Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 242


__ADS_3

adinda dan indah benar benar kaget saat tahu kalau rendy dan reno tidak ada di dalam kamar, adinda dan indah juga berpencar untuk mencari rendy dan reno di dalam rumah tapi mereka tidak menemukan mereka juga.


"mbak... bagaimana ini mereka tidak ada" ucap adinda sambil bisik bisik


"apa mereka ada di tempat itu yah din...." tanya indah


"haduhhh PR banget ini mbak... masa kita harus kesana lagi sih... kalau mereka tidak ada bagaimana" ucap adinda yang sudah pusing


"kita coba aja dulu din... kalau mereka benar benar ada di sana bagaiman, kasian... trus kalau mereka di cekokin minuman keras bagaiamana" jawab indah


"kita pergi sekarang mbak... ini sudah terlalu lama, bisa bisa mereka mabuk berat dan makin susah untuk di bawa pulang" ucap adinda


"yahh sudah kita berangkat sekarang, tunggubapa lagi" jawab indah dan mereka berdua berjalan lagi ke acara tersebut


mereka mencari keberadaan reno dan rendy, mereka memutuskan untuk berpencar agar bisa cepat menemukan rendy dan reno.


adinda dan indah berjuang melewati orang orang yang sedang mabuk dan joget joget, bahkan banyak yang menawari mereka minuman, tapi untungnya adinda dan indah cukup bisa menahan diri agar tidak meminum minuman itu.


********


"kak reno... kakak ada di mana sih... nyusahin banget, awas aja kalau sampai ketemu nanti" dumel adinda


"hahh... itu mereka, jika tidak di larang, mereka akan minum terus ini" ucap adinda


adinda langsung pergi menemui rendy dan reno yang sedang asik minum minum bersama anak anak muda desa.


"kak rendy... kak reno... ayo pulang.... ngapain sih ada di sini, buruan ayo pulang" ucap adinda sambil menarik tangan rendy dan reno


"joget... terus... joget sampai pagi... " ucap reno dan rendy


"aku harus telpon mbak indah ini, kalau tidak dia akan terus mencari orang orang ini" ucap adinda


tuttt... tutt... tut... suara sambungan telpon


indah : iya halo din.... kenapa...


adinda : aku sudah menemukan mereka, kita sekarang ada di luar. mbak indah buruan sini yah... aku sudah tidak bisa menahan mereka ini

__ADS_1


indah : oke okee... mbak ke luar sekarang


telpon di matikan


*****


"din" panggil indah


"mbak.... buruan sini... pegangin kak rendy dong mbak... biar kak reno aku yang baw" ucap adinda


"iya iya... yah suda, rendy biar sama aku aja kalau begitu" jawab indah


mereka membawa rendy dan reno ke dalam kamar dengan sangat berhati hati, karena rendy dan reno sudah mulai ngoceh ngoceh tidak jelas.


"mbak... ini kalau mereka di dalam satu kamar bisa berisik banget, bagaimana kalau mbak indah temani kak rendy di kamar ini, dan aku bawa kak reno ke kamar kita. kita sadarin mereka dengan cara terpisah, biar tidak kewalahan" ucap adinda


"iya deh.... tapi aku minta susu putihnya yah... untuk nyadarin rendy" jawab indah


"iya iya mbak... ada kok susunya... mbak ambil aja" jawab adinda


*****


"kak reno.... kakak diam dong... jangan teriak teriak terus.... nanti kalau ketahuan bagaimana" ucap adinda


"adinda.... kamu.... jahat.... kenapa kamu tidak mau menerima cinta ku... padahal aku tulus cinta sama kamu dinda" ucap reno yang tidak sadar


"sudah sudah... kakak minum susu ini dulu yah.... biar sadar, biar kalau ngomong tidak ngelantur" jawab adinda sambil memberikan susu putih ke reno


"uhuk... uhuk... kamu jahat.... kenapa kamu sakitin aku... aku tidak bisa di giniin.... aku sedih.... " ucap reno yang tidak sadar


"iya.... iya... jangan sedih yahhhh, yah sudah kakak tidur aja yah.... " jawab adinda sambil merebahkan tubuh reno agar dia tidur


"kenapa kamu panggil aku kakak? kamu siapa?.... wajah kamu.... mirip sekali dengan adinda.... apa kamu kembaran dia.... ha ha ha ha, tolong kamu bilang sama adinda yah.... kamu sampaikan sama dia.... yahh... he he he " ucap reno


"sampaikan apa? iya nanti aku sampaikan ke adinda, emang apa yang harus aku sampaikan ke adinda" jawab adinda


"bilang.... sama adinda... kalau aku cinta sama dia... dan bilang juga yah... jangan lama lama buat menerima cinta aku... aku ingin dia bisa jadi calon istri ku kelak" ucap reno yang tidak sadar dan dia juga sambil meneteskan air matanya

__ADS_1


"kakak nangis.... kenapa kakak nangis..." ucap adinda


"kamu bilang sama adinda yah... bilang... kalau aku sangat mencintai dia.... " ucap reno


"iya kak.... adinda juga cinta sama kakak, adinda mau kok jadi calon istri kakak, yah sudah... kakak tidur yah... sudah malam, adinda akan di sini temani kakak" ucap adinda sambil ngelus rambut reno


tiba tiba reno memindahkan kepalanya di pangkuan adinda, dan adinda sangat terkejut. tapi dia tidak bisa ngapa ngapain, karena reno sudah tidur di pangkuan dia, jadi mau tidak mau adinda harus tidur dengan duduk dan bersender di tiang yang ada di samping tempat tidurnya.


******


indah juga sangat berusaha agar rendy bisa tenang dan tidak teriak teriak yang bisa membuat orang curiga.


"rendy.... plis dong.. jangan loncat loncat seperti itu, aku tahu kamu lagi mabuk, tapi bisa tidak sih mabuk yang lebih berkelas gitu, jangan loncat lobcat di atas kasur seperti ini" ucap indah yang berusaha membujuk rendy


"indah.... indah.... ayo kita main... ini seru banget ha ha ha ha " ucap rendy


"rendy... ayo dong sudah mainnya... sekarang kamu minum ini dulu, biar kamu bisa tidur... " ucap indah sambil ngasih susu putih buat rendy


"tapi nanti kita main yah.... " ucap rendy


"iya kita main nanti main... tapi kamu minum dulu.... buruan.... " jawab indah dan rendy langsung ngeminum susu itu


"anak pintar.... " ucap indah


setelah minum rendy langsung memberikan gelasnya pada indah lagi, dan dia mengajak indah untul main lompat lompatan di atas kasur, karena rendy terlalu berisik, jadi indah sedikit membekap mulut rendy agar tidak bersuara


"rendy... tidur aja yah... sudah malam... kalau kamu main terus, aku besok tidak mau main lagi sama kami" ucap indah yang mulai lelah


"hemmm tapi aku masih ingin bermain bersama kamu indah.... " jawab rendy sambil mewek


"besok aja yah... sekarang kamu tidur... besok kita main lagi oke... aku akan temani kamu di sini" ucap indah


"kamu janji yah besok kita main.... " jawab rendy


"iya janji... besok kita main" jawab indah


akhirnya karena bujukan dan rayuan dari indah, rendy mau untuk tidur, tapi dia terus memegang tangan indah, jadi indah harus rela tidur dengan duduk di lantai dan kepalannya dia sandarkan di pinggiran tempat tidur.

__ADS_1


__ADS_2