
“Yu sebentar lagi saya ada rapat sama para dosen, kalau bisa kamu tunggu saya di sini saja yah jangan ikut ke ruang rapat. Kamu bisa kerjakan dulu ini, kalau sudah kamu bisa mempelajari semua berkas yang tersimpan di ruangan ini agar kalau saya butuh kamu bisa ambilkan untuk saya” ucap Bram pada Ayu
“Iya pak, saya akan lakukan semuanya” jawab Ayu, dan Bram langsung pergi ke ruangan rapat
“Ayo Yu, loe harus lebih semangat sekarang, mumpung lagi gak ada pak Bram loe bisa belajar semuanya tanpa harus deg-degan karena di awasi pak Bram” ucap Ayu pada dirinya sendiri
Waktu sudah menunjukan pukul 3 sore tapi Bram belum kembali ke kantornya, sedangkan Ayu tidak bisa pulang kalau bram belum pulang, Ayu juga sudah menyelesaikan semua tugas yang bram berikan bahkan dia sudah sangat ingat di mana saja letak berkas yang ada di kantor bram itu. Karena mungkin terlalu lelah dan ayu juga sudah bosen di dalam kantor itu sendirian sehingga ayu memutuskan untuk tidur sebentar, walaupun nanti bram tau yah bodo amat kata ayu, yang penting semua tugas dia sudah selesai.
Ayu yang tidak bisa tidur sambil duduk tegak di soffa, dan dia juga tidak mungkin berbaring di atas soffa akhirnya dia memutuskan untuk tidur dengan duduk di lantai dan menyandarkan kepalanya di soffa dengan tangan di jadika bantal. Ayu cukup nyaman dengan tidur seperti itu walaupun dia yakin kalau bangun nanti pasti tangannya akan terasa sedikit sakit tapi ayu tidak peduli.
Bram selesai rapat dan kembali ke ruangannya pukul setengah empat, dan dia sedikit terkejut kenapa ayu belum pulang, dan kenapa malah dia tidur di lantai seperti itu. Sedangkan soffa yang sangat nyaman untuk tidur di anggurkan begitu saja. Bram kini sedang menatap lekat wajah ayu yang sedang tertidur dan dia tidak sadar kalau kini dia sedang senyum-senyum sendiri.
(cantik juga ni anak kalau lagi tidur seperti ini, astaga kenapa gw jadi mikirin ni anak sih, dia kan baru sehari di sini kenapa sudah bisa ngebuat gw memuji kecantikan dia. Sudah-sudah bram loe itu mikirin apa sih kenapa jadi aeh seperti ini sih) suara hati bram, dan kini bram sedang megacak-ngacak rambutnya sendiri
“ehh pak bram, maaf pak ayu ketiduran. Habisnya tadi nungguin bapak lama sekali jadi ayu ketiduran” ucap ayu yang kebangun gara-gara bram berisik
“tidak apa-apa yu, kamu pulang saja sekarang. Saya mau ke kantor ramma dulu karena saya mau menyiapkan berkas-berkas buat perjalanan bisnis kita sabtu depan” ucap bram pada ayu
“hahhh apa pak, perjalanan bisnis, minggu depan. Bapak mau mengajak ayu?” ucap ayu yang syok
“iya kenapa kamu ikut yu. Kamu kan asisten saya jadi kamu harus pergi saat saya pergi, karena pasti nanti saya bakalan kerepotan sendiri” ucap bram dengan santai
(ohh Tuhan... kenapa sih vita tidak bilang apa-apa sih.. tentang perjalan bisnis ini, gw kan belum belanja apa-apa untuk persiapan jalan-jalan ini) suara hati ayu
“ehhh.. saya mau ikut bapak saja ke kantor. Kalau bapak belum pulang maka ayu juga tidak akan pulang, yak sudah ayo kita berangkat saja sekarang pak” ucap ayu dan bram hanya mengangguk setuju, mereka kini berjalan bersama di lorong kampus, bram di depan dan ayu di belakang mengikuti bram.
“pak ayu, pergi cari taxsi dulu yah pak, bapak duluan tidak apa-apa nanti kita bertemu di kantor” ucap ayu ke bram
__ADS_1
“kamu bareng saya aja yu, ngapain cari taxsi. Biar kita bisa sampai kantor tepat waktu” ucap bram
Sebenarnya ayu merasa tidak enak untuk satu mobil bersama bram, apa lagi ini masih area kampus. Tapi bram sangat memaksa ayu agar berangkat bersama di mobilnya, akhirnya ayu mau untuk ikut di mobil bram dan ayu memilih untuk langsung duduk di belakang.
