Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 168


__ADS_3

Sementara itu di kamar yang ditempati oleh Tiara, wanita itu tengah mengamuk dengan sangat hebat. karena sama seperti Zidane, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu juga baru saja melihat story milik laki-laki berjambang tipis di wajahnya itu.


"aaarrrgggh! sialan kau Asmirandah! kau benar-benar wanita penghianat!"teriak wanita itu dengan begitu kencangnya. hingga membuat bayi mungil yang awalnya tertidur pulas itu, seketika terbangun dan menangis cukup nyaring.


Memang untuk ukuran bayi prematur, putra dari Zidane dan juga Tiara itu merupakan bayi yang cukup ajaib karena sudah memiliki berat badan ideal dengan keadaan lahir prematur 6 bulan. karena selama hamil, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu dipaksa Oma Keisha untuk memakan makanan yang begitu tinggi protein dan juga karbohidrat. hingga membuat bayi yang dikandung wanita itu, begitu gembul.


"diam kau bocah sialan!"hardik Tiara dengan suara yang begitu menggelegar. Beruntungnya, Wanita itu telah mengaktifkan alat peredam suara di dalam kamar pribadinya itu. sehingga apa yang terjadi di dalam sana, tidak akan pernah terdengar oleh siapapun.


Tanpa pikir panjang lagi, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu segera menyumpal mulut mungil bayi malang itu agar tidak menangis terus menerus.


Setelah melakukan sesuatu yang begitu mengerikan kepada bayinya, kini Tiara kembali menatap nyalang ke arah ponsel yang berada di tangannya.


"andai saja aku tahu di mana tempatmu tinggal? maka aku akan langsung mendatangimu dan langsung menghabisimu!"ucapnya dengan mengepalkan tangannya kuat-kuat.


Dan pada akhirnya, karena merasa begitu kelelahan, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu segera merebahkan dirinya untuk memejamkan mata. Tiara sama sekali tidak memperdulikan bayi mungil yang saat ini berada di dalam box bayi dengan tangisan tertahan. karena mulut mungilnya, masih disumpal kain.


Sesaat setelah memejamkan mata, wanita itu kembali membuka kedua matanya. "ck. kau ini menyusahkan sekali!"gumamnya menatap nyalang kepada bayi malang itu. dan dengan kasar, membuka sumpelan kain yang ada di dalam mulut mungilnya.


Hingga tak lama berselang, tangisan nyaring itu kembali terdengar. namun demikian wanita itu sama sekali tidak peduli Dia memutuskan untuk kembali memejamkan matanya.


Sungguh, Tiara adalah sosok iblis yang sebenarnya. bagaimana seorang ibu yang baru saja melahirkan dan bertaruh nyawa, bersikap sedemikian rupa terhadap bayi yang tidak berdosa itu? sungguh Tiara benar-benar sudah dirasuki dendam yang luar biasa. sehingga membuat wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu, menjadi kejam seperti itu.

__ADS_1


****


"apakah Tiara sudah tidur?"tanya Oma Keisha pada anggota keluarga yang masih berada di ruang keluarga.


"sepertinya sudah."jawab Sahara Seraya sesekali menatap ke arah ponselnya itu.


"apakah cicitku baik-baik saja?"tanya wanita renta itu dengan raut wajah cemas.


"tenanglah Oma. Bukankah Oma mengatakan jika Tiara itu adalah sosok wanita yang lemah lembut dan juga penyabar, dia pasti bisa menangani putranya itu seorang diri."Garda mencoba untuk menenangkan sang ibu.


Karena memang tradisi di keluarga Prakoso adalah, setiap anggota keluarga yang baru saja melahirkan tidak boleh dibantu oleh siapapun. termasuk oleh keluarganya sendiri. karena Oma Keisha yakin, jika seorang ibu yang mampu mengurus keturunannya sendiri, akan lebih dekat satu sama lain.


