Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
Bab 17


__ADS_3

Kini ramma sudah di indonesia dan kini sudah berada di dalam mobil, dan ramma meminta pak asep untuk mengantarkan dimana vita berada, karena dia ingin memastikan kalau istrinya itu baik-baik saja. Semua orang yang melihat raut wajah ramma pasti akan tau kalau ramma sedang menghawatirkan sesuatu atau seseorang, bahkan pak asep pun langsung mengetahuinya.


“tuan tenamg saja, saya yakin nyonya di sana tidak apa-apa” suara pak asep yang membela keheningan


“saya tidak akan bisa tenang kalau belum melihat vita secara langsung” ucap ramma


Setelah 2 jam perjalanan kini mereka sampai di sebuah bangunan panti asuhan yang cukup besar, ramma langsung turun dari mobil dan langsung masuk kedalam panti asuhan tersebut. Semua mata langsung mengarah ke ramma, baik itu pegawai perempuan ataupun laki-laki, dengan postur tubuh yang tinggi profesional, kulit putih,dan hidung mancung ditambah lagi dengan stelan baju yang memberikan kesan kalau ramma adalah tipe idaman semua orang, semua pegawai perempuan sedang berbisik-bisik tentang siapa orang itu dan mau apa dia ke sini.


“permisi tuan, saya laksmi saya pemilik panti ini. apa bisa saya membantu tuan?” tanya laksmi


“Oh iyabu kebetulan sekali, perkenalkan saya Ramma Ardiyan Dirgantara, ibu bisa panggil saya ramma, saya kesini ingin mencari istri saya, apa dia kemarin datang kesini? Tanya ramma


“istri tuan, siapa kalau boleh tau?” tanya laksmi balik


“istri saya bernama Andriani Vita Melinda, biasa di panggil vita. Apa benar bu dia datang kemari?” tanya ulang ramma


“oh iya vita ada di sini, jadi vita itu istri tuan. Dia sekarang masih tidur ada di kamar tamu nomer 2, silahkan tuan masuk sendiri ke sana,” jawab laksmi sambil menunjukan kamar vita


Ramma langsung berlari menuju kamar yang di tunjukan sama bu laksmi, untuk memastikan keadaan vita, karena sedari kemarin perasaannya tidak enak mengenai vita, bahkan fikirannya hanya terisi vita seorang. Setelah sampai di depan kamar tersebut, ramma mencoba untuk mengetuk pintu kamar vita tapi masih tidak ada balasan, walaupun sudah berkali-kali namun hasilnya masih tetap sama vita masih tidak juga membuka pintu itu. Akhirnya ramma memberanikan diri untuk langsung masuk ke dalam kamar tersebut walaupun vita tidak membukakan untuk ramma, dan syukurlah vita tidak mengunci kamar tersebut.


“kenapa tidak di kunci, apa dia tidak takut kalau laki-laki lain yang masuk, dasar ceroboh” gumam ramma

__ADS_1


(ternyata benar dia masih tidur, tapi tumben sekali dia jam segini masih tidur. Tapi tunggu kenapa wajah dia pucat sekali, apa dia sakit?) suara hati ramma dan ramma langsung mengecek suhu tubuh vita dan ternyata benar dia sedang demam tinggi


“vita...vita... ayo kita ke rumah sakit sekarang, kenapa kamu bisa seperti ini” ucap ramma sambil membangunkan vita.


Vita pun terbangun, tapi dia masih belum sepenuhnya sadar di tambah lagi dia melihat ramma yang tiba-tiba ada di sampingnya, itu membuat dia berfikir kalau sedang berhalusinasi


“kenapa ada tuan ramma di sini, apa karena aku lagi sakit jadi aku melihat yang tidak-tidak” ucap vita sambil terus memegang kepanya yang sangat berat


“vita ini aku ramma, kamu kenapa bisa sakit seperti ini. Kamu tidak sedang berhalusinasi, ini aku beneran ramma”ucap ramma untuk meyakinkan vita


Vita langsung memegang wajah ramma untuk memastikan kalau orang itu dalah ramma dan dia tidak sedang berhalusinasi sekarang,


Awwwuuuu.... ahhhhh sakit, (pekik vita sambil terus menangis menahan sakit itu)


“vita kamu kenapa? Ada apa dengan kaki kamu?” ucap ramma yang makin khawatir


Ramma langsung membuka selimut yang menutupi kaki vita, dan betapa terkejutnya karena kaki vita ada beberapa luka yang meradang dan sudah membiru.


“vita kaki kamu kenapa, luka kaki kamu sangat parah, ini yamg membuat kamu demam. Kita ke rumah sakit sekarang” ucap ramma yang langsung menggendung tubuh vita


“tuan tolong jangan, turunkan saya, saya mohon tuan. Saya tidak mau membuat bu laksmi jadi khawatir dengan ke adaan saya, bu laksmi sudah sangat baik dengan saya, saya tidak mau merepotkan bu laksmi lagi tuan jadi saya mohon biarkan saya jalan saja tuan, biar tidak ada yang curiga” pinta vita yang terpaksa di setujui sama ramma

__ADS_1


*****


“ibu... vita pulang dulu yah bu, suami vita sudah menjemput” ucap vita sama bu laksmi


“iya neng, pulanglah.. kini rumahmu adalah dimana suamimu berada, hormati dia neng, sayangi dia, karena surga kamu sekarang ada di suami kamu. Ibu inget banget dulu neng vita selalu nangis karena takut tidak memiliki surga karena neng vita tidak punya ibu kandung, tapi sekarang neng vita bisa bahagia lagi karena neng vita sudah punya surga. Sekarang hormati, jaga dan sayangi surga neng yah. Nak ramma ibu titip vita yah, ibu mohon jagain dia, lindungin dia dan sayangin dia seperti nak ramma menyayangi diri sendiri, karena kalau tulang rusuk nak ramma ini sedang sakit pasti nak ramma juga akan merasakan sakit itu.” Nasehat bu laksmi untuk ramma dan vita


“bu vita pulang yah. Ibu jaga diri, ibu jangan sampai sakit” ucap vita sambil mencium punggung tangan bu laksmi, dan ramma juga ikut berpamitan


“bunda!!!! Bunda kenapa pergi, apa bunda tidak sayang sama kita lagi, kalau bunda pergi kita tidak punya bunda lagi” ucap reno anak yang seumuran dengan rendy


Kini vita memposisikan dirinya jngkok agar setara dengan anak-anak yang sedang menatapnya dengan diam tanpa berani berbicara, tapi dapat terlihat kalau anak itu sedang sedih karena vita mau pergi.


Vita yang sedang menahan rasa sakit itu, hingga keringatnya keluar dengan sangat banyak, tapi vita masih dengan wajah senyum untuk anak-anak itu.


“sini... apa kalian semua tidak mau peluk bunda?” ucap vita sambil membuka kedua tangannya


“bunda!!!!” ucap semua anak itu dan langsung memeluk vita dan semuanya menagis


(apa yang istimewah dari diri kamu vita, sampai semua orang bisa begitu sayang sama kamu. Dan kenapa kamu rela menahan rasa sakit itu demi senyum mereka, bahkan kamu benar-benar melupakan kesehatan diri kamu sendiri) ucap ramma dalam hati


Setelah beberapa saat, bu laksmi mencoba menjelaskan kepada semua anak kalau vita akan main lagi ke panti ini, dan pasti tidak akan melupakan anak-anak yang ada di panti ini. Setelah mendengar omongan dari bu laksmi anak-nak bisa membiarkan vita pergi bersama ramma, dan mereka akhirnya masuk mobil dan langsung mengarah ke rumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2