Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 225


__ADS_3

rendy kembali ke dalam mobilnya, tanpa sengaja adinda melihat rendy yang baru keluar dari gedung pusat A. adinda sempat bertanya tanya kenapa rendy masih ada di kampus.


"itu kak rendy dari mana, bukannya dia tadi pamit pulang yah..., gedung pusat, kalau tidak salah ruangan kak reno ada di dalam gedung itu, jangan jangan kak rendy cerita semua sama kak reno" ucap adinda yang menebak


"aku harus tanya langsung sama kak rendy, awas aja kamu yah kak, tidak akan aku lepaskan kamu kali ini" ucap adinda dan dia langsung berlari ke arah mobil rendy


karena tempat adinda sama tempat rendy cukup jauh, dan adinda tidak bisa berlari terlalu cepat, jadi rendy keburu pergi saat adinda sampai.


"sial.... kamu bisa lolos sekarang kak, tapi jangan sampai sabtu besok kamu bisa lolos dari aku, kamu masih hutang penjelasan sama aku" ucap adinda


"atau... aku ke kantor kak reno aja yah, aku tanya dia langsung, apa kak rendy tadi sempat bertemu dengan dia atau tidak.... tidak ada cara lain, aku harus temui kak reno sekarang" ucap adinda


adinda langsung pergi ke gedung pusat A dia ingin mencari reno dan bertanya langsung sama dia, setidaknya dia bisa mencocokan jawaban dari reno dan rendy itu sama atau berbeda.


"permisi mbak... ruangan dokter reno di sevelah mana yah" tanya adinda pada resepsionis


"maaf.... apa sebelumnya sudah ada janji sama dokter reno, karena dokter reno sangat sibuk" ucao resepsionis tersebut


"tapi saya di sini itu mahasiswa nya, saya juga mahasiswa kedokteran, saya ada sesuatu yang penting yang harus saya kasih tahu ke dokter reno" ucap adinda


"maaf mbak... sudah terlalu banyak mahasiswa yang bilang seperti itu, dan akhirnya mereka hanya ingin meminta nomer ponsel dokter reno dan menggoda dia saja" jawab resepsionis tersebut


"Mbak... tolong lihat baik baik yah.... apa saya di sini memiliki wajah seperti penggoda, saya ini perempuan baik baik... lagian saya juga sudah punya nomer ponsel dokter reno jadi ngapain saya harus minta lagi" ucap adinda yang sedikit emosi


"jangan ngada ngada mbak... dokter reno paling anti ngasih nomer pribadi dia ke banyak orang, palingan yang mbak punya itu adalah nomer seketaris dokter reno," jawab resepsionis tersebut sambil menertawakan adinda


"oke... baik... aku akan buat kamu minta maaf dengan omongan kamu barusan, dan aku paling tidak suka di tertawakan" ucap adinda dan dia langsung mengambil ponselnya dan ingin menghubungi reno sendiri


tuttt.... tutt... tut... suara sambungan telpon yang di loudspeaker sama adinda

__ADS_1


reno : iya halo siapa ini


(resepsionis tersebut langsung tertawa karena mendengar reno tidak kenal sama adinda)


adinda : kak reno ini adinda.... baru berantem gitu aja sudah lupa sama aku...


(reno yang tadinya tidak melihat ponselnya dan asal angkat saja, kini dia berdiri dan melibat baik baik siapa nama orang yang telpon dia)


reno : dinda.... maaf maaf, kakak tadi tidak melihat layar ponsel mangkanya kakak tidak tahu jika kamu yang telpon


adinda : adinda mau ketemu kakak, tapi resepsionis kakak melarang adinda buat menemui kakak, jemput adinda di lantai bawah sekarang, kalau kakak tidak mau, aku tidak akan mau bertemu kakak sampai kapan pun


reno: iya iya... kakak turun sekarang... kakak jemput kamu


adinda : yah sudah adinda tunggu


adinda menutup telponnya dan reno langsung menuju lift buat menemui adinda


"adinda" panggil reno saat melihat adinda


"kak reno " jawab adinda


"kamu.... mulai detik ini, jika dia yang datang menemui saya, jangan pernah di halang halangi, faham kamu" ucap reno pada resepsionis yang menjaga