Keluarga mereka akan saling membantu, jika diperlukan saja. Seperti baru saja keluar dari rumah sakit. karena memang, seorang ibu yang baru saja melahirkan harus membutuhkan istirahat yang cukup. dan itulah alasan, kenapa waktu baru saja datang ke kediaman Prakoso, Oma Keisha yang mengambil alih putra dari Tiara dan juga Zidane.


"kau benar! menantu pilihanku itu, pasti akan bisa untuk mengatasi dan mengurus anaknya sendiri."ucapnya tersenyum lebar.


Sementara Ajeng dan juga Zidane yang kebetulan lewat dan tidak sengaja mendengar penuturan dari wanita sepuh itu, mendadak menjadi khawatir. dengan segera, Ajeng menarik tangan dari putranya untuk sedikit menjauh dari tempat itu.


"kenapa Mami jadi mengkhawatirkan putramu?"tanya wanita paruh baya itu dengan raut wajah gelisah. dirinya memang tidak menyukai Tiara. tapi, dirinya menyayangi putra dari Zidane seperti menyayangi cucunya yang lain. dan tentunya itu adalah Haidar.


"aku juga merasa seperti itu Mi. tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa. sebaiknya, besok saja kita tanyakan hal ini pada Tiara sendiri."sahut Zidane yang melangkahkan kakinya untuk kembali masuk ke dalam kamar pribadinya.

__ADS_1


Meninggalkan Ajeng yang terlihat masih cemas di tempatnya berdiri saat ini. "semoga tidak terjadi apa-apa pada bayi malang itu."gumam wanita paruh baya itu, dengan sedikit menggigit bibir bawahnya. terlalu merasa cemas.


****


Sementara itu di tempat lain, lebih tepatnya di kediaman Peter, Celine terlihat masih setia menatap ke arah Naomi yang masih belum sadarkan diri. wanita paruh baya itu, masih terduduk di samping ranjang kamar itu.


Membuat Indra yang melihatnya, seketika berdecak kesal."Kau ini kenapa perhatian sekali dengan wanita itu?"tanya laki-laki paruh baya itu dengan raut wajah yang sama sekali tidak suka saat melihat interaksi antara istri dan juga mantan menantunya itu.


"memangnya aku tidak boleh berbuat baik dengan sesama manusia? Sudahlah! daripada kau terus menggerutu seperti ini, lebih baik kau istirahat terlebih dahulu."perintah wanita paruh baya itu pada sang suami.


Indra yang mendengarnya, seketika melotot tajam. Namun demikian, laki-laki tetap menurut saja.


"jangan lama-lama!"peringat laki-laki itu dengan raut wajah tugasnya.


"iya dasar bawel!"sahut Celine dengan ketus. membuat suaminya itu, seketika mendelik tidak suka.


Sepeninggal dari laki-laki paruh baya itu, racun kembali menatap ke arah Naomi yang masih tetap setia memejamkan matanya. jika tidak ingat dirinya ingin berbalas dendam terhadap Asmirandah, mungkin aja Celine tidak akan pernah sedih untuk menolong wanita yang telah berhasil menghancurkan keluarganya itu.


" hei ayo cepat bangun! sampai kapan kau akan tetap memejamkan mata seperti itu? apakah kau tidak lelah? apakah kau tidak ingin membalaskan dendam kepada orang-orang yang telah membuatmu seperti ini? maka dari itu, ayo bangunlah!"ucap wanita itu dengan suara yang begitu lantang. persis seperti seseorang yang kehilangan kewarasannya.


"huh dasar wanita tidak berguna! kenapa juga, Putraku sempat tergila-gila padamu?! Padahal, kalau dilihat-lihat, kau ini lebih cantik Asmirandah!!"ucap wanita itu masih mengomel seorang diri.

__ADS_1


Dan tak lama berselang dari itu, kedua sudut mata dari Celine mengeluarkan cairan bening yang semakin lama semakin deras karena teringat akan Putra semata wayangnya yang telah tiada karena Asmirandah.


__ADS_2