
Beberapa saat kemudian...
Kini, Zidane dan juga Chandra telah sampai di sebuah tempat yang alamatnya, baru saja dikirimkan oleh Jordan.
"apa benar alamatnya ada di sini?"tanya laki-laki berwajah manis itu pada laki-laki yang ada di sebelahnya.
"menurut informasi yang diberikan oleh Jordan, ini adalah tempatnya."balas Candra Seraya menatap lurus ke depan.
Zidane, yang mendengar itu hanya menganggukkan kepala. dan dengan segera, laki-laki berwajah hitam manis itu bersembunyi di tempat yang memang telah ia siapkan sebelumnya. sementara Chandra, laki-laki itu harus bersiap untuk memerankan perannya dengan baik.
Tak lama berselang, seseorang datang menghampiri laki-laki yang berprofesi sebagai dokter itu. siapa lagi orangnya, jika bukan Jordan. ekspresi wajah dari laki-laki itu, tampak sekali berbeda. dengan mata yang sesekali akan menatap awas mengawasi kesetaraan. persis seperti seorang penjahat yang tengah mengawasi situasi dan keamanan.
Dan hal itu, pun, tidak lepas dari pengawasan Zidane. laki-laki berwajah hitam manis itu seperti tidak mengenali siapa orang yang ada di hadapannya saat ini. karena Jordan, benar-benar seperti orang asing baginya.
"ehem. hai bro, apa kabar?"tanya Candra Seraya berdehem pelan. sebisa mungkin, laki-laki yang berprofesi sebagai dokter itu tidak menimbulkan sesuatu yang sangat mencurigakan di hadapan Jordan.
Agar laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu tetap akan berperilaku sesuai dengan rencana mereka.
"untuk apa kau datang kemari?"tanya Jordan Seraya menyilangkan kedua tangannya di depan dada. hal itu sukses membuat Candra yang mendengarnya, seketika menteri tidak suka.
"kenapa kau bertanya seperti itu? bukankah kita sahabat?"tanya laki-laki itu dengan nada suara yang tidak suka. seperti ada sesuatu yang mencubit hatinya. kala mendengar kalimat itu, keluar dari mulut sahabatnya.
"dulu, memang kita sahabat. tapi setelah aku pikir-pikir, semua orang berpotensi untuk menjadi musuh. dan untuk hal itu, aku harus melakukan tindakan waspada."jawabnya dengan nada suara yang sangat tenang.
Tentunya Hal itu membuat Chandra yang mendengarnya, seketika terbangun di tempat. karena laki-laki itu merasa, bahwa Jordan kali ini bukanlah seperti Jordan yang dulu. mereka adalah sosok yang berbeda walaupun dengan wujud yang sama.
__ADS_1
"apa kau baik-baik saja?"Chandra terus mencoba untuk bertanya dan mengorek informasi seharus mungkin dari sahabatnya itu.
"aku baik-baik saja. sangat baik malah."gumamnya tersenyum tipis.
"kenapa kau menghilang tanpa jejak seperti ini? apakah kau sudah menghubungi keluargamu?"tanya Chandra dengan hati-hati.
"untuk apa?"tanya laki-laki yang memiliki jambang tipis di wajahnya itu Seraya menoleh ke arah Chandra.
"untuk apa katamu? mereka itu adalah keluargamu. bagaimanapun juga, kau berada di dunia ini karena mereka."Chandra mencoba sekuat tenaga untuk tidak terpancing emosi. walaupun di dalam hati laki-laki itu, merasa sangat tercubit saat ucapan dari sahabatnya itu.
"saat ini, aku sama sekali tidak memperdulikan mereka semua. karena aku, sudah mendapatkan apa yang aku inginkan."ucapnya dengan tersenyum tipis.
"maksudmu apa?"tanya Chandra pura-pura tidak mengerti.
"aku sudah menikah! dan aku menikah dengan Asmirandah!"tanpa diduga oleh Chandra, Jordan mengakui hal itu. Chandra berpikir, dirinya akan sedikit kesulitan dalam mengkorek informasi dari sahabatnya itu.
