
setelah makan siang rendy dan indah langsung menuju ke bandara untuk menjemput maira dan yang lainnya, karena mereka sudah ngasih kabar kalau mereka sudah turun dari pesawat.
drettt.... drett... dret... ponsel rendy bergetar
"ndah itu siapa, coba kamu angkatkan dan tolong di loudspeaker yah" ucap rendy dan indah langsung melihat siapa yang menelpon rendy
"ini tante maira rend yang telpon" jawab indah
"yah sudah kamu angkat saja tidak apa apa, toh dulu kamu pernah bertemu dengan dia" ucap rendy
"hahhh tapi itukan dulu banget, saat aku madih kecil, dan aku yakin tante maira pasti sudah lupa sama aku" jawab indah yang terkejut
"yah tidak apa apa, kamu kenalkan saja diri kamu sekarang sebagai calon istri ku" ucap rendy
"ihhh kamu tuh yah rend" jawab adinda
"sudah buruan angkat, nanti telponnya mati dan tante maira bisa bisa marah sama kita" ucap rendy
"iya iya aku angkat sekarang" jawwab indah dan indah langsung mengangkat telpon maira
indah : Assalamualaikum tante
maira : Waalaikum salam... ini nomer nya rendy kan, kenapa suaranya jadi perempuan
indah : maaf tante, rendynya lagi nyetir jadi tidak bisa angkat telpon, tapi kita sudah ada di jalan kok, ini juga sudah masuk ke area bandara
maira : ohhh oke... saya tunggu kalian berdua
indah : iya tante,
panggilan telpon berakhir
"ihh rend... tadi katanya kamu mau bantuin aku ngomong sama tante maira, ini malah kamu diam saja" ucap indah yang protes pada rendy
"he he he he emang sengaja, biar mereka tidak kaget saat aku datang sambil membawa perempuan " jawab rendy
__ADS_1
"ihh kamu tuh" jawab indah
"yah sudah kita turun sekarang, agar mereka tidak menunggu lama bisa bisa kita dijadikan santapan empuk buat mereka" ucap rendy
"yah sudah ayo" ucap indah
mereka berdua turun untuk mencari maira dan yang lainnya di ruang tunggu vvip, yang ada di bandara internasional itu.
"tante... om... " ucap rendy saat melihat maira dan bram
"rendy.... Ya Allah sudah besar aja kamu rend, makin tampan sekarang, mentang mentang sudah jadi bos besar, suka terlambat kalau njemput tantenya" ucap maira sambil menjewer kuping rendy
"ehhhh tante tante... jangan main jewer rendy dong... rendy sudah besar loh... kan malu kalau madih di jewer" protes rendy
"ohhh sudah besar... iya iya.. memang keponakan tante ini tidak pernah berubah yah dari kecil sampai sekarang tidak pernah mau kalau di salahkan" ucap maira
"rend... kamu bawa anak siapa ini rend... cantik banget, pacar atau selingkuhan ini" ucap bram
"om sembarangan aja kalau ngomong, masa kalian lupa sih sama dia" jawab rendy
"iya... om juga belum pernah ketemu sama gadis cantik ini" jawab bram
"ndah apa kamu tidak mau memperkenalkan diri kamu ke mereka" ucap rendy
indah yang sedari tadi hanya diam dan memperhatikan saja, kini dia merasa bingung ingin berbicara dari mana.
"perkenalkan, saya indah tante, mungkin tante lupa sama saya karena waktu itu tante bertemu saya sebelum tante menikah sama om bram," ucap indah
"hahh sebelum menikah, berarti itu sudah lama sekali dong, sekarang saja saya sudah punya anak yang maduk ke bangku perkuliahan " jawab maira
"iya tan, mungkin tante ingat sama gadis kecil yang bernama cindy, temannya rendy waktu di sekolah TK dulu " ucap indah
"cindy.... cindy temannya rendy di sekolah TK" ucap maira
"iya tante, sekarang saja saya lebih saering di panggil indah, mangkanya rendy juga memanggil saya indah" jawab indah
__ADS_1
"ohhh iya... tante ingat, gara gara kamu pergi ke luar kota, kamu saudah membuat rendy menjadi anak yang menutup diri, dia hampir tidak memiliki teman wanita karena tidak ada yang seperti kamu," ucap maira yang baru ingat tentang cibdy
"ohh iya tante, kenapa... rendy tidak pernah cerita sama saya yah " jucap indah
"yah mana berani dia bilang sama kamu, dia pasti malu untuk bilangnya, kamu tahu kan kalau dia selama ini terus mencari kamu tapi belum juga ketemu" ucap maira
"tante... om... sudah lah... jangan di bongkar semua, mami dan papi aja dudah aku bilangin untuk tidak bicara tentang itu, ehh ini malah tante yang ngebocorin sama indah" ucap rendy dengan wajah yang merah
"ha ha ha ha masa kamu malu sih rend, tidak apa apa lagi, toh indahnya juga mau menerima kamu apa adanya, iya kan ndah" ucap maira dan adinda hanya tersenyum saja mendengar itu semua
"loh ini tante alin dan om satria mana loh tan, mereka belum datang, bukannya kalian berangkatnya berasamaan yah" tanya rendy yang mencoba mengalihkan pembicaraan
"ada... mereka sudah datang, tapi tadi alin ke kamar mandi, dan kak satria mau beli kopi buat kita biar tidak ngantuk katanya" jawab maira
dan tak lama satria dan alin datang bersaamaan, mereka membawa beberpa gelas kopi untuk mereka semua, jadi sebelum pulang mereka menghabiskan kopi dulu di dalam bandara, dan setelah itu mereka pulang.
mereka menggunakan 2 mobil karena jika menggunakan mobil rendy saja tidak cukup, jadi rendy datang dengan membawa supir untuk mengendarai mobil yang satunya.
setelah beberapa saat di perjalanan mobil mereka sudah sambpai di pekarangan rumah ramma. dan mereka semuanya turun dari mobil sambil mengambil beberapa koper yang mereka bawa.
"ternyata rumah ini tidak jauh berbeda yah, hanya beberapa interior aja yang di ganti seauai perkembangan jaman" ucap maira sambil melihat tiap sudut rumah yang dulu dia tempati bersama ramma dan orang tuanya
"iya... ini juga kenapa rumah ini saepi banget, rend... papi dan mami kamu tahu kan kalau kita mau pulang hari ini" tanya satria yang merasa aneh karena ramma dan vita tidak menyambut mereka di depan rumah
"tahu kok om, mangkanya papi menyuruh rendy buat jemput om dan tante semua , mungkin papi ada di kantor sekarang, kalau mami dan nenek, biasanya mereka pergi belanja atau tidak mereka ngecek salon yang mami dirikan" jawab rendy
"hahh jadi mereka tidak ada yang menyambut kita nie... dan mereka malah sibuk dengan kerjaan masing masing, bener bener yah" ucap maira yang sedikit kesel
"iya ra... kayaknya kita aja deh yang ngasih kejutan buat mereka semua saat mereka pulang dari aktivitas mereka masing masing, sekarang kita masuk aja dulu " ucap satria
"iya kak... kita rencanakan di dalam aja, kita kasih kejutan yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya" jawab maira
"yah sudah ayo om tante... kita masuk rumah, kalian pasti capek sekali kan, yah sudah ayo masuk" jawab rendy
mereka semua berjalan menuju rumah, dengan tampang yang sedikit kesal dengan ulah ramma dan vita, karena malah sibuk dengan kerjaan masing masing, dan lupa kalau saudaranya baru pulang ke indonesia.
__ADS_1