Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 252


__ADS_3

Beberapa hari kemudian....


Kini kondisi dari Asmirandah dan juga yang lain benar-benar telah menunjukkan kenaikan yang cukup pesat. namun ketika orang itu belum mengetahui jika Elvio dan juga Arabella sudah berada di sana. karena Zidane memang sengaja tidak memberitahukan hal itu pada Asmirandah terlebih dahulu. agar wanita cantik itu, sedikit bisa beristirahat dengan tenang.


Oeeekk Oeeekk Oeeekk


Asmirandah seketika langsung berdiri. saat wanita cantik itu, mendengar suara dari tangisan bayi yang bersahut-sahutan.


Tak lama berselang dari itu, kedua bola mata dari Asmirandah membulat dengan sempurna saat mengingat sesuatu.


"astaga! aku melupakan Arabella!" pekik wanita itu dengan nafas tersengal-sengal. tak membutuhkan waktu lama, Asmirandah segera berlari untuk menghampiri Zidane dan menanyakan bagaimana keadaan Elvio dan juga Arabella.


"Zidane!! kau ada di mana?!"teriak wanita itu seperti orang yang kesetanan. beberapa kali Asmirandah sempat memukul kepalanya Karena bisa-bisanya Wanita itu melupakan tentang putrinya.

__ADS_1


Walaupun Asmirandah sangat membenci Jordan, akan tetapi wanita itu tidak sampai hati jika harus membenci Arabella juga. Karena bagaimanapun juga, bayi perempuan itu tidak tahu tentang masalah yang dihadapi oleh kedua orang tuanya.


Wanita itu semakin merasa panik saat tidak mendengar sahutan sama sekali dari Zidane. tanpa pikir panjang lagi, wanita itu segera berlari ke belakang rumah. mana tahu, Zidane berada di sana.


Langkah dari Asmirandah seketika terhenti. saat kedua matanya, melihat dengan jelas ada dua bayi yang tengah digendong oleh beberapa pelayan di sana. dengan langkah gemetar, wanita cantik itu mengayunkan kakinya untuk menghampiri kerumunan para manusia itu.


"Arabella,"lirih Asmirandah dengan lelehan air mata yang mulai membasahi pipinya. dengan perasaan campur aduk, wanita cantik itu segera menghampiri putrinya kemudian langsung menggendongnya dengan gerakan cepat.


Tentunya Hal itu membuat orang-orang yang ada di sana, sempat merasa terkejut. mereka hampir saja berteriak. karena mengira, bahwa Asmirandah adalah seorang pencuri.


Membuat wanita itu, seketika mendongakkan kepalanya."kapan kau membawa mereka?"Asmirandah bertanya tanpa memperdulikan ucapan dari laki-laki itu.


"sesaat setelah kau berada di rumah sakit itu dan mendapatkan perawatan."sahut Zidane santai.

__ADS_1


Mata dari Asmirandah seketika membola saat mendengar penuturan dari laki-laki itu. "jadi dia sudah berada di sini semenjak beberapa hari yang lalu? dan kau tidak memberitahukan hal itu padaku? Kau benar-benar jahat!"seru Asmirandah merasa tidak terima karena dibohongi oleh laki-laki itu.


Zidane seketika menggeleng. "bukan maksudku untuk membuatmu khawatir seperti ini. hanya saja, saat itu kondisimu sedang tidak baik-baik saja. sehingga, aku memutuskan untuk merahasiakan ini terlebih dahulu sampai kau benar-benar sehat." balas laki-laki itu.


"Mama, Ayah. mereka ini siapa?"pertanyaan dari Haidar itu sukses membuat dua mantan suami istri itu saling pandang satu sama lain.


Karena memang mereka berdua merasa sangat bingung untuk menjelaskan hal ini pada Haidar.


"mereka berdua itu adalah adik-adik dari Haidar."Asmirandah dan juga Zidane seketika menoleh. saat indra pendengaran dari kedua manusia itu menangkap suara seseorang.


"Mi," tegur Zidane Seraya menatap ke arah Maminya.


"kenapa? bukankah apa yang mami katakan itu benar?"balas wanita paruh baya itu Seraya tersenyum penuh arti.

__ADS_1


'semoga kalian bisa bersatu kembali ' batin Ajeng sangat berharap.


__ADS_2