
Seharian di kantor memang sangat melelahkan, apa lagi mereka masih harus lembur untuk menyelesaikan tugas besok, biar mereka besok bisa turun lapangan untuk mengecek semua persiapan, agar bisa langsung ke tahap selanjutnya.
Setelah makan malam mereka langsung masuk ke dalam kamar mereka masing-masing untuk melepas penat seharian di kantor, karena pekerjaan besok jauh lebih berat maka mereka harus menyiapkan tenaga yang jauh lebih besar dari pada hari ini.
“lin gw jadi deg-degan deh, kira-kira kejutan apa lagi yah yang akan kita terima besok” ucap ayu yang belum bisa tidur
“gw juga tidak tau yu, hari-hari kita di sini sangat susah untuk bisa di tebak. Tapi gw yakin yu, kalau kita semua bisa melewati semua rintangan ini dan kembali ke indonesia dengan selamat” ucap alin dengan penuh keyakinan
“iyalah lin, gw percaya sama pak ramma, pak satria, dan pak bram kalau mereka bisa mengungkap siapa saja mata-mata perusahaan” jawab ayu dengan yakin
“yah sudah kita tidur saja yuk.. biar besok kita bisa menyiapkan diri dan stamina kita buat menghadapi mereka” jawab alin dan ayu juga setuju. Dan akhirnya mereka tertidur
********
“sayang aku kangen sama kamu” ucap ramma sambil memeluk tubuh vita yang lagi tidur
“sayang kamu tidur lagi saja, ini sudah malam banget. Lagian kenapa kamu kebangun sih” ucap vita yang masih memejamkan matanya
“sayang... bangun dulu dong, ayo kita main sebentar” ucap ramma lagi sambil mencium pipi vita
“aduhhh... dasar om om mesum, ngak ngenakin istri tidur saja kamu ini” ucap vita yang dengan terpaksa membuka matanya
“sebentar saja yah sayang, biar besok tubuhku jadi lebih fresh, tidak tau kenapa jadi aku ingin memakan kamu” ucap ramma sambil menindih tubuh vita dan langsung melancarkan serangan demi serangan pada tubuh vita
“iya sayang ayo... aku tidak akan pernah menolak kamu, walaupun aku ngantuk dan capek tapi kalau kamu minta hak kamu maka kewajiban aku memberikan itu” ucap vita sambil membalas serangan ramma
Adegan panas antara suami istri kini terjadi lagi, karena ramma memiliki rencana agar vita bisa segera hamil sehingga bisa di bilang anak mereka yang ke 2 itu Made In Japan. Vita sendiri juga ingin segera mengabulkan ke inginan rendy untuk memiliki adik, setelah selesai adegan panas itu mereka langsung merebahkan tubuh di kasur dan mengatur nafas mereka yang ngos-ngosan.
“kamu kok tumben sih, kebangun malam tiba-tiba minta jatah kamu” ucap vita pada ramma
“aku juga tidak tahu sayang, setelah minum obat itu kenapa aku tidak bisa menguasai junior ku sendiri” ucap ramma yang juga heran
“hahhh obat, obat apa maksud kamu sayang. Kamu meminum obat yang papa sarankan itu” ucap vita dengan terkejut dan langsung duduk di samping ramma
“aku juga tidak tahu itu obat apa, karena bukan aku yang beli” jawab ramma sambil menceritakan
Flashback On
Jadi waktu aku di kantor tadi itu sedang berkumpul sama satria dan bram, trus satria mengusulkan untuk membeli obat agar stamina kita itu terjaga, biar tidak gampang capek apalagi sakit.
__ADS_1
Trus aku dan bram menyetujui itu, jadi aku langsung memanggil cleaning service untuk membelikan obat itu di apotik terdekat.
“tolong kamu belikan obat kuat stamina yah, agar kita tidak gampang capek dan lelah kalau lagi begadang malam” ucap ramma pada cleaning service tersebut
“baik tuan, saya akan membelikan yang paling bagus. Agar tuan tidak mudah loyo” jawab cleaning service itu
Setelah 30 menit cleaning service itu kembali ke ruangan ramma dengan membawa 1 kotak obat yang bertulisan stamina lelaki dalam bahasa jepang,
ramma, satria dan bram sendiri juga tidak curiga sama sekali dengan tulisan di kemasan obat tersebut.
