Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 75


__ADS_3

“yah sudah mbak, pesan yang sama persis yah seperti di makan ibu itu” ucap ratih dan pelayan langsung menctat pesanannya


“Tidak mau ma, vita mau makanan yang di makan ibu itu, vita tidak mau pesan makanan baru” ucap vita sambil menatap ratih


“vita, kamu kenapa sih sayang aneh banget, kan sama saja makanan juga. Itu makanan orang sayang tidak baik kalau kita minta makanan orang yang sedang di makan orangnya” ucap ratih


“vit lebih baik kamu pesan sendiri saja, jangan aneh-aneh deh” ucap alin


“tidak mau mam lin, lebih baik kita belikan ibu itu makanan baru, dan makanan yang sedang di makan ibu itu buat vita. Ayo dong ma, vita mohon sama mama. Vita mau makan itu vita tidak mau makan yang lain” ucap vita sambil memohon pada ratih


“mam kayaknya sih vita mulai eror deh, apa ini evek kepala dia di pijit tadi yah mam” ucap alin sambil berbisik


“kamu lin ada ada aja,” ucap ratih dan alinpun hanya tertawa kecil


“yah sudah mbak ikut saya sebentar yah, permisi ibu... maaf mengganggu waktu makannya, gini bu menantu saya ingin sekali makan makanan yang di makan ibu ini. Apa boleh saya meminta makanan ini dan nanti saya ganti dengan makanan baru, biar saya yang bayar semuanya. Bagaimana bu” ucap ratih pada ibu-ibu yang ada di sampingnya


“tapi ini sudah saya makan loh bu, saya sendiri tidak enak jika ngasih makanan bekas saya ke menantu ibu” ucap ibu-ibu itu


“tidak apa-apa bu, boleh yah makanan ibu itu untuk saya, saya tidak tau kenapa tiba-tiba ingin makanan itu” ucap vita dan ibu itupun memberikan dengan suka hati pada vita, tanpa meminta untuk di gantikan


Mereka ber 3 akhirnya makan dengan sangat lahap, dan vita sendiri menghabiskan makanan yang di kasih ibu-ibu itu tadi. Setelah makan mereka langsung untuk pulang, mereka mengantar alin untuk pulang ke rumahnya dn setelah itu ratih dan vita kembali ke rumah mereka.


***********


“bram ini berkas-berkas loe, besok sudah bisa loe bawa ke kampus, gue sudah ngerjakan semuanya” ucap satria sambil ngasihkan beberapa tumpuk kertas ke bram


“terimakasih banget yah, kalian memang ngertiin gue banget” ucap bram sambil memasukan berkas itu ke tas kerja dia

__ADS_1


“bram kita titip gadis gadis kita yah saat di kampus nanti, gue janji, gue akan sering-sering main-main ke kampus nanti, iyakan ram” ucap satria dan ramma dannya tersenyum


“hahhh gadis-gadis kalian, ram gue tanya deh emang sih vita masih gadis, elo belum perna apa-apain dia ram” ucap bram sambil menahan senyumnya


“hahhh... yah sudah lah, kan setiap malam gue ajak dia olahraga biar tubuh dia makin sehat” ucap ramma sambil senyum-senyum aneh


“okelah... serah loe lah, gue mau balik dulu yah, ini sudah waktunya jam pulng kan, ngomong sama loe ram ngebuat fikiran gue jalan-jalan” ucap bram sambil membereskan semuanya


“gue juga mau pulang lah...” ucap satria sambil menenteng tas nya juga


“pulang barng lah, emang kalian fikir gue tidak mau pulang apa” ucap ramma yang langsung menutup laptopnya dan bersiap-siap pulang.


Mereka langsung pulang dan meninggalkan kantor secara bersama-sama, semua karyawan ikut senang karena salah seorang atasan mereka sudah mau kembali ke kantor lagi. Dan sudah ada sedikit senyum di wajah bram.


*********


Vita dan ratih sampai rumah duluan ketimbang ramma, mereka langsung ngecek keadaan dapur, karena memang mereka sangat khawatir dengan kondisi dapur. Tapi mereka bisa merasa lega saat tau kalau dapur mereka dalam kondisi baik-baik saja.


