Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 66


__ADS_3

Ruang Vita


“Ayu...”


“sayang kita harus temui ayu sekarang, aku tidak mau ada hal-hal buruk yang menimpa ayu” ucap vita ke ramma


“sabar-sabar kamu ceritakan dulu, ada apa sampai kamu nangis kaya gini” ucap ramma sambil menepikan mobilnya sebentar


“tadi ayu telfon aku, dia menceritakan siapa saja penghianat di kantor kamu. Dia bahkan tau semuanya, kalau pemilik gedung yang kita temui trus penjual bunga yang di temui kak satria sama alin dan pemilik perusahaan flowrist yang di temui ayu dan kak bram, mereka semua sudah sudah berkerja sama untuk menipu kita dan semua orang yang kamu curigai itu memang benar kalau mereka penghianat kantor. Dan sekarang ayu mengikuti mereka untuk bertemu boss mereka yung menjadi otak dari semua rencana ini” ucap vita sambil menangis memikirkan ayu


“kamu tenang saja, aku akan mengurus ini semua, dan aku juga akan meminta mila, pak udin dan pak seno beserta anak buah mereka untuk datang ke sini dengan menggunakan pesawat pribadi papa, biar mereka yang mengurus masalah proyek kantor dan penghianat yang asih di kantor. Kita fokus dengan ayu dulu” ucap ramma yang menenangkan vita


(yu, semoga kamu masih bisa memiliki akal sehat yah... jangan gegabah mengambil keputusan) suara hati vita


*******


“saya berhenti di sini saja pak, biar mereka tidak curiga dengan kita, ini pak uangnya, terimakasih sudah mau membantu saya” ucap ayu pada supir taxsi


setelah ayu turun, supir itu pergi meninggalkan ayu sendirian di tempat yang sepi, dan hanya ada satu bangunan tidak berpenghuni.


Di depan ayu sekarang hanyalah sebuah bangunan bertingkat yang belum jadi, di sekitar bangunan itu Cuma ada tanah kosong dan suasana di sana sangat sepi, tapi ayu mencoba memberanikan diri untuk masuk lebih dalam ke bangunan itu karena semua orang yang dia ikutin sudah masuk ke dalam bangunan itu untuk menemui boss mereka.


“aku harus tau siapa otak di balik ini, jangan takut yu” ucapayu pada dirinya sendiri


Ayu menyelinap masuk dengan berhati hati, dengan selalu memantau situasi yang ada di sana. Ayu mulai memasuki ruangan demi ruangan di lantai satu tapi dia tidak menemui apa-apa, akhirnya dia mulai naik ke lantai dua dan kini dia mulai bisa mendengar percakapan beberapa orang di lantai ke tiga, tanpa berfikir panjang ayu mulai naik ke lantai tiga dan dia mengikuti sumber suara itu.

__ADS_1


Dia kini sudah berada di lantai tiga, dan langsung menuju ke salah satu ruangan tempat berkumpulnya orang orang itu, ayu mulai mengintip siapa saja yang ada di ruangan itu, dan melihat ada satu orang yang sedang duduk dengan nyaman di kursi sedangkan yang lain berdiri menghadap orang itu.


“siapa sih itu orang, jangan-jangan dia boss mereka lagi, haduh minggir dikit dong.. aku juga ingin melihat boss kalian itu”


“tidak salah lagi dia adalah bos mereka, karena semua ide gila ini dia yang buat bahkan dia masih belum puas, rencana apa lagi yang akan kalian lakukan, aku tidak akan biarkan itu semua berjalan dengan lancar”


“ahhh astaga, dia itu kan....


Auuhhhwww”


“wijin... kenapa kamu tega memukul saya seperti ini” ucap ayu dengan luka di kepalanya dan darah yang sudah mengalir


Mendengar suara ayu yang teriak membuat semua orang itu keluar dan melihat sedang terjadi apa, dan betapa terkejutnya mereka saat melihat ayu berada di tempat persembunyian mereka.