“oke terimakasih, kamu boleh kembali” ucap ramma
“sama sama tuan” jawab cleaning service sambil melemparkan senyum ke ramma
Flashback Off
“jadi kamu minm obat yang di berikan cleaning service itu” uvap vita yang penasaran
“iya, setelah makan malam aku, satria dan bram langsung meminum obat itu. Agar tubuh kita itu besok lebih fresh gituloh maksudnya. Ehh ternayta setelah meminum obat itu aku tidak bisa mengontrol juniorku sendiri jadi aku bangunkan kamu karena tubuhku sudah gerah dan memanas” ucap ramma sambil memikirkan sesuatu
“astaga sayang.... kalau kamu sih punya aku yang bisa jadi pelampiasan kamu, tapi bagaimana dengan kak satria dan kak bram sayang. Bagaimana keadaan mereka sekarang” ucap vita dengan menutup mulutnya karana jujur vita sangat ingin tertawa
“aku tidak bisa biarkan ini, aku harus selamatkan alin dan ayu” ucap vita yang juga langsung menggunakan baju tidurnya kembali
*******
“haduh kenapa gw gelisah banget gini yah...” ucap satria pada dirinya sendiri
“gw ini kenapa sih... haduhhh kenapa tiba-tiba gw ingin begituan yah”
“astaga ada yang salah nih sama tubuh gw.... jangan gini dong, normal lagi napa sih... kenapa loe jadi bergejolak gini sih” ucap satria ke juniornya
“gila ini sih gw salah minum atau makan kayaknya”
“gw tidak bisa diamkan ini sih... gw butuh itu sekarang, astaga loe itu kenapa sih”
“coba saja gw sudah menikah sama alin, pasti gw tidak akan se gelisah ini sekarang”
“kenapa gw jadi mikirin alin sih, kenapa bukan nama wanita lain yang gw sebut kenapa harus alin”
__ADS_1
********
“haduh kenapa dengan tubuh gw sih ini”
“kenapa fikiran gw jalan jalan tidak jelas sih ini”
“itu tadi obat apaan sih yang gw minum, kenapa yang di bawah langsung bergejolak gini”
“padahal gw tidak pernah seperti ini sebelumnya”
“bram... sekarang loe kendaliin diri loe sendiri, jangan seperti ini, jangan turutin fikiran gila loe saat ini”
“gw harus ke kamar satria sekarang, kalau satria merasakan apa yang gw rasakan saat ini. Berarti ada yang salah di makanan yang kita makan tadi"
Bram memutuskan untuk masuk ke kamar satria, karena satria tidak mengunci pintunya. Bram bisa langsung masuk tanpa ketuk pintu dulu, dan satria malah terkejut melihat bram tiba-tiba datang karena satria benar-benar malu saat untuk di lihat orang lain.
“loe itu bisa ketuk pintu dulu enggak sih... main nyelonong aja” ucap satria dengan nafas ngos-ngosan
“gw mau tanya sama loe sekarang, apa loe ngerasa aneh sama itu loe, karena gw sendiri tidak pernah seperti ini sumpah” ucap bram langsung tanpa pikir panjang
“maksud loe, loe sekarang juga sedang panas dan bergejolak di area itu loe” jawab satria dengan nada gelisahnya dan seperti menahan sesuatu
“apa sih ramma tadi salah kasih kita obat yahh” ucap bram sambil mondar mandir
Tokkk....Tokk...tok... (pintu kamar satria di ketuk ramma)
“masuk” teriak satria dari dalam kamar
“loohh kalian kok dalam satu kamar” ucap ramma yang terkejut
“astaga!! Kakak... kalian, jangan bilang” ucap vita yang sangat terkejut
“ehh..ehh..eh... ini semua tidak seperti yang kalian fikirkan, sumpah kita di sini gak lagi ngapa-ngapain. Kalian jangan berisik nanti alin sama ayu bangun bisa berabe” ucap satria yang mencoba menjelaskan
“oke..oke, vita mencoba percaya sama kalian, nie... minum susu putihnya dulu siapa tau bisa menghilangkan reaksi obat yang kakak minum tadi” ucap vita sambil memberikan susu putih hangat untuk satria dan bram
“yah sudah vita tinggal ke kamar dulu, sayang... ingat jagain mereka, jangan sampai mereka ngapa-ngapain yahh” ucap vita sambil menahan ketawanya
“vita, tolong jangan bilang masalah ini ke alin yah” “ke ayu juga” ucap satria dan bram
__ADS_1
“tidak janji yah... kakak-kakak ku sayang” ucap vita sambil mengedipkan satu matanya dan tersenyum puas