Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 46


__ADS_3

Ramma dan Adilah di temukan dengan luka yang sangat parah, terutama Adilah yang wajahnya terkena serpihan kaca mobil saat terjadi kecelakaan, kalau ramma masih bisa terlindungi karena airbag yang dia pasang masih bisa digunakan, sedangkan airbag yang ada di depan Adilah tidak bisa mengembang saat mobil mengalami kecelakaan.


Mereka di larikan ke rumah sakit, keadaan adilah waktu itu sudah sangat kritis jadi dokter menyarankan untuk segera mengeluarkan bayi di rahim adilah, walaupun kesempatan hidup sangat kecil untuk bayi kecil tersebut bertahan tapi dokter berusaha yang terbaik untuk menyelamatkan kedua-duanya tapi sayang adilah tidak tertolong lagi saat operasi di lakukan.


Mama waktu itu ada di dalam ruangan operasi tersebut, kesedihan mama waktu itu sudah tidak bisa di gambarkan lagi waktu itu, apa lagi saat bayi adilah keluar tapi dia tidak menangis, dan wajahnya sudah membiru, kata dokter itu di karenakan adilah terlalu banyak minum air sungai. Beberapa Dokter di ruangan operasi tersebut mengeluarkan segala macam cara untuk menolong bayi kecil yng berumur 8 bulan tersebut, dan Alhamdulillah setelah kurang lebih 30 menit akhirnya mama bisa mendengar bayi itu menangis dengan sangat keras bahkan seakan-akan dia tahu kalau dia lahir tanpa ibu yang bisa menjaganya lagi.


Semua orang yang ada di ruangan tersebut meneteskan air mata termasuk adilah saat itu, mama fikir adilah akan selamat setelah mendengar bayinya menangis, tapi ternyata tidak, itu air mata terakhir yang adilah keluarkan setelah mendengar bayinya menangis.


Ramma yang mengetahui kalau adilah tidak terseamatkan dia sangat histeris bahkan ramma mau melakukan bunuh diri beberapa kali, kehidupan ramma waktu itu sangat menyedihkan bahkan dia hanya bisa melamun dan saat melihat anaknya dia tidak pernah kuat, bahkan saat tidur ramma selalu memimpikan kecelakaan yang merenggut nyawa adilah, hingga dia selalu minum obat tidur untuk mengusir mimpi itu, Sampai ada sonya waktu itu yang menarik ramma dari jurang keterpurukan.


Hingga lama-kelamaan ramma mulai bisa mengikhlaskan kepergian adilah, dan dia mulai berani menggendong anaknya sendiri.


Flahsback Off


“dan kamu bisa lihat sendiri, bayi yang hampir meninggal itu kini tumbuh menjadi seorang anak yang tampan, pintar, dan juga sangat cerewet seperti itu” ucap ratih sambil menunjuk randy yang sedang bermain dengan willy


“maaf ma, vita tidak tahu kalau cerita itu sangat menyakitkan buat mama sendiri” jawab vita sambil memeluk ratih


“tidak papa sayang, kamu memang harus tahu semuanya. Biar tidak ada salah faham, bahkan sampai sekarang ramma masih tahut kalau di suruh melihat sungai apa lagi harus berada di tengah-tengah sungai, itu menjadi trauma terbesar ramma” ucap ratih sambil memegang wajah vita

__ADS_1


“maksih yah ma, mama sudah ngasih tahu hal sebesar ini ke vita, sekarang vita ngerti kenapa ramma tidak mau cerita hal ini ke vita” ucap vita yang mencoba untuk tersenyum


“vita kamu harus bisa membantu ramma untuk menghilangkan traumanya itu yah, trauma itu sudah terlalu lama berada di tubuh ramma, rendy itu dari dulu ingin sekali liburan ke pantai, tapi ramma selalu menolak karena rasa takut yang ada di dirinya, ramma itu takut saat melihat sungai, danau atau laut” ucap ratih


“iya mah, vita janji, vita akan mencoba membantu ramma untuk menghilangkan rasa takutnya itu” ucap vita dengan sangat mantap


Setelah berbicara panjang lebar dengan bu ratih akhirnya vita pamit untuk menidurkan rendy dulu karena memang sudah sangat malam dan besok rendy masih harus sekolah, dan vita juga menyuruh mama dan papanya itu untuk segera istirahat karena perjalanan paris ke indonesia pasti sangat melelahkan. Setelah selesai menidurkan rendy, vita mengecek ramma yang ada di ruang kerjanya itu dan memang ramma masih sangat fokus menghadap ke laptopnya.


“sayang kamu mau sampai kapan betah seperti itu” ucap vita yang sedang berdiri di depan pintu ruangan kerja ramma


“kamu kok belum tidur sih? Ini sudah mlam loh, rendy sudah tidurkan? kamu tidur dulu tidak apa-apa sayang” ucap ramma sambil memandang wajah vita


“iya-iya sayang bentar lagi yah, ini mau selesai kok” ucap ramma dengan memandang vita


“sayang... kamu itu sudah capek, jangan di paksakan.. lihat deh wajah kamu itu sudah sangat lelah loh. Besok lagi yah.. aku janji akan bantu kamu besok” ucap vita dengan manja ke arah ramma, dan tiba-tiba vita duduk di pangkuan ramma sambil mengalungkan tanggannya ke leher ramma


“kamu jangan menggoda ku lagi vita” ucap ramma yang mencoba menahan dirinya


“aku tidak menggoda, aku Cuma mau tidur di temanin kamu ramma sayang” ucap vita sambil membenamkan wajahnya di dada bidang milik ramma,

__ADS_1


“oke-oke kamu menang, yah sudah ayo tidur sekarang” ucap ramma sambil mematikan laptopnya dan segera menggendong vita seperti menggendong anak kecil dan kaki vita kini melingkar di pinggang ramma dan tangannya tetap mengalung di leher ramma.


“sayang, kali ini tidur beneran yah, jangan ngerjain aku kaya kemarin” ucap vita yang berada di gendongan ramma


“oke, tapi kamu tidurnya tidak boleh pakai sehelai benangpun di tubuh indah kamu ini” bisikan ramma di telinga vita


“ihhhh sayang... malesin kamu itu, sama aja dong aku kamu hajar juga malam ini, dasar om-om mesum” ucap vita sambil memukul dada ramma


“tapi kamu menikmati semua permainan ku kan sayang, bahkan kamu tidak menolak kalau aku minta lebih dari sekali” ucap ramma sambil menggigit daun telinga vita


“ihh ramma sakit tau, aku gigit leher kamu ini yah. Trus aku hisap darah kamu sampai habis, ha ha ha ha” ucap vita sambil belaga seperti vampir


“tidak perlu kamu mengambil darah ku sayang, aku akan kasih nanti darah daging ku di rahim mu ini,” ucap ramma sambil menahan tawanya.


Dan memang ramma tidak pernah main-main dengan ucapannya, kalau dia bilang A yah harus A, vita juga tidak bisa menahan keinginan suaminya itu, dia hanya bisa pasrah menerima dan menikmati semua perlakuan ramma padanya, baik di malam hari ataupun pagi hari.


Aksi panas mereka terulang kembali di malam ini, tapi ramma tidak seberingas kemarin malam jadi vita tidak terlalu lelah karena ulah ramma itu. Setelah selesai mereka langsung tidur karena vita tidak ingin telat bangun seperti tadi pagi, di tambah lagi di rumah ada ratih dan willy jadi vita tidak ingin mertuanya itu berfikiran macem-macem saat tau vita dan ramma sama sama telat bangun.


*******

__ADS_1


Lanjut besok yahhhhh


__ADS_2