Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 31


__ADS_3

Jam sudah menunjukan pukul 9 malam dan vita masih setia menunggu ramma untuk pulang, karena tadi ramma mengabari kalau dia akan pulang telat, tak lama suara duru mobil terdengar masuk ke dalam garasi rumah dan sudah bisa di pastikan kalau itu ramma. Vita langsung beranjak dari duduknya untuk membukakan pintu dan menyambut kedatangan ramma.


“Assalammualaikum” ucap ramma


“waalaikum sallam” jawab vita sambil


mencium punggung tangan suaminya lalu membawakan tas dan juga jas ramma


“rendy sudah tidur sayang” tanya ramma


“sudah, tadi habis ngerjakan PR dia langsung tidur” jawab vita sambil terus melangkah ke dalam kamar bersama ramma.


“kamu duduk dulu di sini, aku akn siapkan air hangat untuk kamu mandi” ucap vita sambil berjalan menuju kamar mandi


Ramma langsung melepas sepatu, kemejah, selana, dan semua yang menempel di tubuhnya, kini ramma sedang telanjang dada hanya menggunakan celana pendek saja. Tak lama vita keluar dari kamar mandi itu dan dia agak terkejut karena ramma sudah melepas semuanya di dalam kamar.


“kamu kok melepas itu semua di sini, tidak malu apa?” ucap vita sambil mengambil baju, celana dan sepatu ramma yang berserakan


“ngapain malu, kan yang lihat istriku sendiri” jawab ramma sambil memeluk tubuh istrinya


“ihhh kamu itu, selalu saja. Yah sudah mandi dulu sana, bau acem tau..” ucap vita ke ramma


“iya..iya aku mandi, tapi setelah mandi aku akan minta jatah ku yang kemarin itu yah, yang gagal karena ulah rendy” ucap ramma sambil membisikan di telinga vita


“buruan mandi sana” ucap vita sambil melepas pelukan ramma dan mendorong ramma masuk ke kamar mandi.

__ADS_1


Vita kini malu memikirkan hal itu lagi, tapi dia hanya bisa pasrah mungkin ini sudah saatnya dia menyerahkan mahkotanya untuk suami yang dia cintai, dan vita sendiri tidak mau menolak karena itu sudah menjadi kewajiban dia untuk melayani ramma. Sambil menunggu ramma keluar dari kamar mandi, kini dia sedang melakukan kebiasaan setiap malamnya, yaitu menggunkan bodylotion, pelembab bibir dan cream malam yang selalu dia pakai.


Ceklekkk..(pintu kamar mandi terbuka)


Ramma keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang di lilitkan di pinggang saja, sontak vita yang melihat pantulan tubuh ramma dari cermin tidak bisa mengalihkan pandangannya, kini vita hanya bisa menelan salivanya saja.


“apa kamu sudah siap sayang” ucap ramma yang tengah berdiri di belakang vita, dan vita hanya membalas dengan senyuman yang sangat manis di bibirnya, dan sesekali vita menggigit bibir bawahnya


“apa kamu sudah mengunci pintu itu” tanya vita dengan membalikan tubuhnya menghadap ramma


“semua kunci sudah aku kunci, bahkan tidak akan ada yang berani mengetuk pintu kamar kita sampai pagi” ucap ramma meyakinkan vita.


Kini vita hanya bisa tersenyum dengan menggigit bibir bawahnya, dan ramma yang melihat itu semakin tidak bisa mengontrol dirinya sendiri, hingga dia langsung mencium bibir vita. Ciuman itu makin lama makin memanas bahkan vita juga sudah bisa membalas ciuman ramma.


“sayang itu yang di bawah kenapa kok keras banget?” tanya vita dengan polos


“sebentar lagi kamu akan tahu sayang, dia sudah ingin sekali mengambil mahkota yang kamu miliki” bisik ramma di telinga vita, yang membuat si empunya makin tidak karuan.


Ramma langsung membuka semua kain yang menempel di tubuh vita, hingga tidak tersisa kembali. Ramma juga tidak lupa mengabsen semua yang ada di tubuh vita mulai dari atas sampai bawah. Sehingga yang di rasakan vita kini hanyalah kenikmatan yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya, bahkan secara tidak sadar suara desahan vita mulai keluar yang membuat ramma makin bernafsu dengan istrinya itu.


