Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 245


__ADS_3

setelah beberapa menit berjalan akhirnya mereka sampai juga di air terjun yang mereka maksudkan, mereka sangat bersenang senang dengan guyuran air yang membasahi sekujur tubuh mereka.


"seger banget air nya.... hahhhhh" teriak adinda


"iya..... seger banget, sayang banget besok kita harus pulang... " ucap indah


"iya yah... sayang banget.... " jawab adinda


"mbak indah kita foto foto yuk... setelah itu kita pulang, sudah dingin bangrt badan ku" ucap adinda


"iya din... kita foto foto aja, lagian sudah terlalu lama kita main di sini, kalau kelamaan bisa bisa kita masuk angin" jawab indah


mereka semua melanjutkan dengan foto foto bersama, berbagai macam pose foto sudah mereka pakai, hingga tawa mereka pecah, karena kebahagiaan yang mereka rasakan.


"dinda.... kamu pakai kemeja kakak ini" ucap reno


"kenapa emang kak, tidak apa apa... kakak pakai aja" jawab adinda


"kamu sadar tidak, tubuh kamu terekspos semua, apa kamu sengaja mempertontonkan itu pada banyak orang" ucap reno


"hahhh apa.... iya iya kak... sini kemeja kakak, aku pakai aja yah.. " jawab adinda sambil menutupi dadanya dengan kedua tangannya.


reno langsung menutupi tubuh adinda dengan kemeja yang dia pakai. rendy juga menutupi tubuh indah dengan jaket yang dia pakai juga. mereka jalan kaki pulang bersama dengan kondisi badan yang sudah basah kuyup.


"maaf mbak... mas... kenapa badan kalian basah semua yah... apa kalian habis main di air terjun " ucap salah seorang perempuan desa


"iya mbak... kita habis main tadi di sana, soalnya sudah lama sekali kami tidak pergi ke air terjun itu lagi" jawab adinda


"ohhh begitu, silahkan main ke rumah saya dulu, buat berganti baju, atau sekedar menghangatkan tubuh kalian dengan minum teh hangat" ucap perempuan desa tersebut


"terima kasih mbak... tidak usah, nanti takutnya merepotkan, kita langsung pulang ke rumah aja" jawab adinda

__ADS_1


"tidak apa apa mbak... tidak repot sama sekali, ayo silahkan mampir dulu ke rumah saya, rumah saya juga tidak jauh cuma di depan situ saja. dan ada warung juga" ucap perempuan desa itu


"bagaimana ini... kita mampir dulu atau langsung pulang. kalau adinda, terserah kakak semua" ucap adinda pada saudaranya


"iya din... kita mampir aja tidak apa apa, lagian di warung juga, jadi tidak salah kalau kita mampir sebentar" ucap ariel


"yah sudah... mbak... kita mampir ke warungnya mbak aja yah... sekalian cari yang hangat hangat" ucap adinda


"iya mbak... silahkan, mari lewat sini" jawab perempuan itu


"maaf mbak... kalau boleh tahu, mbak ini namanya siapa? " tanya adinda


"nama saya dini mbak" ucap seorang wanita yang bernama dini


"ohhh iya din... salam kenal yah... nama aku adinda" jawab adinda


"iya mbak adinda, salam kenal juga" jawab dini


"riel... jun... dini cantik tuh... kenapa kalian tidak deketin dia aja, anak baik lagi" ucap rendy


"apaan sih kak rend... jangan macem macem, nanti kalau anaknya dengar bisa bahaya" jawab arjuna


"yahhh tidak apa apa jun... biar kamu tidak jomblo lagi, lagian dia juga cantik dan manis" ucap rendy


"hussttt jangan macem macem kak sudah, ini makan aja gorengannya. jangan bicara yang tidak tidak" jawab arjuna


"ha ha ha ha kalau dia tidak mau, berarti mereka sudah ada pacar di kampus kak... mangkanya mereka tidak mau di jodohkan" ucap adinda yang ikut nimbrung


"din... kamu itj jangan suka menebar kebohongan gitu yah... lagian aku madih ingin fokus sama kuliah ku, aku madih ingin sukses dulu seperti kak rendy, aku tidak ingin cepat cepat cari pacar" jawab arjuna


"iya benar kata arjuna, kita masih ingin menyerap ilmu kak rendy, agar kita bisa sukses seperti kak rendy, bahkan kalau bisa kita harus bisa lebih dari kak rendy, biar orang tua bisa bangga" ucap ariel

__ADS_1


"iya riel... jun... kalian benar, kalau kalian sukses, pasti nanti banyak perempuan yang bertekuk lutut di depan kamu, karena secara siapa yang tidak ingin menjadi pacar atau istri dari pengusaha muda yang sukses" ucap reno


mereka menghabiskan minuman mereka dan beberapa gorengan sudah mereka makan, dan setelah itu mereka berpamitan untuk pulang dan sekalian ingin membayar semuanya yang mereka makan.


"din... ini semuanya berapa, gorengannya tadi 10 dan teh nya 6" ucap adinda


"tidak usah mbak... ini semuanya gratis buat kalian, jadi tidak usah membayar" jawab dini


"lohh kok gitu din... kita di sini ingin beli, lagian warungnya juga kan butuh pemasukan, kalau kita di kasih cuma cuma bisa rugi warung kamu din" ucap adinda


"tidak usah neng... benar kata dini, tidak usah bayar, buat kalian gratis. lagian jasa yang keluarga neng sudah terlalu banyak buat kita, jadi kalau cuma teh dan gorengan saja itu tidak ada apa apanya. " ucap ibu nya dini


"tapi bu... tetap aja, kita jadi tidak enank kalau seperti ini, bisa bisa kita di marahin sama papi dan mami kita kalau tahu anaknya makan di warung tapi tidak membayar" jawab adinda


"tidak usah neng.... lagian warung ini juga pemberian dari tuan ramma dan istrinya, bahkan modal usaha kita juga dari beliau, jadi tidak etis kalau kita menarik uang kalian untuk membayar makanan kecil ini" ucap ibu dini


"yah sudah kalau begitu gini aja deh bu... dini... kamu madih sekolah tida?" tanya adinda


"masih mbak... dini kelas 3 SMA" jawab dini


"yah sudah kalau begitu, ini ada sedikit uang buat bantu uang saku kamu besok sekolah, dan kamu tidak boleh menolak, kalau kamu menolak saya akan marah sekali sama kamu" ucap adinda sambil memberikan beberala lembar uang 50 ribuan


"tapi mbak... ini terlalu banyak... " ucap dini saat melihat uang itu ternyata ada 300.000


"tidak din... tidak apa apa buat kamu aja, kan enak jadi kamu 1 minggu tidak usah minta uang dari ibu kamu buat jajan" jawab adinda


"yah sudah.... kami pamit dulu din... belajar yang pintar, kalau kamu mau meneruskan kuliah, datang aja ke jakarta, ini kartu nama aku, aku akan bilang sama papi, untuk memberikan beasiswa buat kamu" ucap adinda sambil menepuk pundak dini


"tirima kasih mbak... terima kasih... saya tidak tahu harus membalas dengan apa" ucap dini


"cukup dengan kamu rajin belajar dan tetap menjadi pribadi yang baik seperti ini, kalau kamu mau kuliah hubungin aku aja yah... jangan fikirkan masalah uang" ucap adinda

__ADS_1


mereka semua akhirnya pulang ke rumah untuk bersih bersih, dan juga ganti baju. setelah itu mereka berkumpul dengan keluarga mereka di taman belakang.


__ADS_2