
Tanpa pikir panjang lagi, laki-laki itu segera menyerahkan benda pipinya kepada wanita yang sebenarnya sangat menyukai Jordan itu.
Dengan langkah hati-hati, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu, segera menerima uluran tangan dan membuka ponsel milik laki-laki itu.
Kedua matanya seketika terbuka dengan sempurna."a...apa ini kak?"tanya wanita itu dengan tubuh bergetar hebat dan ada suara yang terbata-bata.
"bukankah kau bisa melihatnya sendiri?"bukannya menjawab, justru balik bertanya. dengan nada yang sangat frustasi.
Tak lama berselang, wanita itu seketika menjerit dengan sangat kuat. dan beberapa saat kemudian, tubuhnya ambruk di atas lantai. dengan tangis yang memilukan.
Beruntungnya, saat ini putra dari Zidane itu tengah berada di taman belakang untuk melakukan jemur pagi. karena jika tidak, bayi mungil itu pasti akan langsung menangis dengan sangat kencang sebab mendengar teriakan dari sahabat ibunya itu.
"ini pasti hanya rekayasa!" seru wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu Seraya menggelengkan kepalanya.
"aku berharapnya juga itu adalah rekayasa. tapi kenyataannya tidak seperti itu. Itu adalah sebuah rekaman yang sangat asli."ucapnya dengan nada Terdengar sangat terluka.
Hancur, tentu saja hati dari Tiara saat ini dalam keadaan hancur berkeping-keping seperti sebuah bangunan yang baru saja terkena bencana alam. tidak ada yang bisa dilakukan. kecuali, hanya menangis untuk meluapkan emosi di dalam dadanya.
Di saat suasananya tengah kacau, sebuah notifikasi muncul di ponsel Zidane. hingga membuat laki-laki berwajah manis itu, segera mengambilnya. mana tahu, itu adalah informasi yang sangat penting.
Namun, betapa terkejutnya laki-laki itu saat mendapati sebuah status di aplikasi hijaunya. di mana Di sana, terdapat sebuah foto yang menampilkan pemandangan Jordan bersama dengan Asmirandah dalam satu tempat tidur dan tanpa mengenakan sehelai benang pun. tentunya Hal itu membuat Zidane yang melihatnya, merasa begitu terkejut. hingga tanpa sadar, laki-laki itu menjatuhkan benda pipih kesayangan itu.
prakk
Suara benda jatuh yang sangat keras itu, sukses membuat atensi dari Tiara teralihkan. wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu, segera beringsut maju untuk mengambil benda pipih itu.
Kedua matanya seketika membulat sempurna saat melihat pemandangan di balik layar ponsel milik laki-laki itu.
__ADS_1
"nggak, pasti ini nggak mungkin!"ucap wanita itu dengan nada yang sangat histeris. membuat Zidane yang berada di sebelahnya, sempat terjingkat.
"kamu harus sabar dulu! mungkin saja, apa yang kamu lihat ini tidak seperti apa yang kamu pikirkan. mungkin saja,..."ucapan Zidane seketika terhenti di udara saat mendengar lanjutan kata dari wanita itu.
"kenapa aku harus sabar? kalau ternyata kenyataannya memang benar seperti itu, aku bisa berbuat apa? lebih baik aku pulang saja!"setelah mengatakan hal itu, Tiara segera pergi dari sana.
Meninggalkan Zidane yang masih terdiam di tempatnya. tak lama berselang, laki-laki itu mengepalkan kedua tangannya.
"kau benar-benar b3r3n9s3k Jordan!" ucapnya Seraya meninju dinding yang ada di hadapannya saat ini.
Laki-laki berwajah hitam manis itu tidak akan pernah menyangka jika adik sepupu, orang yang dipercaya oleh Zidane, mampu melakukan hal serendah itu hanya karena cintanya tidak terbalas. atau lebih tepatnya, belum terbalas. karena sampai saat ini, Zidane masih meragukan perasaan dari wanita yang berstatus sebagai istrinya itu terhadap dirinya. apakah memiliki perasaan yang sama, atau hanya sekedar cinta bertepuk sebelah tangan.