"iya dok... maaf" jawab resepsionis tersebut


"yah sudah din... ayo ke ruangan ku sekarang" ucap reno sambil menggandeng tangan adinda


"iya kak.... weellkkk... sukurin... " jawab adinda sambil menjulurkan lidahnya pada resepsionis tersebut

__ADS_1


setelah sampai di ruangan reno, adinda langsung melihat ke sekeliling ruangan itu, dia melihat begitu banyak mainan yang berbau fisika dan kimia, sehingga adinda sekejap lupa kalau dia sedang marah sama reno.


"kamu suka din? " tanya reno


"suka" jawab adinda langsung


"kakak akan belikan buat kamu, kamu bisa pajang itu di kamar asrama atau kamar pribadi kamu sendiri" ucap reno dan adinda hanya tersenyum mengangguk


"ohh iya... aku mau tanya sama kak reno, apa tadi kak rendy datang ke sini? kalau iya, kak rendy ngomong apa aja sama kakak" tanya adinda ke reno


"hemmm iya kakak kamu tadi ketemu sama kakak, dan kita ngomong panjang lebar, rendy cerita tentang kamu dan indah, dia bilang kalau dia sangat sayang sama kamu din, dia tidak mau kalau sesuatu terjadi sama kamu. banyak yang sayang sama kamu termasuk aku, aku tidak pernah main main dengan omongan aku din." ucap reno


"cukup kak.... jangan bilang itu lagi, lebih baik sekarang kamu cari perempuan yang lebih dari aku, karena pasti masih banyak perempuan lain di luar sana" ucap adinda sambil berbalik dan memunggungi reno


"kamu benar din... banyak wanita yang lebih cantik di banding kamu, yang lebih dari dari segalanya, tapi sayangnya mereka tidak bisa mengambil hati ku, karena kamu sangat serakah, kamu tidak menyisahkan hati ku untuk perempuan lain." jawab reno


(kamu juga sangat serakah kak... kamu telah mengambil semua cinta yang aku miliki, hingga aku tidak mampu untuk berpaling dari kamu, ) suara hati adinda


"tapi aku tidak pantas mendapatkan itu semua kak, lebih baik kamu belajar melupakan aku dan berpaling sama perempuan lain" ucap adinda


"atau kalau perlu, aku yang akan mencarikan perempuan yang baik buat kak reno, agar kak reno tidak salah pilih" ucap adinda sambil menghapus air matanya



"apa kamu sanggup melupakan aku din, apa kamu sanggup melepas aku begitu saja. kamu tidak perlu repot repot untuk mencarikan wanita yabg baik buat aku, karena aku bisa mencari sendiri, tapi itu akan aku lakukan setelah kamu bisa mendapatkan laki laki yang bisa menggantikan aku di hati kamu, aku akan pacaran saat aku tahu kamu punya pacar dan aku akan menikah setelah satu hari saat kamu sudah menikah juga" ucap reno pada adinda


"tidak tidak... kenapa harus begitu, aku tidak mau cari pacar kakak tidak usah menunggu ku" jawab adinda


"yah kalau begitu sama, aku tidak akan pacaran dan tidak akan menikah, aku akan terus menunggu kamu sampai kamu mau menjadi istri ku" ucap reno sambil mendekatkan wajahnya ke wajah adinda

__ADS_1


"ihhh dasar orang aneh, keraa kepala... egois.... di kasih tahu tidak bisa, terserah" ucap adinda sambil mendorong tubuh reno dan dia langsung duduk di soffa yang ada di ruang kerja reno, adinda kini memainkan pajangan yang ada di ruangan reno.


reno hanya tersenyum melihat adinda yang seperti itu, karena dia cukup bahagia melihat adinda tidak semarah kemarin saat bertemu dia.


__ADS_2