabatnya itu dengan pelan.


Namun tepukan pelan yang mengenai pundak dari Asmirandah, tetap saja membuat tubuh Tiara tersentak kaget.


"astaga! kau ini mengagetkanku saja Asmirandah,"omel Tiara Seraya melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi. sementara Asmirandah, hanya menatap ke arah sahabatnya itu dengan tatapan bingung.


"kenapa dia?"tanya Asmirandah pada dirinya sendiri. tak lama berselang, wanita itu mengedikkan bahunya tak perduli.


Kemudian mulai mendudukkan dirinya di meja rias dan mulai membalut wajahnya dengan skin care. setelah selesai mempercantik wajahnya, Asmirandah segera meraih benda pipih yang ada di samping meja rias itu.


Matanya menyipit saat wanita itu membuka aplikasi hijau dan menemukan story yang dibuat oleh sahabatnya itu. dan seketika itu pula, matanya membulat sempurna. saat menyadari apa yang diposting oleh sahabatnya itu.


"astaga kenapa bisa seperti ini!"seru wanita itu dan langsung berlari menuju ke kamar mandi. di mana saat ini, sahabatnya berada.


"Tiara buka pintunya!"seru Asmirandah dengan suara menggema.


ceklek


"Ada apa Mira?"tanya wanita itu Seraya menyembul kan wajahnya menatap ke arah Asmirandah dengan raut wajah bingung.


"ini maksudnya apa?"tanya Asmirandah dengan raut wajah merah padam karena menahan amarah.


"hehehe maafkan aku Asmirandah. aku tidak bermaksud untuk memperlihatkan itu di media sosial."ucap Tiara dengan cengiran khasnya.


Membuat Asmirandah yang mendengar itu seketika mendengus kesal."siapa saja yang melihat statusmu ini?"tanya Asmirandah pada sahabatnya itu.


"tidak ada yang melihat ini."ucapnya dengan tersenyum manis. "kecuali,.."ucapan Tiara seketika menggantung di udara saat wanita itu menatap ke arah wajah sahabatnya yang terlihat sangat serius.


"kecuali?"tanya Asmirandah Seraya menaikkan satu alisnya.


"kecuali Kak Zidane."ucap wanita itu dengan senyuman kikuk.


"apa?!"kedua mata Asmirandah seketika membulat sempurna dengan mulut yang menganga lebar.

__ADS_1


__ADS_2