Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 250


__ADS_3

kini yang ada di ruangan itu tinggal, adinda, jihan, icha, kiki, ramma, vita, dokter bimmo, reno, dan dekan.


mata ramma dan dokter bimmo kini memandang sinis ke arah dekan, sehingga membuat dekan itu merasa takut dengan tatapan itu.


"silahkan duduk tuan ramma, dokter bimmo. kalian mau minum apa, biar saya buatkan" ucap dekan itu dengan rasa grogi


"dokter bimmo... kampus ini milik anda, dan anda yang berkuasa di sini. kalau di kampus saya, saya tidak akan memberikan toleransi sama dekan yang tidak bisa mengemban amanah. tapi itu terserah dokter bimmo sebagai pemilik, jadi saya serahkan sama dokter bimmo dan nak reno" ucap ramma


"iya pak ramma.... saya juga memiliki pemikiran yang sama seperti bapak, jadi masalah dekan ini akan menjadi tanggung jawab saya" jawab dokter bimmo


"maaf saya dokter bimmo... saya benar benar minta maaf, saya tadi hanya takut sama ancaman mereka saja, karena saya fikir mereka itu orang yang berpengaruh di kampus ini... mangkanya saya membela mereka" ucap dekan


"seharusnya... anda bisa lebih bersikap adil dan bijaksana, jika abda seperti ini... maka mau di bawa kemana fakultas ini kedepannya, jika pemimpin nya aja suka terbawa angin seperti bapak" jawab dokter bimmo


"lagian... sudah banyak laporan dari mahasiswa dan para dosen lain yang bilang kalau anda itu tidak bisa profesional dalam memimpin dan tidak ada juga tanggung jawab anda saat ada suatu acara di dalam fakultas " jawab reno


"saya benar benar minta maaf, saya janji... saya akan lebih baik lagi dalam melaksanakan tugas ini. saya janji... tolong berikan kesempatan ke dua buat saya dok" ucap dekan itu dengan memohon


"baiklah... sekarang kamu kerjakan tugas kamu dulu, dan urusan besok kamu bisa masuk kerja lagi atau tidak itu akan saya bicarakan sama semua pengurus, bersikap baiklah mulai dari sekarang" jawab domter bimmo


"untuk semuanya, ikut saya ke ruangan yah... kita tinggalkan ruangan ini, dan kita ngobrol di ruangan saya yang ada di gedung A" ucap dokter bimmo


mereka semua berjalan mengikuti dokter bimmo dan reno, mereka berjalan sambil di tatap banyak sekali mata dari para mahasiswa dan juga para dosen yang sedang menunggu mereka dari tadi.


"din... ini kita ikut juga..? " tabya jihan

__ADS_1


"iya din... kok aku canggung banget yah, kamu harus jelaskan sama kita nanti di asrama " ucap icha


"iya din.... trus nasib kita bagaimana" ucap kiki


"kalian ikut aja, nanti aku jelaskan di sana, aku yakin kalian pasti tidak ingin ketinggalan dalam cerita ini kan... jadi lebih baik kalian ikut agar kalian tidak mati penasaran di dalam asrama" jawab adinda


"iya... kalian ikut daja yah... masih banyak yang ingin tante omongkan sama kalian" ucap vita yang menjawab omongan dari mereka bertiga


"ohhh iya tante... kita ikut kok" jawab icha


setelah mereka berjalan beberapa menit, akhirnya mereka sampai juga di dalam ruangan pribadi milik dokter bimmo yang ada di kampus ini. ruangan itu jauh lebih besar ketimbang ruangan reno, dan ini kali pertama adinda, jihan, icha, dan kiki berada di dalam ruangan tersebut.


"wahhh om bimmo.... ini besar sekali... " ucap adinda sambil langsung berlari melihat barang barang kedokteran yang ada di ruangan dojter bimmo


"din... kamu lebay banget sih... ruangan kakak kan juga besar... yah walaupun masih besaran ruangan ini sihh" jawab reno


"iya sayang... ambil saja... apa sih yang tidak buat calin menantu papa bimmo yang cantik ini" jawab dokter bimmo


"apa.... calon mantu? " ucap jihan, icha dan kiki yang terkejut


"dinda.... apa maksud nya ini, tolong kamu cerita kan sama kita.... kamu tega membuat teman teman mu ini semakin penasaran " ucap icha sambil melihat tajam ke arah adinda


"he he he he iya iya, yah sudah sini... duduk... aku akan jelaskan sama kalian bertiga, tapi kalian janji jangan bilang sama siapa pun" jawab adinda


"iya kami janji" ucap mereka bertiga

__ADS_1


"jadi begini.... kalian kan selama ini hanya tahu nama aku tuh Adinda Sherra D kan yah... dan aku iti selalu bilang kalau D di belakang nama aku itu adalah nama marga yang panjang, jadi lebih baik di singkat D gitu aja"


"sebenarnya D itu adalah Dirgantara, jadi nama aku tuh Adinda Sherra Dirgantara, putri dari keluarga Dirgantara yang kaian kenal selama ini"


"dan mereka adalah mami papi aku yang selama ini aku ceritakan sama kalian, mami dan papi ini sahabatan sama dojter bimmo pemilik kampus ini, dan karena mereka sahabatan jadi mereka ingin menjodohkan anak anak mereka, yang tidak lain itu aku dan kak reno"


"jadi aku dan kak reno akan menikah di waktu dekat ini, tapi untuk tanggal dan bulannya masih belum tahu, tapi aku mohon jangan bilang sama siapa pun yah, cukup kita yang ada di sini saja yang tahu" ucap adinda


teman teman adinda hanya bisa mangap dan mencoba mencerna omongan dari adinda, tapi mereka masih tidak percaya kalau teman yang selama ini tinggal bersama mereka adalah putri dari keluarga yang sangat kaya raya dan sangat terkenal.


"kalian... kenapa bengong sih... aku kan sudah cerita sama kalian... jadi kalian jangan bengong seperti ini dong... biasa saja " ucap adinda sambil sedikit mengeraskan suaranya


"iya din... aku masih bingung dengan ini semua, kamu... masih mau kan din berteman sama kita.... secara kita kan bukan dari keluarga yang kaya raya seperti kamu" ucap jihan


"hei.... kalian bilang apa sih... tenang aja.... kita akan menjadi teman dan sahabat untuk selamanya, tidak ada yang bisa memisahkan kita... " ucap adinda sambil ingin memeluk jihan, icha dan kiki


"janji yah din.... " ucap kiki


"janji dong... " jawab adinda


"iya.... mami... senang banget... bisa melihat kalian bersahabat seperti ini, nanti kalian harus main di rumah adinda yah... kita makan makan di sana dan kita akan cerita cerita bersama" ucap vita sambil memegang wajah mereka satu persatu


"terima kasih tante... " jawab kiki


"iya sama sama... tapi... jangan panggil tante yah.... panggil aja mami seperti adinda memanggil mami.... mami juga senang punya anak yang baik dan cantik seperti kalian ini... " jawab vita

__ADS_1


"iya mami... kita juga senang... biasanya hanya bisa melihat kalian di TV tapi sekarang kami bisa melihat secara langsung." ucap icha


mereka semua saling cerita, dan meneruskan dengan makan siang bersama di lestoran yang ada di dekat kampus adinda, agar jika ingin mengembalikan adinda dan teman temannya di kampus tidak terlalu jauh jaraknya.


__ADS_2