Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 231


__ADS_3

adinda mulai bosan menunggu reno selesai mengerjakan tugas tugasnya, bahkan adinda sudah mondar mandir berkali kali di depan reno.


"kamu ngapain sih din.... tidak capek kamu jalan jalan terus seperti itu" ucap reno pada adinda


"habisnya kakak lama banget, aku bosen tahu menunggu sendiri di sini" jawab adinda


"kan ada kakak din... emang kamu anggap kakak apa di sini, sampai kamu bilang sendirian itu" ucap reno


"kakak itu sebuah mesin yang hanya bisa kerja aja, tidak bisa senyum, tidak bisa ngajak aku ngobrol, yah aku merasa sendiri lah di sini. atau bagaimana... aku telpon kak pras aja yah, buat temani aku di sini" ucap adinda sambil mengambil ponselnya dan bersiap untuk menghubungi dokter pras


reno yang melihat itu, dia langsung berdiri dan merebut ponsel milik adinda, dan langsung di bawah nya ke atas sehingga adinda tidak bisa mengambil ponselnya


"ihhh kak reno... apaan sih... siniin ponsel ku... kakak ihhhh, sini.... " ucap adinda sambil lompat lompat berusaha mengambil ponselnya kembali


karena lama dia tidak bisa mengambil ponselnya dari tangan reno, jadi dia berinisiatif untuk menarik jas reno, yang membuat tubuh reno langsung menunduk, dan wajahnya kini sangat dekat dengan wajah adinda.


reno sangat terkejut dengan tingkah adinda yang semakin berani sama dia. reno terus menatap wajah adinda sehingga dia lupa dan menurunkan tangannya.


adinda memang sengaja membuat reno gagal fokus, sehingga saat reno lengah, adinda langsung merebut ponselnya kembali.


"dapat... welkkk ha ha ha ha" ucap adinda saat mendapatkan ponselnya kembali


"apa apaan ini dinda... kamu sudah berani membuat gara gara sama kakak... kamu harus tanggung jawab sekarang" ucap reno dan dia langsung menarik tangan adinda dan mendorong nya ke tembok.


reno membuat adinda tidak bisa bergerak, dia mengunci tubuh adinda dengan tubuhnya. adinda meresa terpojok sekarang, dia hanya bisa menahan tubuh reno dengan kedua tangannya.


"kak reno.... kakak mau apa? " ucap adinda sambil menelan salivanya


"kamu harus tanggung jawab dinda, tanggung jawab atas perlakuan kamu tadi " jawab reno sambil membisikan di telingah adinda


"maaf kak..... aku tidak akan nakal lagi... jangan seperti ini, adinda masih kecil kak, adinda masih di bawah umur" ucap adinda sambil menutup mulut nya di depan reno


"mana keberanian kamu tadi, kenapa kamu sekarang hanya mampu menyembunyikan wajah cantik kamu ini di balik tangan" jawab reno

__ADS_1


"kakak jangan begini dong... ini nanti adinda bisa mati gara gara tidak bisa bernafas, lepasin adinda yah... " adinda memohon pada reno


"kamu tahu kesalahan kamu dimana? " tanya reno


"iya tahu... adinda tidak akan dekat dekat lagi sama dokter pras... " jawab adinda


"trus.... " ucap reno


"adinda tidak akan menggoda kakak seperti tadi... " jawab adinda


"bagus.... kalau sampai kamu melakukan nya lagi.... kakak akan melakukan.... " ucap reno yang belum selesai namun sudah di potong adinda


"hemmm maaf.... tidak lagi lagi kak... tadi adinda hanya mau ngambil ponsel adinda aja kok... tidak ada yang lain... beneran kok kak.... maaf... " ucap adinda sambil memohon ampun sama reno


reno hanya melihat adinda saja sambil tersenyum, setelah itu adinda langsung menunduk dan berusaha melepaskan diri dengan menerobos ke bawah tangan reno.


