Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 96


__ADS_3

vita dan alin langsung menoleh ke arah satria dan juga ramma, mereka terkejut karena ramma dan satria juga mengenal maira, perempuan yang mereka temui di mall dulu.


maira langsung turub dari podium penonton, dan dia langsung memeluk ramma dengan sangat erat. bahkan satria juga langsung ikut berpelukan sedangkan bram hanya tersenyum melihat mereka berpelukan.


ada tanda tanya besar di fikiran alin dan vita, mereka hanya bisa saling pandang karena sama sekali mereka tidak tau siapa maira yang sebenarnya. setelah berpelukan vita mulai bertanya sama ramma kenapa dia bisa mengenal maira.


"sayang kamu kenal sama maira, kenal dari mana" ucap vita yang penuh tanda tanya


"hay vita, hay alin apa kabar... kangen deh bisa kumpul bareng lagi sama kalian" ucap maira ke vita dan alin


"kalian sudah saling kenal ternyata. sayang kenalin ini adik aku yang aku pernah cerita ke kamu, kamu sudah tau kan kalau nama dia maira jadi aku tidak perlu ngadih tau lagi" jawab ramma


"jadi maira ini adik yang kamu ceritakan ke aku dulu, yang katanya dia ingin kenal aku secara langsung" tanya vita dan ramma hanya bisa mengangguk


"jadi kak maira itu ngerjain kita tadi, pakai nyamar jadi perempuan gila segala" ucap alin


"iya maaf yah... memang sengaja, aku ingin kasih kalian kesan saat ketemu sama aku, jadi terpaksa deh aku rela ngebuat diriku malu sendiri kaya tadi" jawab maira


"rencana kita berhasil kak bram" ucap maira sambil tos dengan bram


"jadi bram loe tau kalau maira sudah pulang, dan ini semua rencana kalian berdua" tanya satria


"iyalah tau... kan gue yang atur ini semua, tapi gue juga terkejut saat maira bisa bertingkah kaya tadi. mangkanya gue hanya bisa menahan senyum saja" jawab bram


"dasar yahh, Ra kamu ini tidak pernah berubah, dari dulu suka banget ngerjain kita.... awas kamu yahhh" ucap ramma


"ampun kak... ampun... " jawab maira sambil mundur mundur ke belakang


"ram, kita apain ini anak yah.... kita habisin aja bagaiman ha ha ha ha"


"ide yang bagus sat... jangan pernah lepasin dia lagi" jawab ramma

__ADS_1


"kak... jangan... maira capek lari terus.... KAKAK..... JANGAN KEJAR AKU... " teriak maira sambil berlari




karena maira sudah capek, jadi dia hanya bisa berlari sebentar saja. dengan mudah ramma dan satria menangkap maira, dan mereka langsung ngelitikin tubuh maira hingga maira lemas karena ketawa


"Ampun kak.... ampun... jangan kelitikin lagi... maira sudah tidak tahan lagi, lemes banget kak.... Ampun, tidak lagi lagi deh, maira ngerjain kalian lagi. maira kapok... beneran kak maira kapok" ucap maira sambil jongkok karena lemas


setelah bercanda kini mereka semua memutuskan untuk pergi makan bersama, untuk cerita cerita dan setelah itu, mereka pergi bermain bersama.


waktu sudah menunjukan sore hari, mereka memutuskan untuk pulang, vita bersama ramma, maira di antar bram untuk pulang ke rumah ramma, dan alin di antar pulang sama satria ke rumahnya.


maira juga sangat tidak sabar ingin bertemu mama dan papanya terlebih lagi ponakan yang selama ini dia tinggal.


setelah beberapa jam perjalanan, akhirnya mobil bram dan ramma sudah sampai di pekarangan rumah mewah ramma. dan maira langsung turun trus berlari masuk untuk mencari keberadaan mama dan papanya itu.


maira menemukan sosok ratih yabg sedang berdiri di dapur, dengan segera maira memeluk erat ratih dari belakang.


ratih yang sudah sangat mengenal suara itu, dia hanya tertegun tidak percaya kalau itu adalah maira.


