
ramma, dan vita bersiap siap untuk berangkat ke panti asuhan vita dulu. ramma juga menyuruh maira untuk menghubungi bram, karena dia belum datang juga.
tuttt.... tutt.... tut... (suara sambung telepon)
"haduhhh kak bram kenapa tidak angkat telpon aku sih.... dia kemana yahh" ucap maira
maira berkali kali telpon tapi tetap tidak di angkat sama bram, sehingga maira memutuskan untuk menghubungi mamanya bram, untuk menanyakan apa bram sudah berangkat atau belum.
"assalamualaikum mam" ucap maira saat mama bram mengangkat telpon nya
"waalaikun salam sayang, ada apa yahh... tumben telpon mama biasanya langsung telpon bram" jawab mama bram
"maira dari tadi sudah telpon kak bram mam, tapi sama kak bram tidak di angkat, apa kak bran masih di rumah atau kak bram sudah berangkat? " tanya maira
"haduhhh mama tidak tau sayang, ini dari kemarin mama ada di luar kota, mama tidak di rumah. coba kamu telpon pakai nomer rumah, biar nanti di angkat sama bibik" jawab mama bram
"ohhh begitu yah mam, yahh sudah maaf yah mam, maira jadi ganggu waktu mama" ucap maira
"tidak apa apa sayang, yah sudah kamu langsung hubungi nomer rumah saja yah... mama matikan dulu" jawab mama bram sambil menutup panggilan
tuttt... tutt... tut... (nada sambung ponsel maira)
"iya dengan siapa saya bicara" ucap bibik rumah bram
"bik... ini maira, kak bram masih di rumah atau sudah pergi yahh bik? " jawab maira
"ehh sih enon, mas bram kayaknya dari tadi pagi belum keluar kamar non, bibik juga tidak tahu mas bram ngapain di kamar dari tadi pagi. bibik panggil panggil dari tadi juga tidak nyaut, bibik sendiri tidak berani masuk ke kamar mas bram" ucap pembantu rumah bram
"ohhh begitu yah bik, yah sudah maira ke sana saja deh... nanti kalau kak bram mau keluar rumah, bibik tahan yah, suruh tungguin maira, maira berangkat sekarang " jawab maira
"iya non, bibik akan bilang sama mas bram" jawab bibi
(panggilan terputus)
__ADS_1
"haduhhh kenapa aku jadi khawatir yah sama kak btam, jangan jangan dia sakit lagi. mangkanya dia tidak keluar kamar" ucap maira yabg ngomong sendiri
"yahh sudah deh... aku ke rumahnya sekarang, aki bilang dulu sama mbak vita dan bang ramma aja deh dulu"
maira berlari menuju ke kamar kakaknya untuk berpamitan, kalau mau ke rumah bram dulu.
tokkk... tokk... tok... (suara pintu di ketuk)
"siapa? " ucap ramma
"maira bang" jawab maira
"masuk aja Ra, tidak di kunci" ucap ramma dan maira langsung masuk ke dalam kamar ramma dan vita
"mbak vita, bang ramma... maira mau ijin ke rumah kak bram dulu yahh, maira khawatir kalau kak bram kenapa napa, tadi maira telpon pembantu rumah kak bram dan katanya kak bram tidak keluar kamar dari tadi pagi, maira jadi khawatir sekarang" ucap maira sambil duduk di ranjang ramma
"jadi kamu tidak ikut kita nanti? " ucap ramma
"nanti kalau kak bram baik baik saja maira akan nyusul kalian ke sana bersama kak bram, tapi kalau ada sesuatu sama kak bram nanti maira telpon abang atau mbak vita lagi" jawab maira
"hemmm iya sudah pergilah... tapi abang minta kamu harus bisa menjaga perasaan kamu sendiri yah... abang tidak mau kalau air mata kamu jatug lagi" jawab ramma sambil mengacak ngacak rambut maira
"he he he he he lagian kalau aku nangis kan ada abang yang siap untuk memeluk dan menghibur aku he he he he" jawab maira sambil memeluk ramma
"dek... walaupun abang ngasih ijin untuk semua yang kamu lakukan, tapi abang tidak bisa pungkiri kalau abang juga merasa sakit hati saat melihat air mata kamu jatuh, apa lagi saat abang melihat kamu nangis kaya kemarin. rasanya abang ingin sekali nonjok muka bram, biar dia tahu semuanya" ucap ramma sambil membalas pelukan maira
"Hemmm abang.... terima kasih yahh bang, karena abang tidak melakukan hal itu. " jawab maira sambil melepaskan pelukannya
"yah sudah sana berangkat," ucap ramma sambil mencubit hidung maira
"ahhh abang, kebiasaan sakit tau... yah sudah maira berangkat yahh"
"hati hati yah Ra, jangan lupa bawa supir" ucao vita sambil melempar senyum ke arah maira
__ADS_1
"siap mbak sayang.... bay bay... " ucap maira sambil melambaikan tangan ke arah vita dan ramma
*******
maira pergi dengan menggunakan supir, karena dia juga males harus bawa mobil sendiri lagian semua keluarga juga masih melarang maira untuk keluar sendiri dan mengendarai mobil sendiri.
setelah kurang lebih satu jam mobil maira sudah sampai di depan pekarangan rumah bram yang terlihat sepi, dan benar saja mobil bram juga masih berada di garasi rumahnya.
maira menyuruh supirnya untuk pulang duluan, karena dia berfikir nanti dia alan berangkat dengan bram dan pakai mobil bram.
tokkk.... tokkk... tok.. (pintu di ketuk)
tak lama pembantu rumah bram membukakan pintu untuk maira.
"silahkan masuk non, mas bram juga belum keluar dari kamarnya, bibik tidak berani untuk membuka kamarnya non" ucap pembantu rumah bram
"iya bik, makasih yah... maira naik ke kamar kak bram dulu yahhh" jawab maira sambil berjalan menuju lantai 2
tokkk... tokkk.. tok... (maira mengetuk pintu kamar bram)
"kak bram.... ini maira, maira masuk yahhh " ucap maira sambil mencoba membuka pintu yang ternyata tidak di kunci
"kak... kok kakak belum bangun sih, ini sudah jam berapa? ayo bangun" ucap maira sambil membuka gorden kamar bram
tapi bram tidak menghibris ucapan maira, dan sesekali maira mendengar kalau bram sedang menggigil kedinginan dan terus menutupi tubuhnya dengan selimut.
"kak kamj sakit" ucap maira sambil memegang kening bram
"Ya Allah... ini panas banget kak, kakak kenapa bisa sakit kaya gini" ucap maira yang kebingungan harus ngapain.
maira langsung berlari ke lantai bawah untuk meminta bibik memanggilkan dokter ke rumah, dan maira juga mengambil air hangat untuk mengompres kening bran. maira juga meminta bibik untuk membuatkan bubur untuk di makan bram saat bangun nanti.
maira kembali kembali ke kamar bram dengan membawa baskom yang berisi air hangat. maira langsung mengompres kening bram, sambil menunggu dokter datang.
__ADS_1
bram sendiri juga masih belum sadar, dia hanya bisa menutup matanya sambil terus menggigil, tak lama dojter sampai dan langsung memeriksa keadaan bram.
sambil menunggu dokter memeriksa, maira ingin menghubungi ramma dan vita untuk ngasih tau keadaan bram yang sebenarnya.