Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 225


__ADS_3

Sementara itu di dalam kamarnya, Nanda baru saja memberikan sebuah informasi pada Tiara. hingga membuat wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu seketika tertawa terbahak-bahak.


"hahaha kau serius mengatakan hal ini Nanda?"tanya wanita itu Seraya menyentuh perutnya karena terasa kram akibat terlalu lama tertawa.


"saya serius nyonya. saya mendengar sendiri mereka berkata seperti itu. maka dari itu, saya ingin anda mengantisipasinya. Anda harus menolak jika diberikan minuman oleh salah satu dari mereka."ucap wanita itu dengan nada suara bersungguh-sungguh.


Namun Tiara justru malah menggelengkan kepalanya. membuat Nanda merasa kebingungan sendiri.


"maksudnya bagaimana nyonya?"tanya wanita itu yang memang tidak mengerti.


"kau tenang saja aku akan menerima minuman itu dan menyuruh mereka meminumnya juga. aku hanya ingin, mereka yang merasakan kantuk luar biasa itu. Jadi Asmirandah tidak akan pernah jadi pergi dan menemui anaknya."ucapnya tersenyum menyeringai. dan disusul oleh Nanda. wanita itu pun juga ikut tersenyum lebar.


"lalu apa yang harus aku lakukan sekarang?"tanya Nanda menatap ke arah Tiara dengan tersenyum kegirangan. karena sepertinya wanita yang tengah menyamar sebagai pelayan itu, sudah merasa tidak sabar dengan apa yang akan ia lakukan setelahnya.


"kau juga harus membuat minuman untuk mereka berdua supaya bisa mengelabuinya."


"baik nyonya laksanakan."setelah mengatakan hal itu Nanda segera pergi dari sana dengan ekspresi wajah yang sulit untuk dibaca.


"kau tidak akan bisa membuatku kalah Asmirandah."gumamnya Soraya tersenyum miring.


*****


"sekarang lebih baik, kita berikan minuman ini pada Tiara. jangan sampai, wanita itu menggagalkan rencana kita."ucap Ajeng pada Asmirandah. dan langsung dijawab anggukan kepala oleh wanita itu.


"kalau begitu tante saja yang memberikannya. karena jika dia mengetahui aku yang membawanya, pasti akan langsung menolak dengan mentah-mentah."ucap Asmirandah cepat.


Ajeng yang mendengar itu pun sejenak terdiam. hingga tak lama berselang, wanita paruh baya itu pun menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"baiklah kalau begitu."setelah mengatakan itu, Ajeng segera melangkahkan kakinya untuk menghampiri Tiara yang masih berada di dalam kamar.


Tok tok tok


Ceklek


"eh?"Ajeng seketika melangkah mundur. saat wanita paruh baya itu melihat Tiara yang melangkah keluar dari dalam kamarnya.


"Kau mau ke mana?"tanya wanita paruh baya itu menetap ke arah menantu yang tidak dia inginkan itu.


Sementara Tiara sendiri, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu segera menaikkan satu alisnya menatap heran ke arah Ajeng.


"aku ingin ke ruang tamu menonton TV karena aku bosen di kamar terus."sahut wanita itu suara yang melangkahkan kakinya untuk menuju ke tempat tujuan.


"kenapa tidak di kamar saja? bukankah di kamar juga ada televisi?"tanya wanita itu tampak heran.


Sementara itu, Ajeng yang tampak kebingungan segera meletakkan minuman itu setelah dia sadar apa yang harus ia lakukan. sedangkan Asmirandah, wanita itu bertugas untuk mengamati pergerakan dari mantan Ibu mertuanya itu dengan harap-harap cemas. karena Asmirandah takut, jika rencana mereka ini akan gagal.


Tak lama berselang dari itu, Nanda keluar dari dapur dengan membawa dua minuman lain.


"silakan diminum nyonya."ucap pelayan itu Seraya menatap ke arah Ajeng. pertanda bahwa minuman itu, dikhususkan untuk dia.