“kamu sudah siap kan sayang, mungkin rasanya akan sedikit sakit. Tapi aku bisa pastikan itu hanyalah awal saja setelah itu tidak lagi” ucap ramma yang sudah siap dengan aksinya


“lakukan sayang, aku akan tahan semua itu, karena ini sudah menjadi kewajiban ku, aku siap dan ikhlas sayang” ucap vita dengan senyuman yang melengkung di wajah cantiknya.


Ramma langsung mencoba untuk menembus pertahanan vita yang sudah 20 tahun dia jaga dengan ketat, walaupun awalannya susah dan sedikit memaksa sehingga membuat vita menahan sakit dan tidak terasa kini air matanya sudah mulai menetes.

__ADS_1


Ramma yang melihat itu semakin tidak tega dengan vita, dan mencoba lebih pelan lagi agar tidak terlalu sakit.


Ramma memberikan sedikit waktu untuk vita, agar rasa sakit itu sedikit berkurang dengan mencium bibir vita setelah itu beralih ke leher dengan meninggalkan banyak sekali jejak kepemilikan di sana.


Bagian favorit ramma adalah di bibir dan juga dada vita, sehingga ramma bisa sangat betah saat bermain di dua area itu dan vita membiarkan ramma bersenang-senang di tubuhnya.


Kini ramma mau mencoba kembali di area sensitif vita yang ada di bawah, dan kini dia memulai dengan sangat hati-hati dan benar saja vita sudah tidak merasakan sakit seperti di awal tadi, dan ramma berhasil membobol pertahanan vita dengan sangat sempurna. Vita dan ramma mulai di mabuk dengan cinta mereka, dan mereka sangat berbahagia karena cinta mereka bisa bersatu tanpa ada gangguan dari siapapun.


Yang terdengar kini hanyalah ucapan cinta yang terus mereka keluarkan, dan juga desahan-demi desahan mulai terdengar beriringan, rasa sakit di awal langsung terbalas lunas dengan kenikmatan yang mereka rasakan saat ini.


(cukup yah sampai di situ saja, jujur author juga tidak faham karena memang belum menikah dan belum pernah juga he he he he, itupun author hasil improvisasi sendiri).


Setelah kelelahan dengan berbagai macam ungkapan cinta yang mereka satukan dalam aksi, kini mereka memilih langsung tidur, dengan saling berpelukan. Tubuh mereka hanya tertutup selumut yang mereka gunakan bersama, baju yang di kenakan vita tadi entah terlempar kemana juga tidak tahu. Ramma sangat bahagia karena dia bisa melakukan hal ini lagi dengan perempuan yang sangat dia cintai, dan perempuan itu juga sangat mencintai dia dan juga rendy putranya.


*******


Sedari pulang kantor tadi satria langsung membuat janji untuk bertemu dengan Bram, sebenarnya mereka ingin pergi bertiga sama ramma juga, tapi kata ramma dia memiliki hal lebih penting di rumah dari pada nongkrong malam, jadi ramma langsung pulang ke rumah setelah kerjanya selesai.


Kini satria dan bram sedang asik ngobrol, tentang kehidupan dia selama ini. Dan saling cerita tentang percintaan mereka yang kandas di tengah jalan, satria yang di selingkui istrinya, sedangkan bram putus karena pacarnya lebih pilih om-om tajir yang selalu nurutin ke mauannya.


Bisa di bilang kisah cinta dari tiga sahabat itu hampir mirip semua, sama-sama di tinggal istri dan kekasih mereka, tapi kini hanya tinggal mereka berdua saja sedangkan ramma sudah sangat bahagia dengan vita dan keluarga kecilnya yang sangat dia cintai.


Setelah cukup lama ngobrol bareng, mereka langsung pulang ke rumah masing-masing, karena besok bukanlah hari libur, bram harus pergi ke kampus, sedangkan satria juga sudah aktif berkerja di perusahaan ramma.


lanjut lagi besok malam yah

__ADS_1


__ADS_2