Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 221


__ADS_3

setelah bersenang senang di atas loteng gedung fakultas mereka memutuskan turun sebelum matahari terbenam, karena angin sudah tidak bersahabat lagi.


"dok... " ucap adinda


"kenapa" jawab dokter pras


"terima kasih sudah menunjukkan tempat ini sama saya" ucap adinda


"iya sama sama... yah sudah kita turun sekarang, sebelum kita sama sama masuk angin dan besok saya tidak bisa ngajar dan kamu tidak bisa kuliah" jawab dokter pras


"he he he kalau saya besok tidak ada jam kuliah, jadi saya bebas.... mungkin dokter yabg tidak bisa ngajar Karena masuk angin " ucap adinda


"curang.... yah sudah ayo kita turun" jawab dokter pras dan dia langsung menggandeng tangan adinda


"he he he iya iya dok... santai dong, saya juga tidak ingin kalau dokter sakit apa lagi itu gara gara saya" jawab adinda sambil terus tertawa


"kenapa kamu mulai perhatian sama saya, apa kamu mulai suka dengan saya" ucap dokter pras, sambil menarik adinda, sehingga adinda terpojok ke dinding dan kini tatapan mereka saling bertemu


adinda tertegun sejenak untuk mencoba merasa tidak canggung dengan situasi seperti itu, karena dia tahu kalau dokter pras hanya ingin menggoda dia saja.


"enak aja.... siapa yang suka sama dokter pras, saya bilang seperti itu karena memang tidak ingin di salahkan sama banyak orang gara gara dokter pras bolos tidak ngajar, itu aja tidak lebih... atau ini malah dokter pras yang suka sama saya yahhh.... " ucap adinda sambil menunjuk dokter pras


"hahhh kamu jangan mengada ngada, GR banget kamu kalau saya suka sama kamu, kamu mau tahu tidak, saya sukanya sama siapa ?" jawab dokter pras sambil berbisik di telinga adinda


"siapa dok? " tanya adinda


"dokter reno" ucap dokter pras sambil menahan senyumnya

__ADS_1


"hahhhhh apaaaa..... " ucap adinda yang terkejut dan sedikit berteriak, di tambah dia reflek mendorong tubuh dokter pras hingga jatuh ke lantai


"Aawww.... kamu berani dorong saya adinda" ucap dokter pras sambil menahan rasa sakit di pinggang dia


"kalian.... berdua.... tidak... tidak... tidak mungkin, dokter reno masih normal, dia tidak mungkin seperti itu" ucap adinda hingga wajah sangat tegang


"ha ha ha ha ha.... adinda adinda.... kamu itu yah... lucu banget sih... ha ha ha ha begitu aja percaya, seharusnya aku tadi merekam ekspresi kamu ha ha ha sumh lucu banget" jawab dokter pras sambil tertawa hingga perutnya sakit


"ihhhhh ngeselin banget sih jadi orang... ketawa aja terus, aku sumpahin... dokter tidak bisa berhenti tertawa sampai ber hari hari, ehhh tidak itu terlalu mudah, berminggu minggu aja, tidak tidak berbulan bulan saja biar aku puas" ucap adinda dengan penuh emosi


"ha ha ha ha.... aduh aduh perut ku sakit sekali, dinda.... dinda... kamu itu lucu banget sih... ha ha ha ha, oke oke aku minta maaf" ucap dokter pras sambil menahan dirinya agar tidak tertawa lagi


"enak aja minta maaf, tidak semudah itu untuk minta maaf sama aku, " ucap adinda dan dia langsung pergi meninggalkan pras yang masih duduk di lantai


namun saat pras mau bangun, ternyata pinggangnya terasa sangat sakit , sehingga dia tidak bisa berdiri.


adinda menoleh ke arah dokter pras, sambil menyipitkan matanya, karena dia takut kalau dokter pras hanya menggoda dia lagi.


"tidak.... jangan harap aku percaya sama omongan dokter lagi yah.... saya tidak akan tertipu lagi.... ingat itu weellkkk " ucap adinda sambil mengejek


"aku tidak pura pura din... emang kamu tadi tidak berasa yah... kamu itu mendoring aku dengan sangat keras tadi, hingga aku terpental seperti ini" jawab dokter pras sambil menahan sakit di pinggang nya


(benar juga sih... aku tadi mendorong dia keras banget, habisnya berani beraninya dia mefitna dokter reno seperti itu, kan aku jadi tidak terima. tapi... mau bagaimana pun aku yang salah, karena aku yang mencelakai dia... yah sudah deh aku ngala aja) suara hati adinda


"yah sudah, sini aku bantu papah tubuh dokter, kita ke UKS aja sekarang. biar dokter di obati " ucap adinda sambil membantu pras berdiri


"aaahhhh pelan pelan... ini pinggang ku sakit banget.... " ucap dokter pras sambil memegang pinggangnya

__ADS_1


"hem hem hemm heemm ha ha ha ha... maaf maaf dok... saya sudah mencoba untuk menahan tawa saya tapi ternyata saya tidak bisa... ha ha ha ha.... habisnya dokter lucu banget sih... masa ada seorang dokter yang tidak bisa menahan rasa sakitnya huaahhh ha ha ha" ucap adinda sambil tertawa


pras hanya bisa menahan rasa sakit di pinggangnya, dia membiarkan adinda tertawa dengan sangat puas, karena dia juga senang karena adinda bisa tertawa selepas ini.


(ternyata kamu cantik juga yah din kalau sedang tertawa seperti itu, kalau saja dia masih ada, pasti dia akan seumuran kamu dan juga secantik kamu) suara hati pras


********


adinda mengantar dokter pras hingga ke UKS, setelah sampai, dokter pras langsung di periksa sama dokter yang berjaga di ruang UKS tersebut


"ini kenapa, kok bisa pinggang dokter pras jadi seperti ini" tanya dokter penjaga


"itu... karena.... dokter pras tidak hati hati, jadi dia terpeleset di lantai kamar mandi, untung saja saya mendengar suara tong terjatuh dari dalam kamar mandi"


"karena saya cukup pintar, dan cepat dalam berfikir, mana ada tong di dalam kamar mandi apa lagi setelah suara itu ada suara teriakan jadi saya makin penasaran dan curiga"


"saya memutuskan untuk ngecek kamar mandi tersebut dan ternyata sudah ada dokter pras yang tergeletak dan sedang meringis kesakitan karena jatuh"


"karena saya orangnya suka tidak tegaan, jadi saya memutuskan untuk membawa dokter pras ke sini. " penjelasan yang di buat buat sama adinda


dokter pras yang mendengar bualan adinda itu menjadi sangat panas, dan dia sangat ingin membalas adinda. namun karena pinggangnya masih terasa sakit, jadi dia hanya bisa menerima itu dengan terpaksa.


"yah sudah dok... tugas saya sudah selesai, jadi saya mau ijin ke luar yah... saya ingin kembali ke asrama " ucap adinda sambil menahan tawa nya


(awas kamu dinda... aku tidak akan melepaskan kamu begitu mudah, kamu sudah kelewatan batas. tunggu hingga aku pulih dari sakit pinggang ini) suara hati dokter pras


adinda kembali ke asramanya dengan sangat gembira, suasana hatinya kini sudah mulai membaik.

__ADS_1


(dokter pras.... ini pembalasan karena kamu sudah berani memfitna kak reno ku, kalau sampai aku mendengar itu lagi, akan aku balas kamu dengan lebih parah) suara hati adinda


__ADS_2