***
Sementara itu di tempat lain lebih tepatnya di kediaman Orlando, seorang wanita tengah tertawa dengan sangat kencang karena baru saja menerima sebuah informasi yang sangat menyenangkan hatinya.
"aku sudah tidak sabar ingin melihat kehancuranmu. itulah akibatnya kalau kau berani-beraninya bermain-main denganku."ucapnya menatap sinis ke arah figura foto yang terpampang jelas di hadapannya saat ini.
Tak lama berselang, wanita itu segera masuk ke dalam kamar pribadinya untuk melanjutkan euforia atas kemenangannya itu. tanpa menyadari, bahwa seseorang telah berada di balik pintu utama dan menguping semua pembicaraannya.
"kau benar-benar brengsek! jika kau mampu berbuat sesukamu, Maka jangan salahkan aku jika aku juga akan melakukan hal yang sama!"setelah mengatakan hal itu, orang yang menguping dibalik pintu rumah dari keluarga Orlando itu segera pergi dari sana.
"sialan bisa-bisanya aku kecolongan seperti ini!" geram Yudha. dengan mata merah padam karena menahan amarah yang luar biasa.
Bagaimana tidak menahan amarah yang luar biasa, dirinya adalah orang yang sangat menginginkan Asmirandah sejak awal. namun dengan kurang ajarnya, dirinya keduluan dengan dua orang menyebalkan yang bahkan tidak terlalu mengenal Asmirandah.
"aku harus merebut wanitaku apapun Yang terjadi!"gumamnya penuh dengan tekad. dan tak lama berselang, laki-laki itu segera pergi dari sana.
__ADS_1
"sialan!" maki laki-laki itu sebelum melajukan kendaraannya menjauh dari kediaman keluarga Orlando.
***
"hiks hiks hiks. Mama merindukanmu sayang!" ucap seorang wanita yang berada di tempat tidur dengan posisi meringkuk. siapa lagi orang itu jika bukan Asmirandah.
Sampai saat ini pun, wanita itu masih tetap 'dihajar' habis-habisan oleh Jordan. seakan laki-laki itu tengah kerasukan setan yang entah dari mana datangnya.
"aww sakit sekali Ya Tuhan!" gumam wanita itu meringis. saat kedua kakinya, melangkah hendak menuju ke kamar mandi. tiba-tiba saja, dadanya terasa sangat berdenyut nyeri.
"oh ini kenapa?"tanya wanita itu pada dirinya sendiri saat merasakan nyeri yang semakin hebat mendera tubuhnya.
"Kau mau ke mana?"pertanyaan dari seseorang yang berada di belakang Asmirandah, membuat langkah wanita itu terhenti.
"to... tolong jangan. lepaskan aku!" ucap wanita itu dengan nada suara yang terbata-bata.
Sementara Jordan, laki-laki yang merupakan adik sepupu dari Zidane itu, segera melangkahkan kakinya semakin mendekati wanita yang sangat dicintainya itu.
"kau tidak akan pernah bisa lari dariku."setelah mengatakan hal itu, Jordan merapatkan tubuh dari Asmirandah ke dinding.
Hingga membuat wanita itu seketika menangis histeris. namun hal itu sama sekali tidak diperdulikan oleh Jordan. entah apa yang ada di dalam pikiran laki-laki yang memiliki jambang tipis di wajahnya itu. sehingga dirinya, mampu berbuat sedemikian rupa.
***
"ke mana sebenarnya Mama kamu sayang?"tanya Zidane pada Haidar yang berada dalam pelukannya. bayi mungil berusia satu setengah bulan itu, Tentu saja tidak merespon pertanyaan dari sang Ayah. karena memang makhluk kecil itu tidak mengerti apa yang dimaksud oleh laki-laki berwajah manis itu.
"rasanya Ayah sudah merasa sangat frustasi mencari keberadaan Mamamu."lanjutnya Seraya memberikan beberapa kali kecupan di wajah mungil Haidar.
__ADS_1