“bawa dan ikat dia, jangan sampai dia lepas dan berikan sedikit salam perkenalan dari kita” ucap bos penghianat itu


“jangan... jangan bawa saya, kalian mau apa.... lepaskan saya sekarang....”


“ahhh berisik kamu” teriak salah seorang dari mereka dan dia langsung mendorong tubuh ayu hingga kepalanya menatap dinding hingga ayu pingsan


Mereka mengikat tubuh ayu dengan rantai, kini posisi ayu berdiri dengan tangan yang terikat ke atas dan kaki diberi besi pemberat agar ayu tidak bisa bergerak. Lalu mereka menyiram wajah ayu dengan air agar ayu tersadar.


“kalian mau apa dri aku, aku tidak memiliki apa-apa. Jadi kalian tidak akan mendapatkan keuntungan apa-apa walaupun kalian membunuh ku he he he he” ucap ayu dengan wajah tidak ada rasa takut sama sekali


“hehhh... masih bisa kamu tertawa yahh, jangan di kira kita akan biarkan kamu selamanya seperti ini, kita di sini akan membunuhmu secara pelan-pelan. Karena kami tau kamu sudah mengetahui semua rencana kita kan, dan ini perkenalan dari ku” ucap bos penghianat

__ADS_1


Sregggkkkk (anggap sebagai suara pisau yang menghores kulit ayu)


Ahhhwwwwuuuu (teriak ayu sambil menahan rasa sakitnya)


“bagaimana, sakit? Hemm aku akan membuat kamu memohon akan kematian mu pada ku nona ayu bella mayangsari”


“he he he he aku tidak akan takut walaupun kamu menyiksa ku seperti ini, nona sonya. Aku dulu pernah merasa iba dengan kondisi keluarga kamu, tapi setelah melihat tingkah kamu yang seperti ini membuatku tahu, kalau kehancuran keluargamu adalah ulah kamu sendiri SONYA” ucap ayu dengan nada menantang ke arah sonya


“tau apa kamu tentang keluarga ku, sebenarnya aku di sini untuk menghancurkan ramma terlebih dahulu, tapi dewi keberuntungan berpihak sama aku, dia mengirimkan anak dari musuh orang tuaku dan juga adik dari orang yang merebut semua kontrak kerja yang seharusnya menjadi milikku” ucap sonya sambil mencengkeram pipi ayu dengan sangat keras


“kakak ku tidak pernah merebut itu semua dari kamu sonya, karena sifat kamu yang pemarah dan pendendam membuat semua agensi model enggan mengontrak kamu. Seharusnya kamu sadar dengan itu semua” ucap ayu dengan berteriak di didepan sonya


“hajar dia, mau kalian apain aja terserah kalian. Tapi ingat jangan membuat dia mati dengan begitu mudah, siksa dia dulu buat dia yang meminta kematiannya sendiri” ucap sonya pada semua anak buahnya yang ada di situ


**********


Setelah beberapa jam berkeliling mencari titik lokasi ayu, akhirnya mobil ramma, satria dan bram sampai di lokasi titik merah itu berhenti sangat lama. Mereka semua turun dari mobil dan tidak lama para pengawal mereka dan beberapa polisi juga sudah sampai, dan mereka membuat rencana penyergapan setelah itu mereka semua akan berpencar ke semua sudut bangunan itu, bahkan ada yang sudah menjaga di luar gedung.


“ahhhhh dadaku” teriak vita dan alin secara bersamaan


“sayang kamu kenapa” “alin kamu kenapa” ucap ramma dan satria


“tidak tau, rasanya aku sedih banget sekarang, dadaku sakit aku seperti kehilangan sesuatu tapi aku tidak tau apa” ucap vita yang tiba-tiba nangis


“aku juga, dadaku sakit banget kak. Aku tidak tau kenapa, yang di rasakan vita aku juga merasakannya” ucap alin dengan air mata yang sudah mengalir deras.

__ADS_1


LANJUT NANTI MALAM YAH, KIRA KIRA HABIS SHOLAT MAGHRIB YAHHH AKU UP LAGI KELANJUTAN NASIB AYU...


__ADS_2