"apakah kau sadar jika apa yang kau lakukan ini salah?"tanya laki-laki itu tidak habis pikir.
"apanya yang salah? kita adalah laki-laki dan juga perempuan. lalu kita sama-sama sendiri yang memutuskan untuk menikah. Lalu, Di mana letak kesalahannya?"tanya Jordan dengan satu alis terangkat.
Candra mulai memijat pelipisnya yang terasa berdenyut. bisa-bisanya laki-laki yang ada di hadapannya saat ini, mengatakan hal seperti itu. padahal semua orang tahu bahwa merebut sesuatu milik orang lain itu tidaklah baik. apalagi, orang itu adalah saudara sendiri. walaupun hanya saudara sepupu namun tetap saja namanya juga saudara.
"tapi Jordan, dia itu adalah istri dari kakakmu."ucapnya menatap tajam ke arah laki-laki berjambang tipis itu.
Dan itu, sukses membuat Jordan yang mendengarnya, menatap tajam ke arah Chandra. dan tanpa diduga-duga, laki-laki itu mencengkeram kerah baju milik Chandra. hingga membuat si pemilik, melotot ke arahnya.
__ADS_1
"jangan pernah campuri urusanku! jika kau masih nekat, maka kau akan menyesal seumur hidup!"ucapnya penuh dengan penekanan. dan setelahnya, Jordan segera mendorong tubuh milik Chandra untuk menja uh darinya.
Tanpa disadari oleh kedua orang laki-laki yang masih asyik berbincang-bincang itu, Zidane dengan perlahan-lahan mulai melangkahkan kakinya untuk memasuki sebuah bangunan yang ada di sana.
Dan pada saat itu pula, Asmirandah terlihat seperti baru saja keluar dari bangunan itu untuk berjalan-jalan. terlihat dengan wanita itu yang membawa pasukan di belakangnya. eh salah, para pengawal itu yang sepertinya mengikuti kemanapun Asmirandah pergi.
Karena di sana, terlihat jelas ekspresi dari Asmirandah terlihat sangat tidak menyukai keadaannya saat ini. dan itu sangat terlihat dengan jelas.
Secara diam-diam, Zidane mengangkat sesuatu benda dan meniupka nya ke arah para pengawal itu. dan tak lama berselang, mereka semua akhirnya tepar.
Sontak saja hal itu membuat Asmirandah pada awalnya merasa sangat terkejut. namun sesaat kemudian, kedua matanya seketika memanas saat tidak sengaja menatap ke arah seseorang yang sangat ia cintai. tanpa pikir panjang lagi, wanita itu segera berlari ke arah laki-laki yang sangat ia cintai itu.
brughh
Asmirandah menerjang tubuh Zidane. hingga membuat mereka berdua, seketika berguling-guling di atas tanah.
"Abang hiks hiks hiks. aku sangat mencintaimu aku sangat merindukanmu!" ucap wanita itu dengan tubuh bergetar hebat karena menahan sesak di dalam dadanya.
Sementara Zidane, laki-laki itu hanya terdiam karena tubuh dan mulutnya terasa sangat keluh tidak bisa digerakkan. mungkin karena rasa rindu yang sangat membuncah di dalam hatinya. sehingga membuat mulut dan juga badannya, rasa begitu kaku tidak bisa digerakkan. dan yang hanya dapat dilakukan oleh laki-laki itu hanya membiarkan Semuanya terlalu begitu saja.
"kenapa Abang baru menemukan aku sekarang?"tanya wanita itu Serayu mendongakkan kepalanya. karena sejak tadi, wanita itu tidak mendapatkan respon apa-apa dari Zidane.
Barulah setelah mendapatkan pertanyaan dari Asmirandah, anggota tubuh dari laki-laki itu sudah mulai bisa berfungsi kembali.
"maafkan Abang sayang. Abang tidak bermaksud untuk mengecewakanmu."bisik laki-laki itu tepat di telinga Asmirandah.
__ADS_1
Lagi Dan Lagi, kedua insan itu seketika menangis sesungguhkan karena dapat dipertemukan kembali. Walaupun, dengan cara yang begitu memprihatinkan.