
Beberapa hari kemudian,...
Kondisi dari bayi Asmirandah dan juga Zidane menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. hal itu yang membuat pihak rumah sakit memperbolehkan bayi mungil itu untuk dibawa pulang.
Tentu saja, kabar itu membuat Zidane merasa sangat bahagia juga merasa sedih di waktu yang hampir bersamaan. karena sampai saat ini, istrinya masih belum juga ditemukan.
Padahal laki-laki berwajah manis itu telah menyebarkan anak buahnya ke penjuru kota itu. namun yang didapat, hanyalah rasa kecewa. karena mereka semua, tidak dapat menemukan keberadaan Asmirandah. wanita itu seakan hilang ditelan bumi.
"Kakak kenapa melamun?"tanya Tiara saat melihat ekspresi wajah dari suami sahabatnya itu.
"aku hanya kepikiran tentang Asmirandah."jawabnya dengan ekspresi wajah lesu.
"memangnya ada apa?"tanya wanita berambut panjang sampai pinggang itu dengan raut wajah penasaran dan juga sedikit cemas.
Karena memang Zidan belum mengatakan tentang hilangnya Asmirandah itu pada Tiara dan juga Jordan. laki-laki berwajah hitam manis itu optimis untuk mencari keberadaan istrinya seorang diri tanpa bantuan dari Jordan dan juga Tiara. Zidane berpikir, dirinya dapat mencari dan menemukan keberadaan wanitanya itu seorang diri.
Namun kenyataannya, jauh dari angan-angan laki-laki itu. karena sampai tiga hari ini, Asmirandah belum juga di ketemukan.
"Kak, kenapa diam saja?"tanya Tiara mencoba untuk membuyarkan lamunan dari laki-laki itu.
"tiba-tiba saja Asmirandah menghilang tanpa diketahui di mana keberadaannya."ucap laki-laki berwajah manis itu dengan ekspresi wajah nelangsa.
"APA?!" kontan saja, Hal itu membuat Tiara yang mendengarnya seketika memekik dengan keras. hingga membuat atensi dari sebagian orang, fokus terhadapnya. dan hal itu sempat di rutuki oleh wanita berambut panjang itu. karena dirinya lupa jika saat ini telah berada di rumah sakit.
"kenapa bisa begitu?"tanya Tiara dengan nada yang sedikit dipelankan.
Dan pada akhirnya, dan pun menceritakan semuanya pada wanita yang berstatus sebagai sahabat istrinya itu.
"apakah kamu tahu siapa kira-kira yang berpotensi sebagai pelaku dalam hilangnya Asmirandah ini?"tanya Zidane setelah selesai menceritakan semuanya.
"apakah Naomi?"tanya wanita itu menebak.
"bisa jadi."jawabnya dengan singkat. tak lama berselang, laki-laki itu segera berdiri dan berjalan untuk menemui Naomi di kediaman Orlando.
Namun sayangnya kegiatan itu harus urung dilakukan oleh Zidane. karena tepat saat laki-laki itu mengayunkan kakinya beberapa langkah, seseorang memanggilnya dari arah belakang.
"Tuan Zidane, Anda mau ke mana?"tanya seorang dokter yang telah memantau kondisi dari putranya selama ini.
__ADS_1
"saya mau keluar sebentar dok. emangnya ada apa?"tanya laki-laki itu menatap datar ke arah wanita itu.
"oh saya pikir mau ke mana. soalnya, sebentar lagi ini Putra anda akan segera dibawa pulang."ucap dokter itu mencoba untuk menjelaskan.
Dan hal itu, sukses membuat Zidan akhirnya mengurungkan niatnya untuk menemui Naomi.
"kamu bisa tolong aku, kan?"tanya Zidane pada sahabat istrinya itu.
"tolong apa Kak? kalau aku bisa menolong, aku akan menolongnya."sahut Tiara dengan cepat.
"tolong gendong putraku. kita akan pulang ke rumah."ucap laki-laki itu dengan ekspresi wajah mengiba. dan hal itu langsung dijawab anggukan kepala oleh si perempuan.
"terima kasih."
"sama-sama. lagian Kakak ini seperti sama siapa saja. aku dan juga Asmirandah, sudah seperti saudara kandung."Tiara tersenyum lebar.
Dan pada akhirnya, hari itu juga bayi mungil buah cinta antara Zidane dan juga Asmirandah resmi dibawa pulang. di dalam perjalanan, mereka tak henti-hentinya memandangi wajah tampan dari bayi mungil itu.
