
semua anak berkumpul di lapangan untuk mengikuti acara pembukaan buat ospek mahasiswa baru, semua mahasiswa dari berbagai fakultas di kumpulkan jadi satu, untuk mendengar sambutan dari para dewan kampus.
"haduhhh lama banget sih sambutannya, sudah capek ini berdiri terus, lama lama ini bukan hanya sambutan tapi bisa jadi sambitan antar mahasiswa karena capek berdiri terus" guman adinda yang sudah capek berdiri dan sudah mulai menggerak gerakkan kakinya
"ehemmm... berdiri yang tegak" ucap seseorang dari belakan adinda
"iya saiap kak, maaf" jawab adinda yang terkejut
(dasar tidak punya hati, enak dia jadi senior bisa duduk dan jalan jalan kalau capek berdiri terus, lah kita hanya terima nasib ) suara hati adinda
"jangan ngomel ngomel dalam hati, kalau kamu capek bilang aja, aku bisa bawa kamu istirahat di ruangan ku" ucap orang itu tepat di telinga adinda
adinda menjadi sangat terkejut mendengar itu, sehingga dia menoleh dan melihat siapa senior yang ngomong sama dia dari tadi
"ka... " ucap adinda yang hampir mau teriak dan segera reno menyuruh adinda untuk diam agar tidak membuat kekacauan
"jangan teriak, biasa saja... kamu mau jadi pusat perhatian di sini" bisik reno pada adinda
"kamu ngapain ada di sini sih... " tanya adinda sambil bisik bisik
"akukan senior di sini, jadi terserah aku dong mau di mana aja, di tambah aku adalah ketua dan juga dosen, jadi ruang gerak ku jauh lebih luas " jawab reno dengan santai
"benar juga sih... " jawab adinda
(haduhh dinda, kamu ngapain sih ngobrol sama dia, sudah lebih baik diam aja, kalau kamu tidak mau di musuhin sama anak satu kampus karena dekat dengan idola mereka... oke dinda... kamu harusa bisa jaga jarak sama dia, jangan terlalu dekat dekat sama dia, cintai diri kamu sendiri din... ) suara hati adinda
adinda langsung diam, dia mendengarkan beberapa sambutan, dan juga pengumuman, adinda tidak menghiraukan reno yang selalu ada di samping dia, dan adinda juga tidak mau melihat reno.
setelah acara pembukaan selesai, mahasiswa kembali ke fakultas mereka masing masing, untuk mengetahui kamar mana yang akan mereka tempati selama 3 hari di sini.
__ADS_1
karena saru kamar berisi 15 anak jadi mereka harus membagi satu kamar itu agar muat untuk 15 orang di dalamnya. setelah mendapatkan kamar mereka dan mereka juga sudah membereskan barang bawaan mereka, kini semuanya di kumpulkan lagi di dalam aula fakultas untuk mendapatkan materi.
materi yang di maksud adalah, tentang mata kuliah awal mereka yang masih mencakup segala macam pelajaran, jadi masih bisa di bilang belum mengarah ke dalam kedokteran, pelajaran tentang kedokteran murni, akan di berikan di semester 3
mereka mendapatkan materi sampai siang hari, dan setelah itu mereka pergi istirahat untuk makan siang atau sholat di musholla.
adinda pergi makan siang di taman yang ada di tengah tengah fakultas, dia duduk sendiri dan sengaja tidak mau berkumpul dengan anak anak yang lain.
reno yang melihat adinda makan saendirian langsung di samperin, reno juga langsung makan di depan adinda, adinda yang tiba tiba melihat reno langsung terkejut.
"kak reno ngapain ada di sini" tanya adinda
"yah makan lah... emang kamu tidak lihat" jawab adinda
"yah sudah kalau begitu saya pinda aja dulu, kakak lanjut kan makannya" ucap adinda dan dia ingin menghindar dari reno, karena dia takut kalau semua anak akan berfikiran yang tidak tidak
"kamu mau kemana, makan aja di sini. habiskan makanan kamu" jawab reno
(dia kenapa yah... kok sepertinya menghindar, apa aku ada salah bicara sama adinda yah... ) suara gati reno
adinda pergi ke teman temannya yang sedang makan, dia bergabung dengan kelompoknya, dan setelah makan mereka akan melanjutkan materi sampai sore, dan setelah itu mereka baru bisa istirahat.
acara untuk hari ini berjalan lancar sesuai dengan apa yang dudah di rencanakan, setelah itu mereka semua di ijinkan untuk masuk ke dalam kamar mereka masing masing dan mandi, setelah itu mereka akan tidur, karena nanti malam mereka harus berkumpul lagi di halaman untuk melanjutkan acara malam hari.
adinda tidur dengan sangat nyeyak setelah mandi, acara hari ini sangat padat sekali dari pagi hingga malam hari, adinda yang tidak terbiasa dengan aktivitas seperti itu, membuat tubuhnya menjadi kaget dan hasilnya tubuh adinda sakit semua dan kepala dia mulai pusing.
adinda ingin ijin tidak ikut, tapi dia takut, sehingga dia memaksakan dirinya untuk mengikuti acara itu lagi, karena memang adinda sendiri belum merasa tubuhnya benar benar sakit jadi adinda masih merasa kuat dan bisa ikut acara malam.
"aku pasti bisa... jangan manja dinda, di sini tidak ada nenek, mami dan papi... jadi kamu harus jaga diri kamu baik baik" adinda yang mencoba menyemangati dirinya sendiri
__ADS_1
mereka semua kumpul di ruang aula, dan di sana sudah ada para senior yang menunggu kedatangan mereka.
"buruan masuk semua.... gitu aja lama, seorang dokter itu tidak boleh lelet.. ngerti tidak!! " teriak salah seorang senior
"iya kak maaf" jawab mereka semua
"oke sekarang saya kasih kalian tugas, kalian berkeliling mencari senior yang memiliki bulan lahir yang sama seperti kalian, dan itu harus cepat, karena kami akan batasi setiap senior akan memilih 4 orang maba tercepat, jadi yang tidak mrmiliki kelompok akan kami hukum" ucap senior itu
"oke... kita mulai dengan hitungan ke tiga, dan setelah itu kalian berpencar untuk mencari senior dengan bulan lagir yang sama seperti kalian.. 1 2 3 mulai" ucap salah seorang senior
semua anak berhamburan mencari senior yang memiliki bulan lagir yang sama seperti mereka, jadi mereka harus bertanya satu satu pada setiap senior yang mereka jumpai.
adinda yang merasa dirinya tidak enak badan, jadi adinda berjalan pelan pelan pada setiap senior yang dia temui, tapi yah begitu ada yang sama namun sudah telat dengan anak lain, jadi dia harus berjalan lagi.
"kak.... kakak februari tidak? " tanya adinda
"tidak... saya april" jawab senior itu
"ohh begitu terima kasih yah" jawab adinda
"haduh... ini bagaimana yah... apa aku harus di hukum malam ini, karena tidak berhasil dapat kelompok" ucap adinda
"kakak februari tidak"
"tidak"
"kakak februari tidak"
"tidak"
__ADS_1
"haduh... yah sudah deh pasrah aja, waktu juga mau habis, kalau di hukum yah... hukum aja deh tidak apa apa"
adinda akhirnya yerah karena waktu tinggal satu menit lagi, tapi dia juga belum dapat senior yang lahir di bulan februari.