
Beberapa saat kemudian....
Kini keluarga dari Prakoso telah sampai di sebuah rumah sakit ternama di kota itu. dengan segera, mereka semua turun untuk membawa Elvio yang semakin lama sudah semakin parah itu. Sementara itu di belakang sana, Tiara tak m*r*m*s bajunya sendiri karena merasa kali ini, nasibnya akan berada di ujung tanduk.
sebenarnya Tiara tidak memperdulikan akan nasibnya di keluarga Prakoso setelah ini. namun dendamnya yang belum terbalas, membuat wanita itu gelap mata dan ingin menikmati lebih lama berada dalam lingkup keluarga berkuasa itu.
Dengan adanya kasus ini, mungkin mereka sudah tidak mempercayai Tiara lagi. dan mungkin lebih parahnya, mereka akan langsung membuang wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu sebagai penentu keluarga mereka. dan Tiara, tidak ingin hal itu terjadi.
"ayo cepat panggilkan dokter yang menangani masalah pada anak ini?!"teriak Oma Keisha dengan raut wajah panik dan juga histeris.
Membuat Tiara sejenak terdiam untuk memikirkan siapa gerangan dokter yang biasanya menangani masalah-masalah seperti ini pada bayi dan juga anak. hingga tak lama berselang, sebuah nama muncul dari dalam otak liciknya itu.
"kalian tidak akan pernah menemui kebusukanku."ucapnya Seraya tersenyum miring. dan setelah itu seperti biasa, Tiara segera menghubungi beberapa anak buahnya untuk mengancam dan menyandera keluarga dari dokter yang sedang ia incar saat ini.
"beres!'gumamnya tersenyum riang. dan dengan segera melangkahkan kakinya untuk ikut bersama dengan keluarga itu mengubah raut wajahnya menjadi sesedih mungkin.
"apa yang terjadi pada bayi ini, nyonya?" Tanya Dokter Martin merasa terkejut dengan kehadiran sebuah keluarga terpandang dan berpengaruh di negara itu.
"tolong selamatkan cucu saya!"ujar Oma Keisha dengan tubuh gemetar hebat dan tangis yang tidak terbendung.
Laki-laki yang bernama dokter Martin itu, segera melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam ruang perawatan bayi dengan langkah tergesa-gesa. namun di saat Dokter Martin berada tepat di ambang pintu, ponselnya berdering. dan di sana tertera nama sang ibu.
Laki-laki itu hendak mengangkatnya. namun urung saat mendengar teriakan yang menggelegar dari Oma Keisha. karena wanita renta itu, benar-benar sudah merasa panik luar biasa.
(jangan katakan apapun pada pemeriksaan Elvio. jika tidak ingin keluargamu mengalami hal seperti ini!)
Kedua bola mata dari Dokter Martin seketika membelalak sempurna saat mendapati sebuah foto di mana Ibu dan juga kedua anaknya, tengah diikat dengan 4 laki-laki yang ada di sana.
Tring
__ADS_1
Tiba-tiba saja, ponsel dari laki-laki itu kembali berdering dan terdapat pesan di sana.
(Kau pasti tahu bukan apa yang akan terjadi selanjutnya jika ada tiga wanita dan juga 4 laki-laki dalam satu ruangan?)
(jika kau tidak ingin semua hal itu terjadi pada keluargamu, maka kau harus tutup mulut mengenai kondisi dari Elvio yang sebenarnya.)
"Shhitt."
Umpatan dari laki-laki itu seketika menggema. dengan perasaan yang campur aduk dan juga kalut, seketika langsung melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam ruangan itu dan memeriksa baby Elvio dengan tergesa-gesa.
Kedua bola mata dari Dokter Martin, kembali membelalak dengan sempurna saat alat-alatnya itu menyentuh kulit dan tubuh ringkih milik bayi malang itu. dan secara spontan, laki-laki itu mengalihkan pandangannya ke arah Tiara.