"Kakak mau beri nama siapa jagoan kecil ini?"tanya Tiara Seraya mengusap pipi mungil bayi yang ada dalam gendongannya itu.
"Haidar Prakoso."jawabnya menoleh sekilas ke arah sahabat istrinya itu.
****
(benar Bos. kondisi dari bayi mungil itu sepertinya menunjukkan kemajuan yang sangat pesat.)
"sialan! "umpat Naomi dengan nada yang sangat kesal.
(apa yang harus saya lakukan Bos?)
Sejenak wanita yang berstatus sebagai kakak kandung dari Asmirandah itu terdiam. hingga tak lama berselang, muncul sebuah ide yang sangat brilian di dalam kepalanya.
"biarkan saja dia hidup. aku ingin tahu bagaimana rasanya memiliki anak tiri dan setiap harinya, akan aku siksa."ucapnya Seraya terbahak keras.
(baik)
Setelah sambungan telepon itu terputus, Naomi segera menghubungi seseorang di seberang sana.
__ADS_1
(kau bisa melakukannya sekarang. Pastikan, wanita itu benar-benar mengandung benih darimu. maka dengan seperti itu, Zidane akan hancur dan akan secara cuma-cuma memilihku."
(oke laksanakan.) terdengar suara yang sangat girang dari seberang sana. hal itu sukses membuat Naomi yang mendengarnya, juga ikut tersenyum. namun senyuman dari wanita itu, sangatlah mengerikan.
"sekarang kau akan benar-benar hancur sayangku."setelah mengatakan hal itu, Naomi segera kembali masuk ke dalam kamarnya.
****
"halo sayang, hari ini dan seterusnya kau akan menjadi milikku. dan aku akan pastikan, kau tidak akan pernah aku lepaskan."ucap laki-laki itu Seraya mengusap pipi dari wanita yang sangat ia cintai itu.
cup cup cup
Berkali-kali, laki-laki itu mendaratkan kecupannya di wajah cantik milik Asmirandah. dan tak berselang lama, laki-laki itu menatap ke arah bibir ranum itu. dan hendak menyerangnya.
Namun seketika gerakan itu terhenti saat melihat sesuatu yang merembes keluar dari dalam baju wanitanya itu.
"oh dapat minuman gratis ternyata."gumamnya Seraya tersenyum nyeringai. setelahnya tanpa basa-basi, laki-laki itu segera menyerang bagian yang mengeluarkan air kehidupan itu.
Hingga beberapa kali membuat si wanita itu, melenguh karena aksi dari laki-laki itu. dan setelah puas menikmatinya, laki-laki itu segera pergi dari sana dengan senyuman yang begitu lebar terpatri di wajahnya.
"belum saatnya Sayang."bisik laki-laki itu Seraya pergi dari sana. namun sebelum itu, menyempatkan diri untuk mencium pipi dari wanita itu.
***
Oeekk Oeekk Oeeekk
Sayup-sayup terdengar suara tangisan seorang bayi. dan hal itu sukses membuat Zidane yang ada di sebelahnya, seketika terbangun. dan dengan segera, laki-laki berwajah manis itu menggendong dan menenangkannya.
Tak lama berselang, Tiara datang menghampirinya dengan raut wajah khawatir. Karena Wanita itu, mendengar suara tangisan bayi yang cukup keras.
"kenapa kak?"tanya Tiara Seraya mengambil alih bayi mungil itu dari gendongan ayahnya.
"aku juga tidak tahu. tapi aku sudah mengecek semuanya dan semuanya normal."jawab laki-laki itu dengan nada yang kebingungan.
"mungkin saja Dia haus."celetuk Tiara Seraya mencoba menimang-timang bayi mungil itu.
Tentunya Hal itu membuat Zidane yang mendengarnya, seketika menepuk keningnya sendiri. maklum saja laki-laki itu baru saja berganti status sebagai seorang ayah. tentunya hal itu menjadi hal baru untuk laki-laki berwajah manis itu. jadi, rasanya wajar jika masih perlu belajar dan mendalami karakter.
__ADS_1
Tanpa basa-basi, laki-laki itu segera membuatkan minuman untuk putra tercintanya itu. dan benar saja apa kata Tiara. mulut mungil dari bayi itu segera menghisap dengan sangat kuat saat ujung dari dot itu masuk ke dalam mulut mungilnya.