
Setelah beberapa menit mereka berkendara, akhirnya mereka sudah sampai di pekarangan rumah milik ramma, dan mereka langsung di sambut sama alin, vita dan ratih. Mereka langsung turun dan menemui para perempuan itu.
“akhirnya yang di tunggu- tunggu datang juga” ucap ratih saat melihat mereka
“nenek!!! Mami!!! Tente Alin” teriak rendy saat melihat mereka
“hai sayang.... nenek sudah menunggu lama loh, untung saja makanannya belum dingin” ucap ratih
“assalamualaikum ma” ucap ramma, satria, dan bram lalu mereka mencium tangan ratih
“waalaikum salam” jawab para perempuan itu, dan vita juga langsung mencium tangan suaminya
“yah sudah ayo kita ke belakang, kita makan di sana sekarang” ucap ratih
“lohh kok di belakang sih ma... kita kan punya ruang makan yang cukup besar” ucap ramma yang penasaran
“sudah, ikut saja... jangan banyak ngomong, ayo sekarang kita belakang. Papa mu sudah menunggu di sana loh” ucap ratih lagi, dan mereka langsung mengikuti langkah kaki ratih
“sayang.... kamu kenapa sih dari tadi mencium baju ku terus” ucap ramma yang merasa heran dengan vita
“kamu ganti parfum yah.. baunya enak banget, aku suka.... pakai parfum ini terus yahh” ucap vita yang dari tadi mencium baju ramma
“aku tidak ganti parfum kok, ini parfum yang biasa aku pakai” jawab ramma
“hai pa..” ucap ramma pada willy
“hai... akhirnya kalian datang juga, dari tadi papa menunggu kalian disini tau enggak, apalagi papa di larang masuk rumah sebelum kita selesai makan” ucap willy sambil melirik ke arah ratih
__ADS_1
“sudah sudah ayo kita makan saja, jangan saling berdebat di depan makanan tidak baik” ucap ratih dan mereka langsung mengambil makanan masing-masing
“vita, alin kalian besok harus kembali ke kampus yah... jangan bolos lagi, kalau kalian sampai bolos lagi saya pastikan kalian tidak akan lulus dalam semester ini” ucap bram yang berhasil membuat alin dan vita melotot ke arahnya
“hahhh tapi....”
“tidak ada tapi tapian, berangkat kalian besok. Kerena saya juga akan kembali ke kampus lagi besok, dan ingat kerjakan laporan magang kalian dan segera serahkan ke pihak akademik” ucap bram sambil memakan makanannya
“kak bram jahat banget sih... kita buntu banget nih dalam menyelesaikan laporan magang itu” ucap vita sambil memanyunkan bibirnya
“iya... kita akan kerjakan itu tapi kasih kita waktu agak lama yah pak, biar hasilnya memuaskan” ucap alin sambil memberikan senyum terbaiknya
“tidak, waktu yang kalian dapatkan sama dengan yang di dapatkan mahasiswa lain, yaitu 1 minggu setelah magang selesai” ucap bram sambil senyum devilnya
“hahhh satu minggu” ucap vita dan alin secara bersamaan
Dan semua yang ada di situ hanya bisa menahan tawanya, karena melihat ekspresi vita alin dan bram yang di marahin rendy. Bahkan yang lain tidak berani mengeluarkan sedikit suaranya karena takut akan kena semprot rendy juga. Setelah selesai makan mereka baru berani berbicara dan saling bercerita.