"mama... ini maira ma, maira kangen sama mama" ucap maira aambil memeluk maira


"maira!! maira anak mama... Ya Allah mairaaaa... mama kangen sama kamu nak" ucap ratih sambil berbalik memeluk dan mencium maira


willy yang mendengar keributan di dapur, dia langsung datang untuk melihat apa yang sedang terjadi. willy juga terkejut saat dia melihat istrinya sedang memeluk tubuh maira.


"Maira!!" ucap willy


"papa.... " jawab maira dan langsung berlari memeluk willy. mereka bertiga kini saling peluk untuk melepas rindu yang lama mereka pendam.

__ADS_1


"anak nakal.... kenapa tidak perbah mengunjungi mama dan papa, apa kamu sudah tidak sayang sama kami lagi" ucap ratih sambil menjewer telinga Maira


"iya... ma, kita jewer aja ni telinga anak ini, bahkan dia juga tidak pernah ngasih kabar ke kita" jawab willy sambil menjewer telinga maira yang sebelah kanan


"mama papa ampun.... jangan jewer lagi.... iya iya maira salah.... maira minta maaf, maira janji maira tidak akan pernah pergi lagi, maira akan tetap tinggal di indonesia bersama kalian. " ucap maira sambil. menggeliyat karena sakit di telinganya


"janji yah kamu, jangan pergi pergi lagi.... diam di indonesia jangan suka jalan jalan sendiri" jawab ratih sambil melepas jewerannya


"iya mama... untung tidak lepas telinga ku, hufffttt.... seharusnya itu kalian sayang sayang maira, di tanyain sudah makan atau belum, atau mau di belikan apa gitu... ini malah di jewer..." ucap maira


bram, ramma dan vita yang melihat itu langsung tertawa terbahak bahak... ramma juga nerasa senang sekali kalau maira tidak ingin pergi lagi ke luar negeri, karena dengan maira di dekat dia, ramma jadi makin mudah untuk menjaga orang orang yang dia sayang.


ramma juga berharap bisa menggantikan posisi ayu di dalam hati bram, karena hanya maira yang bisa membuat bram tertawa kembali, bahkan bram lebih suka curhat dengan maira ketimbang dengan ramma dan satria.


"ha ha ha ha ha jewel aja telus nek, jangan kasih ampun" ucap rendy yang ternyata melihat semua kejadian itu


semua mata langsung tertuju sama rendy yang tertawa puas dari lantai atas.


"bang, itu rendy..... " ucap Maira saat melihat anak kecil yang sedang tertawa


"rendy sini sayang... papi mau kenalin kamu sama tante ini" ucap ramma sambil memanggil Rendy


"iya papi..... " jawab Rendy dan rendy langsung berlari ke ramma


"hai rendy.... ya ampun, kamu sudah besar banget yahhh...." ucap maira sambil jongkok dan ngusap rambut rendy


"ihhhh sok kenal kamu, dasal aneh, jangan pegang pegang, lendy tidak suka di pegang pegang olang aneh kaya kamu... weeekkkk" ucap rendy sambil melet ke arah maira


"ohhh gitu.... yah sudah kenalin dulu, nama tante Maira, tante itu calon mami baru rendy lohh... jadi rendy harus patuh sama mami yahh sayang, kalau tidak mami maira akan jewer kuping rendi, mau di jewer" ucap Maira yang menggoda rendy


"apa mami balu, tidak mau.... lendy sudah punya mami vita, dan di dalam pelut mami vita ada adiknya lendy, jadi kamu tidak boleh jadi mami balu lendy.... dasal aneh ngaku ngaku saja" ucap rendy sambil memegang pinggangnya

__ADS_1


"kata siapa aku ngaku ngaku.... nihhh lihat ni.... hai ramma sayang, uuummmmaaahhhh" ucap maira sambil mencium pipi ramma


orang yang ada di ruangan itu hanya bisa diam dengan melihat perdebatan maira dan rendy, sedangkan vita dan ramma juga di suruh diam sama maira. kali ini maira ingin ngerjain ponakan dia yang ngeselin itu.


__ADS_2