Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 158


__ADS_3

rendy sedari tadi ngomong sama adinda, namun adinda hanya diam dan sibuk ngomong dalam hatinya sendiri, dia sedang berfikir bagaimana caranya untuk ngaku ke rendy, karena sekarang wajah rendy sedang serius.


"dinda... kenapa kamu diam dek" ucap rendy sambil memandang adinda


"kak.... sebenarnya tadi itu.... cuma prank.... ha ha ha ha ha.... kakak ketipu yah... he he he lagian aku tidak sungguh sungguh ingin kuliah di luar negeri, aku masoh cinta indonesia " ucap adinda sambil tertawa sedangkan rendy kini hanya diam dan tidak memberikan ekspresi apapun.


"kak.... kakak marah sama adinda, ihhh jangan dong. katanya tidak mau berantem sama adinda, maaf.... " ucap adinda sambil memeluk rendy dengan manja


"kakak.... ihhh adinda nangis nie.... jangan marah, ohh iya, ikut adinda ayok kak..... buruan cepet, tidak ada penolakan.... buruan.... " ucap dinda sambil menarik tangan rendy


"kakak bawa kunci mobil kan, ohh iya bawa, kakak bawa dompet kan, ohh oke bawa... sekarang kita pergi, ikut adinda" ucap adinda sambil masuk ke dalam mobil mewah rendy


namun rendy hanya diam memandang adinda yang masuk ke dalam mobilnya, karena dia tidak habis fikir dengan tingkah adinda.


"kakak... buruan masuk mobil, ayo pergi... "ucap adinda yang berbicara lewat jendela pintu mobil , rendy mau tidak mau harus mengikuti kemauan adiknya itu


"kamu mau ajak kakak ke mana sih emang" tanya rendy yang sedang nyetur mobil


"kita ke mall yah kak, adinda mau belanja, tapi nanti kakak yang bayarin yah, kakak harus traktir adinda sekarang " ucap adinda


"hahhh.... kenapa kakak yang harus traktir kamu, padahal kakak sedang marah sekarang sama kamu, ini kenapa malah kakak yang harus rugi, seharusnya kamu dong yang traktir kakak sebagai ucapan maaf kamu ke kakak" ucap rendy yang terkejut


"ihhh kenapa kakak harus marah sama adinda, lagiankan adinda tadi sudah minta maaf sama kakak dan kakak harus sudah maafin adinda dong, tidak baik marah lama lama. dan seharusnya kakak itu seneng dong, karena adinda mau habiskan uang kakak, biar uang kakak tidak menumpuk di bank. kakak kan tidak ada pacar, jadi tidak ada yang habisin uang kakak, dari pada menumpuk mubazir, adinda rela kok setiap hari habiskan uang kakak, tanpa kakak paksa pun aku rela" ucap adinda sambil senyum dan memeluk tangan rendy


"hemm terserah kamu lah dek," ucap rendy sambil senyum tipis di bibirnya


"kakak sudah tidak marahkan sama adinda, adinda iti sayang sama kakak. jadi tidak mungkin adinda mau ninggalin kakak, he he he he" ucap adinda sambil terus memeluk tangan rendy

__ADS_1


setelah beberapa menit akhirnya mereka sudah sampai di mall, mereka langsung turun dan masuk ke dalam mall tersebut.


"kamu mau beli apa din, lohh kenapa kamu masuk ke toko ini, biasanya kamu masuk ke toko barang barang mahal" ucap rendy yang terus mengikuti adinda


"kak... yang murah bukan berarti jelek, adinda mau ajak kakak ke kampus yang ingin adinda masukin, tapi kakak harus nyamar dulu. wajah kakak sebagai putra ramma dirgantara yang sangat sukses itu sudah sangat terkenal, jadi adinda mau permak kakak sedikit agar tidak ada yang kenalin kakak" ucap adinda sambil memilihkan baju yang pas untuk rendy


"ini aja deh kakak pakai kaus putih ini aja, biar terlihat lebih sederhana , buruan ganti baju dulu" ucap adinda



"ahhh kakak mah pakai baju apa aja tetap terlihat keren, yah udah deh gak papa... mau bagaimana lagi, yah sudah ayo berangkat, tapi bayar baju kakak dulu yah" ucap adinda sambil menarik tangan rendy


setelah selesai berbelanja, mereka kembali ke mobil untuk menaruh baju yang di pakai rendy tadi. dan setelah itu mereka berangkat dengan menggunakan taksi, agar semua anak tidak curiga.