Untuk beberapa saat kemudian, kedua mata dari dua orang itu bertemu. dan secara perlahan tapi pasti, wanita itu tersenyum Seraya memiringkan wajahnya.
"jangan pernah bongkar rahasiaku!"ucap Tiara tanpa suara. hingga membuat tubuh milik Dokter Martin seketika membeku di tempatnya.
"dokter, bagaimana keadaan cucu saya ini?"tanya Oma Keisha masih dengan menangis tersedu-sedu dalam pelukan suaminya.
Beberapa saat lamanya, tidak ada jawaban dari dokter laki-laki itu. hingga sebuah tepukan, yang dilayangkan oleh Zidane, membuat kesadaran laki-laki yang berprofesi sebagai dokter itu, kembali.
"o..oh, dia hanya mengalami diary biasa saja. nanti setelah saya kasih obat, luka itu juga akan sembuh sendiri."ucapnya yang pasti berbohong.
Karena dalam pemeriksaan yang sebenarnya itu, terdapat banyak sekali bakteri yang bersarang di usus kecil milik bayi malang itu. namun, Dokter Martin sama sekali tidak memiliki kuasa untuk mengatakan sesuatu hal yang akan membuat keluarganya terancam itu.
"apakah anda yakin, dok?"tanya Ajeng yang mencoba untuk memperjelas pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter Martin itu.
Membuat laki-laki paruh baya itu seketika menoleh ke arah Ajeng dan menganggukkan kepalanya dengan cepat.
"mungkin 2 jam ke depan, bayi ini akan kembali normal. yang harus kalian lakukan adalah, memberikan asupan makanan yang tepat untuk bayi malang ini."ucapnya Seraya menghela nafas panjang.
__ADS_1
"maksud dokter bagaimana?"hanya Tiara dengan raut wajah tidak suka. karena berani-beraninya, dokter paruh baya itu akan membongkar rahasianya selama ini.
Menyadari akan hal itu, secepat kilat laki-laki paruh baya itu segera merubah ekspresi wajahnya dan juga kata-kata yang baru saja keluar dari mulutnya.
"maksud saya, jika susu yang diberikan kemarin itu tidak cocok, tolong segera diganti."ucapnya Seraya tersenyum ramah.
Mereka semua seketika menganggukkan kepala dan langsung keluar setelah dipersilahkan.
"awas aja jika kau membongkar aib-aibku itu. Maka kondisi dari keluargamu, akan berakhir sengsara. camkan itu!"setelah mengatakan hal itu Tiara segera pergi dari sana dengan menyenggol pundak dari dokter itu dengan keras.
***
Sementara itu, Naomi Baru saja sampai di depan rumah keluarga Prakoso. dengan langkah mengendap-endap dan menghalau para pengawal yang ada di depan sana, pada akhirnya Naomi telah berhasil berada tepat di teras rumah itu.
Dan secepat kilat, wanita itu segera meletakkan kotak itu tepat di ambang pintu.
"akan aku pastikan kau tidak akan pernah bisa tidur nyenyak setelah ini!"gumnya Seraya tersenyum menyeringai.
dengan perlahan tapi pasti, wanita itu segera pergi dari sana dengan langkah hati-hati dan juga sedikit tertatih.
Karena memang, kaki palsu yang ia gunakan itu tidak menyatu dengan sempurna di dalam tubuhnya.
Tak lama berselang dari itu, mobil yang membawa keluarga dari Prakoso telah sampai. dan mereka semua, segera turun untuk menuju ke pintu utama rumah itu.
Tiara menghentikan langkahnya secara mendadak saat melihat sebuah kotak yang begitu mencurigakan. dan entah mengapa, insting dari dalam diri Tiara pun muncul.
"kotak apa itu?"tanya Tiara pada dirinya sendiri.
Kedua matanya menyipit saat membaca tulisan yang ada di sana. dan tak lama berselang, segera membelalak sempurna saat selesai membaca tulisan itu.
__ADS_1
"sialan siapa yang berani bermacam-macam denganku?"tanya wanita itu dengan raut wajah merah padam.