“iya sayang, untung saja mereka masih bisa di andalkan. Yah sudah kamu ke kamar dulu sana istirahat sambil nungguin ramma, mama juga mau langsung tidur” ucap ratih sambil langsung berjalan ke kamar dia


Vita langsung naik ke atas, untuk ngecek rendy terlebih dahulu. Karena entah kenapa dia sekarang ingin banget memeluk dan mencium rendy, seperti ada dorongan dalam diridia yang tidak bisa di tahan. Setelah membuka kamar rendy dia langsung mendekat ke tubuh rendy dan langsung memeluk, mencium rendy sampai siempunya terbangun.


“mami kenapa sih... gangguin lendy tidul aja” ucap rendy sambil mengucek matanya


“mami ingin banget peluk rendy aja kok, emang tidak boleh yah...” ucap vita sambil memasang muka sedihnya


“boleh kok mami, tapi lendy kan lagi tidul masa di peluk-peluk dan di cium-cium kan geli mami” ucap rendy sambil memanyunkan mulutnya

__ADS_1


“iya-iya mami minta maaf, yah sudah rendy tidur lagi saja yah... tapi mami bolehkan tidur bersama rendy di sini” ucap vita sambil mengelus kepala rendy


“boleh mami, yah sudah lendy mau tidul lagi, mami tidul aja di sini. Jangan tidul sama papi yah, bial papi cariin mami” ucap rendy sambil mulai memejamkan matanya kembali


Vita akhirnya tertidur di kamar rendy, kini posisi vita sedang memeluk tubuh mungil rendy yang tertidur di sampingnya, sedangkan ramma yang baru pulang, langsung masuk kamar dan berharap bisa menemukan vita di dalam kamar.


Tapi sayangnya kamar tidurnya kosong tidak ada siapa-siapa, ramma langsung memutuskan untuk mandi dan setelah itu mencoba mencari keberadan vita.


“vita sudah pulang atau belum yah, kenapa rumah masih sepi banget. Mama dan papa juga tidak ada di bawah, apa mereka belum pulang yah” ucap ramma ke dirinya sendiri


“ke kamar rendy aja deh, ini kan sudah sore banget. Jadi sudah waktunya aku mengganggu tidur anak nakal itu” ucap ramma sambil tersenyum


Ceklekkk ..... (pintu kamar rendy terbuka)


“lohh itukan vita, jadi dia tidur di sini. Pantesan di kamar masih bersih dan rapi, enak banget sih rendy tidur sama di peluk vita, aku kan juga mau” ucap ramma sambil memasang wajah yang kurang suka


Ramma langsung memposisikan dirinya tidur di tengah-tengah vita dan rendy yang sedang tidur, dan sontak saja kini vita dan rendy kebangun karena terkejut.


“ihhh papi gangguin lendy tidul aja, sana pelgi ihhh lendy sama mami masih mau tidul tau” ucap rendy sambil duduk di tempat tidurnya


“iya, kamu kenapa sih sayang... jangan gangguin kita tidur dong, kamu kalau mau tidur, jangan di tengah-tengah kaya gini” ucap vita sambil duduk juga


“yah habisnya kamu tidur hanya peluk rendy, kan aku juga mau di peluk sama kamu sayang, atau nanti malam saja yahh... kita puas-puasin berduaan main peluk-pelukan” ucap ramma sambil senyum devil


“lendy nanti malam tidul di kamal mami papi saja yah, lendy juga mau ikut main peluk-pelukan sama mami, boleh kan mami” ucap rendy dengan polosnya


“enak saja, tidak boleh... nanti malam mami milik itu milik papi, lendy tidak boleh ikut” ucap ramma

__ADS_1


“tidak mau, mami hanya milik lendy saja, papi kalau mau sama mami yah belalti halus sama lendy juga” ucap rendy yang tidak mau kalah


“oke-oke kalian berantem saja dulu yahh, mami mau mandi dulu, mami sudah tidak mengantuk. Oke silahkan lanjutkan” ucap vita sambil mencium kening ramma dan rendi setelah itu dia keluar untuk mandi di kamarnya sendiri.


__ADS_2