“satria, kapan kamu mau ngasih mama menantu, umur kamu sudah tidak mudah lagi, apa kamu tidak mau punya anak dan istri” ucap ratih sambil memandang
satria, tapi satria hanya bisa menunduk
“sudahlah sat, mumpung ada orangnya... kamu bilang saja sama mama kalau kalian sudah pacaran” ucap bram sambil menahan senyumnya ke arah satria
“bentar.... kamu sudah punya pacar sat, siapa? Kenapa tidak ngasih tau sama mama, apa kamu sudah tidak menganggap mama sebagai mama kamu” ucap ratih dengan tatapan penuh ancaman
“bukan begitu ma, tapi satria tunggu waktu yang tepat untuk bicara sama mama dan papa” ucap satria sambil terus menunduk dan sesekali melirik ke arah alin
__ADS_1
“yah sudah siapa pacar kamu sekarang, dan segera mama akan memintakan dia untuk kamu” ucap ratih
“apa!!!” teriap alin dan satria secara bersamaan
Dan kini mereka semua sedang tertawa, karena melihat ekspresi alin dan satria yang secara tidak langsung sudah menunjukan kalau mereka memiliki hubungan yang lebih dari boss dan bawahan, bahkan wajah alin kini sangat merah karena malu dengan apa yang dia lakukan tadi
“tuh ma, jangan buat mereka terkejut begitu dong, kan kasian alinnya sampai merah begitu” ucap vita sambil tertawa
“ohhh jadi anak-anak mama ini mau main rahasia-rahasiaan yah.... alin satria, bisa jelaskan sama mama dan papa sekarang, atau alin antarkan mama untuk bertemu dengan mama kamu di rumah biar mama dan papa yang akan bilang sama mama kamu” ucap ratih yang membuat alin melongo
“mama... iya alin akan bilang sama mama, alin akan cerita semuanya sama mama (alin da satria cerita bagaimana mereka jadian) jadi begitu ma ceritanya” ucap alin yang di benarkan satria
“oke oke mama senang kalau begitu, tinggal tunggu waktu yang pas saja untuk kalian, yah sudah mama minta tolong yah sama kalian semua para laki-laki, bersihkan ini semua dan juga dapur yang sedikit berantakan, karena kami para perempuan mau memanjakan diri dulu ke salon. Jadi tugas ini mama serahkan sama kalian dan setelah kita pulang nanti semuanya harus sudah bersih yahhh” ucap ratih dengan penuh paksaan
“aduhhh... kenapa tiba-tiba kepala lendy pusing yah, lendy juga halus ganti baju dulu dan setelah itu lendy tidur yah. Maaf papa om dan kakek kayaknya lendy tidak bisa membantu kalian..... Bi Tinaaaaa, ayo antal rendy kekamal yah.. kepala lendy pusing sekali sekalang lendy mau langsung tidul” ucap rendy yang beralasan
“Rendy... stop beralasan lagi yah....” ucap ramma sambil memegangi tangan rendy
“papi... kepala lendy pusing sekali sekalang, papi tidak sayang sama lendy lagi yah, lendy kan lagi sakit kenapa papi malah melalang lendy untuk istilahat, tidak baik loh pi, kalau sakit lendy tambah palah bagaiman” ucap rendy
“rendy kembali saja ke kamar yah nak istirahat, mami tidak mau kalau sakit rendy tambah parah, mbak tina ajak rendy ke kamarnya yah, dan pastikan rendy istirahat” ucap vita pada rendy dan mbak tina
“terimakasih mami... papi, om blam, om satlia, dan kakek. Lendy akan bantu kalian kok.... tapi bantu lewat Doa yah....” ucap rendy sambil menjulurkan lidahnya dan langsung pergi menggandeng tangan mbak tina.
“yah sudah kalian kerjakan semua yah, kita mau berangkat dulu. Dan ingat harus sudah bersih dan rapih yah, trus dapur juga harus kembali seperti semula. Ingat jangan minta bantuan bi sumi ataupun para pegawai rumah ini, mama akan selalu pantau kalian lewat CCTV rumah, kalau sampai CCTV itu mati berarti kalian mama anggap gagal” ucap ratih dan para perempuan langsung pergi mengikuti ratih untuk pergi belanja dan nyalon
Kasih sayang keluarga yang tulus dapat memberikan rasa nyaman dan aman pada diri seseorang, walaupun mereka bukanlah keluarga kandung, tapi karena ketulusan kasih sayang yang mereka kasih, itu dapat menghancurkan dinding pembatas antara mereka.
__ADS_1