
Saat ini, tibalah waktunya kedua pasangan suami istri itu untuk pergi menemui keluarga dari Zidane. sebenarnya, Jordan sama sekali tidak ingin menghadiri acara itu. Namun karena desakan dari sang ibu, mau tidak mau Jordan harus melakukannya.
"kamu sudah siap?"tanya Jordan menatap ke arah sang istri dengan tatapan yang begitu memuja.
Asmirandah yang mendengar itu pun hanya menganggukkan kepala. tak lama berselang, sepasang suami istri itu segera menuju ke tempat di mana mereka akan melakukan sesi foto keluarga. karena ini, memang sudah rencana Jordan dari awal.
Mereka terlihat seperti sebuah keluarga yang begitu saling menyayangi satu sama lain. dan siapapun yang melihat itu, tidak akan pernah menyangka jika pernikahan mereka diawali dengan adegan penculikan.
Setelah beberapa kali pose, pada akhirnya Jordan meminta para fotografer itu untuk mencetak dan membingkai foto-foto keluarga kecilnya menjadi begitu indah.
"setelah ini, kalian bisa memasangnya di kamar saya dan juga ruang tamu. beli bingkai foto yang paling menarik yang pernah ada di dunia."perintah laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu dengan ekspresi wajah yang begitu datar.
"baik Tuan."sahut mereka serempak Seraya menundukkan kepalanya.
Setelah itu, Jordan segera membawa Asmirandah untuk menemui keluarga besar dari Prakoso. sementara baby Ara sendiri, dititipkan pada salah satu pelayan yang memang telah merangkap menjadi pengasuh putri dari Jordan dan juga Asmirandah itu.
"nanti kalau dia menangis, langsung dikasih susu yang ada di kulkas jangan lupa dipanaskan dan disterilkan."pesan Asmirandah pada pelayan itu.
"baik nyonya. Nyonya tenang saja."ucapnya saya membungkuk hormat.
Sebenarnya Asmirandah merasa tidak tega jika harus meninggalkan Ara seorang diri. tapi mau bagaimana lagi wanita itu terlalu takut untuk menolak permintaan dari laki-laki yang ada di hadapannya saat ini. karena ada keselamatan orang-orang yang dipertaruhkan jika dia sampai menolak permintaan itu.
__ADS_1
Pada akhirnya, Asmirandah benar-benar pergi bersama dengan Jordan. selama di perjalanan, baik di darat ataupun di udara, mata dari wanita itu tak henti-hentinya memantau perkembangan dari putrinya. karena memang, ponsel milik Jordan dilengkapi dengan alat penyadap dan juga CCTV. sehingga, dapat memantau perkembangan putrinya dari jarak jauh. walaupun dirinya tidak ada di tempat itu.
Setelah menempuh perjalanan hampir 15 jam, pada akhirnya Jordan dan juga Asmirandah telah sampai di bandara internasional di negara itu. sesampainya mereka di dalam sebuah mobil yang memang telah dipersiapkan oleh Garda, Jordan segera mengenakan topeng kulit itu pada Asmirandah.
"selama di sana nanti, jangan pernah menampakan wujud asli. apakah kamu mengerti, sayang?"tanya laki-laki itu dengan ada yang begitu lembut. namun entah mengapa, suara itu justru terdengar begitu mengerikan di telinga Asmirandah. hingga membuat wanita itu seketika menganggukkan kepala dengan cepat.
"good girl!"seru laki-laki itu Seraya mengusap kepala dari Asmirandah dengan penuh kasih sayang.
tak membutuhkan waktu lama, pada akhirnya mobil yang membawa Jordan dan juga Asmirandah, telah sampai di depan gerbang Mansion utama milik keluarga Prakoso.
Ternyata, suasana masih terlihat begitu sepi karena belum ada banyak tamu yang datang. karena memang, acara akan diselenggarakan pukul 01.00 siang. dan saat ini, waktu baru menunjukkan pukul 12. sehingga masih ada satu jam untuk mereka menghabiskan waktu bersama.
"Jordan kau sudah datang?!"pertanyaan dari seseorang yang berada di belakang mereka, membuat keduanya seketika menoleh secara bersamaan.
"sldi... dia siapa?"tanya wanita paruh baya itu dengan nada suara tergagap.
sementara Jordan yang mendengar pertanyaan dari ibunya, seketika segera memperkenalkan wanita yang ada di sampingnya saat ini.
"kenalin dia namanya Sheila. pacar dari Jordan."laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu segera memperkenalkan Asmirandah sebagai Sheila.
Karena memang, laki-laki itu mengambil nama tengah dari Asmirandah untuk diperkenalkan kepada anggota keluarga yang lain. sehingga, tidak muncul kecurigaan nantinya.
__ADS_1
Dengan perasaan canggung, Asmirandah segera menyalami tangan dari wanita yang saat ini telah menjadi Ibu mertuanya itu. dan sesekali, Asmirandah akan menatap ke arah Jordan guna meminta sedikit perlindungan dari laki-laki itu.
Namun sayangnya, Jordan memberikan sebuah kode pada Asmirandah. kode yang menyuruhnya untuk tetap bersikap baik terhadap wanita paruh baya yang ada di hadapannya saat ini.
"kapan kalian menjalin hubungan?"tanya Sahara dengan raut wajah yang masih tidak percaya.
"sudah hampir 2 tahun. dia adalah wanita yang berada di tempat Jordan bekerja."sahut laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu.
Sahara seketika melotot tajam."oh pantas saja kamu tidak ingin pulang. ternyata, di sana kau memiliki seorang wanita. apakah kalian sudah tinggal bersama?"tanya Sahara dengan tatapan penuh selidik.
Sebenarnya Jordan ingin sekali mengatakan bahwa mereka memang telah tinggal bersama dan bahkan telah memiliki seorang putri. Namun Jordan sangat tahu bahwa keluarganya itu sangat menjunjung tinggi sebuah perilaku baik sebejat-bejatnya senaka-nakalnya anggota keluarga Prakoso, mereka sangat melarang keras melakukan tindakan tinggal satu atap bersama dengan wanita yang tidak memiliki ikatan. karena itu akan mencoreng nama baik dari keluarga itu sendiri.
Jordan dengan terpaksa, menggelengkan kepalanya. "kami tinggal di tempat yang berbeda."sahur Jordan mencoba untuk meyakinkan ibunya.
****
Sementara itu di dalam Mansion, terlihat Tiara yang berdandan dengan begitu cantik dengan balutan dress berwarna peach dipadupadankan dengan jepit rambut yang berwarna senada. ditambah lagi, dengan sepatu heels yang juga berwarna senada.
Sungguh wanita yang ada di dalam kamar saat ini, telah menjelma menjadi sosok wanita yang begitu anggun dan juga memiliki aura bidadari. namun sayangnya, paras dan juga auranya itu berbanding terbalik dengan sifat dan juga sikap kasar dari Tiara.
Bagaimana tidak? wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu, bahkan mengambil uang yang memang telah dipersiapkan oleh Oma Keisha untuk keperluan Elvio dan mempergunakannya untuk mempercantik diri. sehingga Tiara saat ini, benar-benar memiliki kulit yang begitu mulus dan juga bening.
__ADS_1
Walaupun dirinya berasal dari keluarga yang juga setara dengan keluarga Prakoso, namun wanita itu tidak pernah mempercantik diri sebelumnya. karena mungkin, dulu dirinya ,terpengaruh oleh sifat dari Asmirandah.
Namun sekarang semuanya telah berubah. mungkin saja, dua wanita yang sempat bersahabat itu saat ini telah menjadi dua orang yang begitu berlawanan.