“apa menurut kamu saya itu supir?” tanya bram ke ayu
“maaf tuan, apa saya boleh duduk di samping tuan” jawab ayu
“cepat pindah ke depan sekarang juga” jawab bram dan ayu langsung pindah di samping bram dan mereka langsung berangkat ke kantor ramma
*******
Tokkk.....Tokkk...Tokk....(pintu ruangan ramma di ketuk)
“masuk” suara vita dari dalam,
“Alin!!!” ucap vita dan langsung memeluk alin (kini mereka berdua pelukan)
Satria dan Ramma hanya memandang aneh ke arah dua perempuan itu seakan-akan mereka ingin mengucapkan sesuatu tapi mereka sama-sama takut.
“loe gak akan meluk Gw kan Sat?” ucap ramma sambil melirik satriah
“Hahh sumpah Gw najis sama loe sekarang” ucap satria ke ramma
“teman biad*p loe sat, siapa tau... loe kan lama jomblo jadi loe pingin meluk seseorang tapi gak ada yang bisa loe peluk selain guling di kamar loe. Gw yakin tuh guling kalau punya suara pasti dia bakalan ngehujat loe habis-habisan dan dia mau pensiun jadi guling” jawab ramma sambil ngelirik satria
“loe yang biad*p sekarang, mana ada teman yang mampu menghina temannya sendiri dengan sekejam itu” jawab satria sambil memandang ramma
__ADS_1
“Vita!!! Alin!!!” teriak Ayu dari luar pintu ruangan ramma
“Ayu!!!!” jawab vita dan alin
“mereka semuanya kenapa sih, emang para perempuan itu harus seperti itu yah?” tanya bram ke satria dan ramma
“entahlah, gw juga heran kenapa ada manusia-manusia aneh seperti mereka” ucap ramma
“walaupun mereka aneh, tapi bini loe itu salah satu dari mereka. Loe jangan lupa itu” jawab satria dan kini satria dan bram sedang melirik ke arah ramma
Setelah drama-drama aneh yang dilakukan vita, alin dan ayu kini mereka sudah mulai fokus dengan apa yang akan mereka siapkan untuk perjalanan bisnis mereka yang kurang 3 hari lagi. Vita mencatat semua keperluan pribadi ramma, berkas-berkas yang ramma butuhkan selama di sana, begitu juga dengan alin dan ayu, mereka bertiga sangat teliti dengan persiappan itu bahkan alin, ayu, dan vita selalu mengusulkan hal-hal yang tidak terfikirkan sama ramma, satria dan juga bram.
Setelah selesai semuanya mereka kini sama-sama bersandar di soffa besar yang ada di ruang kerja ramma untuk melepas penat yang ada di tubuh mereka sedangkan para perempuan kini saling melirik satu sama lain dan mereka memikirkan hal yang sama.
“BELANJA!!!!!” ucap vita, alin, dan ayu secara bersamaan, sedangkan ramma, bram dan juga satria sangat terkejut dengan ucapan para asisten mereka hingga langsung melirik ke arah asisten mereka masing-masing
“Sayang... ijinkan kita belanja yah.... setelah selesai ini, biarkan aku, alin dan ayu belanja bersama yahh.... plisss..” ucap vita ke ramma sambil memasang wajah paling imut
“tidak, aku tidak akan ijinkan kalian pergi Cuma bertiga” jawab ramma ke vita
“truss...!!!! bagaimana dong, masa kita di larang belanja. Inikan sudah lepas dari jam kerja” ucap vita yang sudah kesal karena ramma menolak
“kita akan pergi bersama, kamu sama aku, satria sama alin, dan bram sama ayu. Kalian bertiga tidak ada yang bawa mobil kan, jadi nanti kita-kita yang akan mengantar kalian pulang” ucap ramma yang mengejutkan semua orang termasuk vita sendiri
Akhirnya mereka pergi bersama, mereka terbagi dalam 3 mobil yang berbeda tapi dengan tujuan yang sama yairu ke mall milik ramma, untuk makan bersama dan juga berbelanja bersama.
***
__ADS_1
lanjut besok yah... tenang saja aku selalu usahakan untuk up setiap hari, tapi yahh gitu jam nya tidak tentu karena aku sendiri ada kerjaan... di tambah lagi menunggu direview nya yang lumayan lama. sabar yahhh