(uuhhh selamat selamat... lebih baik jangan macam macam lagi kamu din... kapoklah kamu dengan jejadian ini) ucap adinda sambil ngelus dadanya dan dia duduk kembali di tempat duduk dia semula


"ayo kakak antar kamu pulang sekarang" ucap reno sambil menutup laptop nya


"hahhh kakak selesai kan kerjaan kakak aja, aku pulang agak sore tidak apa apa kok kak" jawab adinda


"tidak.... kakak sudah selesai sekarang, kita pulang aja tidak apa apa, bunda vita sudah menunggu kamu di rumah. tadi kakak kamu telpon kakak, kamu di suruh cepat pulang karena kita besok pagi mau berangkat ke villa papi kamu buat liburan" ucap reno


"hahhh liburan.... beneran kak?, ayo kita pulang sekarang aja, tapi kakak tunggu adinda di parkiran aja yah... adinda mau ambil barang bawaan adinda" ucap adinda sambil langsung keluar dari ruangan reno dan berlari ke asrama nya


"adinda... adinda... tingkah kamu lucu banget sih din... " ucap reno sambil melihat adinda berlari keluar dari ruangan dia


adinda kembali ke asrama dia, untuk mengambil barang barang yang akan dia bawa kembali ke rumah,.


"kalian mau pulang sekarang? " tanya adinda pada teman temannya


"iya kita pulang sekarang din, aku juga sudah kangen sama rumah. " ucap jihan sambil membereskan baju baju dia

__ADS_1


"kalau kamu, mau pulang kapan? " tanya icha pada adinda


"aku juga sekarang, ini aku mau ambil barang barang aku, dan beberapa catatan untuk membeli referensi buku untuk hari senin besok" jawab adinda


"iya din... untung kamu ingatkan aku, kalau tidak sudah lupa tidak kebawa ini catatan" ucap kiki


mereka berempat merapikan kamar dan membereskan baju baju yang akan mereka bawa pulang, karena mereka belum sempat cuci baju karena jadwal yang sangat banyak, sehingga untuk cuvi baju mereka tidak sempat.


jihan, icha, dan kiki pulang duluan karena mereka sudah ada yang jemput, adinda pulang menunggu keadaan aman, agar tidak ada yang curiga kalau dia pulang di antar sama reno.


setelah selesai adinda langsung jalan menuju parkiran mibil reno, dia melibat ke kanan dan ke kiri agar tidak ada yang melihat dia masuk ke dalam mobil reno,


"kamu lama banget sih din... ngapain aja?" protes reno saat adinda masuk ke dalam mobilnya


"iya maaf.... tadi adinda tunggu situasi aman dulu, biar jihan, icha, dan kiki tidak curiga kalau aku pulang bareng sama kak reno" ucap adinda


"yah sudah.... tidak ada yang ketinggalan kan di asrama? " tanya reno


"tidak kak... sudah adinda bawa semua kok... yah sudah ayo kita berangkat" jawab adinda


"oke" jawab reno


mobil reno berjalan menuju keluar kampus, sementara mobil belum benar benar keluar dari kampus, adinda duduk sambil menunduk agar tidak ada yang tahu kalau ada adinda di dalam mobil itu.


apalagi saat di depan pos penjagaan, dan reno memberikan karcis parkir mobil kepada satpam. adinda benar benar menunduk untuk menutupi wajahmya, yang terpenting adalah wajah adinda tidak di lihat sama orang itu sudah cukup.


"sudah din... kamu bisa bangun sekarang, tidak usah menunduk kaya begitu" ucap reno sambil ngetok belakang kepala adinda


"ihhh kak reno kebiasaan, emang kepala adinda pintu... main ketok ketok aja, kalau tidak jidat yah kepala, kebiasaan banget sih" ucap adinda sambil manyun


"iya iya bawel maaf... deh... he he he" ucap reno sambil memegang lembut atas kepala adinda


mereka menikmati suasana jalan bersama di dalam mobil, canda tawa mereka hampir membuat perjalanan mereka tidak terasa, padahal jalanan agak macet. tapi mereka bahagia sekali.

__ADS_1


__ADS_2