"kenapa kamu memberikan minuman ini padaku? bukankah aku tidak memesannya?"tanya wanita paruh baya itu dengan raut wajah kebingungan.


"sudah lah Mi, tidak baik untuk menolak pemberian orang."sergah Tiara sedikit menoleh ke arah wanita paruh baya itu. sebelum pada akhirnya, kembali fokus pada tayangan televisi yang ada di hadapannya saat ini.


Nanda segera melangkah mundur. wanita itu juga menantikan apa yang akan terjadi selanjutnya.

__ADS_1


Sementara Tiara sendiri, sesekali akan memberikan kode pada orang suruhannya itu. dan mengatakan, bahwa rencananya sepertinya berhasil.


Tanpa disadari oleh wanita itu, bahwa dia mengambil gelas yang salah. tentu saja hal itu membuat Nanda yang melihatnya, refleks membuka mulut hendak mencegah bosnya itu.


Namun Semuanya sudah terlambat. karena Tiara sudah menghabiskan minuman itu tanpa sisa. hingga tak lama berselang, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu sudah tepar dan sudah tidak berdaya.


"hah! Akhirnya selesai juga drama ini!"ucap Ajeng Seraya mengibaskan kedua tangannya di udara merasa lega dengan rencananya ini. karena wanita paruh baya itu sempat mengira, bahwa rencana mereka akan gagal total. Namun sepertinya Dewi Fortuna masih berpihak pada mereka sehingga mereka dimuluskan dalam rencana itu.


"apa kita bahwa dia ke kamarnya? atau dibiarkan di sini saja?"tanya Asmirandah Seraya menatap ke arah Tiara itu dengan tatapan yang sulit diartikan.


"bawa ke dalam saja. nanti kalau ketahuan orang-orang bisa repot urusannya."pada akhirnya Ajeng dan juga Asmirandah memutuskan untuk memindahkan wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu di tempat semula. tanpa bantuan dari siapapun.


Sementara Nanda sendiri, wanita itu masih melongo tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini. hingga tak lama berselang, wanita itu pun menggelengkan kepalanya.


"sudahlah ini bukan urusanku. yang terpenting aku sudah memberikan peringatan pada Nyonya Tiara. tapi wanita itu Dengan bodohnya malah terperangkap pada jebakan mereka."gumamnya Seraya pergi dari sana.


****


"Ayah, Mama kapan datangnya?"tanya Haidar dengan ekspresi wajah cemberut. karena laki-laki kecil itu sudah merasa tidak sabar ingin bertemu dengan sosok wanita yang berhasil melahirkannya ke dunia. tidak ada sedikitpun rasa benci dari dalam hatinya.


Karena sejak bayi, Zidane selalu mengatakan dan membisikkan bahwa ibunya adalah ibu yang baik. ibunya tidak akan pernah meninggalkan Haidar apapun Yang terjadi. dan jika bocah kecil itu bertanya di mana sekarang Ibunya, maka Zidan akan mengatakan bahwa ibunya tengah berada di tempat yang jauh dan tidak bisa langsung pulang begitu saja.


Zidane yang mendengar penuturan dari putranya itu seketika tersenyum tipis dan langsung mengusap kepala milik putranya itu dengan penuh kasih sayang.


"jangan sampai Kau mengecewakan anak kita Asmirandah. karena jika hal itu sampai terjadi, maka aku tidak akan pernah membuatmu bertemu lagi dengan Putra kita. dan aku bersumpah akan hal itu." gumamnya Seraya sesekali akan menatap ke arah putranya yang masih menatap kiri dan kanan. Sepertinya bocah kecil itu sudah benar-benar merasa tidak sabar ingin bertemu dengan ibu kandungnya.


"sabar ya Sayang mungkin Mama lagi terjebak macet."ucap laki-laki itu mencoba untuk menenangkan Sang putra.

__ADS_1


__ADS_2