"kenapa sih kita harus pakai taksi segala sih dek, kalau pakai mobil kakak kan bisa lebih cepat dan kita tidak akan bolak balik" ucap rendy pada adinda


"ihhh kalau pakai mobil mewah kakak yang atapnya bisa di buka itu, pasti semua orang bakalan lihat ke arah kita dan semuanya bakalan bertanya tanya tentang siapa kita" jawab adinda


"iya kakak sayang, kalau masaalah itu jangan khawatir " jawab adinda


setelah kurang lebih satu jam taksi mereka sampai di sebuah kampus yang sangat besar, dan mereka berdua langsung turun untuk memilih jalan kaki saja , karena mereka juga ingin tahu suasana kampus seperti apa.


"kampus ini yang kamu maksud dek.... "ucap rendy


"iya kak... adinda mau kuliah di fakultas itu" jawab adinda sambil menunjuk fakultas yang dia mau


"fakultas kedokteran, kamu mau jadi dokter dek...." ucap rendy sambil melihat ke arah adinda

__ADS_1


"enggak, adinda mau jadi pilot, mangkanya adinda mau kuliah di fakultas kedokteran itu" jawab adinda sambil senyum aneh ke arah rendy


"he he he he.... tidak lucu" ucap rendy


"yah memang tidak lucu, yang lucu itu kakak, sudah tahu fakultas kedokteran pasti semua mahasiswa nya ingin menjadi dokter masa iya jadi pilot" jawab adinda sambil ngegas


"yah sudah ayo masuk, kita tanya tanya dulu di fakultas itu. sekalian kakak akan daftarkan kamu juga di sana" ucap rendy


"oke siap kakak" jawab adinda


mereka berdua masuk ke dalam fakultas itu, dan melihat lihat situasi dan kondisi di sana. dan benar saja di fakultas itu sudah di buka stand pendaftaran untuk calon mahasiswa baru fakultas kedokteran.


adinda dan rendy langsung menuju stand itu, kecantikan adinda dan juga ketampanan rendy sangat bisa mencuri perhatian dari semua mahasiswa, bahkan kating yang sedang berjaga di stand juga tidak bisa mengendalikan matanya sendiri saat adinda mendekat.


"permisi, selamat siang" ucap rendy


"iya selamat siang mas, ada yang bisa kami bantu" ucap kating laki laki


"iya ini saya mau mendaftarkan adik saya di fakultas ini, apa bisa di bantu" jawab rendy


"ohh iya mas, mohon di isi identitas nya ini dulu yah, nanti untuk surat suratnya bisa menyusul tapi paling lambat 3 hari " jawab kating tersebut dengan memberikan satu buah map yang berisi surat pendaftaran


" ohh iya makasih, saya akan lihat lihat dulu yah, persyaratan nya apa saja" ucap rendy


"iya silahkan" jawab kating tersebut


"ayo din, ikut kakak sebentar. kita isi ini dulu" ucap rendy sambil menggandeng tangan adinda

__ADS_1


"kak fakultas nya bagus vanget yah, bersih, rapi, dan semua mahasiswa nya juga terlihat berwibawa semua, adinda harus lulus di fakultas ini. setelah daftar, adinda mau giat belajar agar adinda bisa lulus tes dan bisa kuliah di sini" ucap adinda sambil melihat ke segela arah


mereka berdua mengisi surat yang sudah di berikan tadi, untuk besok, adinda harus mengikuti tes sebelum masuk ke dalam fakultas itu, dia harus mengikuti beberapa macam tes, mulai dari pelajaran, psikologi, dan juga tentang beberapa organ tubuh manusia.


__ADS_2