
Setelah beberapa saat akhirnya obrolan ramma, satria, dan bram pun selesai. Bahkan kini semua orang yang berpakean hitam-hitam itu pergi meninggalkan bandara dengan menggunakan mobil mewah juga. Vita, alin dan ayu semakin bingung kenapa pengawal itu pergi duluan bukannya kalau pengawal itu selalu mengikuti kemanapun tuannya pergi.
“mau berapa lama lagi kalian mau ngerumpi di sini” ucap ramma sambil memandang ke tiga perempuan yang lagi asik bercanda dan tertawa
“ohh sudah selesai yah, kirain masih lama” ucap vita dengan santai
“padahal tadi rencananya kita mau menggelar tiker biar bisa tiduran sambil nungguin kalian” ucap ayu dengan melirik sekilas ke arah bram
“kalau sudah punya yang baru.. yang lama di lupakan saja, kan sudah tidak penting, iyakan vit, yu”ucap alin yang langsung di setujui ayu dan vita
“ya ampun sayang kamu kok cemburunya sama cowok sih, emang kamu fikir aku laki-laki apaan” ucap ramma sambil menarik tangan vita
“tau tuh.. emang di fikiran mereka kita ini cowok apaan yah” ucap satria
“apa kita harus benar-benar tunjukan kejantanan kita di depan mereka, agar mereka percaya kalau kita itu masih normal” ucap bram sambil memandang alin dan ayu
“ayo cepat kalian mau pulang ke rumah tidak, atau kalian benar-benar mau menggelar karpet di sini untuk tidur” ucap ramma pada perempuan itu, sedangkan satria dan bram hanya menahan senyum mereka saja
“enak saja. Yah enggaklah.. kita tadi Cuma gurau aja loh, jangan di anggap serius napa” ucap ayu sambil ngikutin langkah bram
“pak satria, kita akan naik mobil keren ini. Ini mobil siapa emang?” tanya ayu saat melihat mobil putih yang sangat mewah dan keren di depannya
“iya kita naik mobil ini, ini adalah salah satu koleksi mobil kesayangan saya, mobil Zenvo ST1 warna putih, ayo naik” ucap satria
“pak ini berarti mobil bapak yah... ya ampun ini keren banget pak, kenapa tidak di bawa ke indonesia saja” ucap ayu pada bram
“iya ini mobil saya, ini juga mobil koleksi saya di sini. Kalau di indonesia saya sudah ada koleksi mobil lain, jadi untuk mobil tipe Hennessey Venom GT ini saya taruh di sini” jawab bram
“sayang ini mobil tipe apa, sumpah ini keren banget kenapa tidak kamu taruh di rumah saja, biar bisa buat rendy kalau sudah besar nanti” ucap vita sambil memegang body mobil mewah itu
“ini mobil Lamborghini Sesto Elemento, memang sengaja aku taruh di sini, agar kalau aku ke jepang tidak harus menyewa mobil lagi. Kalau masalah rendy, biar nanti kalau besar dia memilih mobil yang dia mau tapi kalau dia mau pakai mobil koleksi aku sih yah tidak apa-apa” ucap ramma
Mereka semua berkendara menuju salah satu rumah milik ramma, satria dan bram. Rumah itu sengaja mereka beli untuk di jadikan basecamp, agar mereka tidak lagi menyewah hotel atau apartemen.
__ADS_1
Semua sudah di siapkan di dalam rumah itu, termasuk bahan-bahan makanan yang bisa mereka masak sendiri jika sedang rindu masakan indonesia.
Setelah sampai rumah mereka langsung masuk, dan memilih kamar mereka masing-masing. Tapi ayu dan alin memilih tinggal dalam satu kamar biar ada teman yang bisa di ajak ngobrol saat mau tidur, sebenarnya vita juga ingin tinggal satu kamar bersama ayu dan alin tapi sayangnya ramma tidak memberi ijin.
Setelah mereka bersih-bersih, mereka langsung memilih untuk tidur, agar badan mereka bisa kembali fith besok pagi, karena memang kerjaan sudah menunggu mereka besok, jadi hari ini mereka ingin memanjakan diri dulu agar besok bisa langsung mengikuti pertemuan-pertemuan yang sudah di jadwalkan.
*********
Mereka semua sudah bangun, dan sudah menunaikan kewajiban sholat subuh mereka dengan berjamaah, tapi setelah sholat ramma, satria, dan bram melanjutkan tidur mereka sedangkan vita, alin, dan ayu memilih jalan-jalan pagi sekitar rumah mereka, karena mereka ingin tahu keadaan pagi di jepang itu seperti apa.
“ternyata jam segini masih sepi yah” ucap vita
“iya bedah banget yah, kalau di indonesia jam segini pasti sudah banyak ibu-ibu yang menyapu halaman, pergi belanja atau apa gitu” ucap ayu sambil senyum-senyum gak jelas
“kira-kira di jepang, ada mak-mak rumpi gak yah.. penasaran banget gw” ucap alin sambil menoleh ke kanan dan kekiri untuk melihat situasi
“ehhh tunggu tunggu... vit, lin kalian masih ingat kan jalan pulang kita lewat mana?” ucap ayu yang mulai takut bakalan nyasar
“kalian kaya tidak ada ponsel aja, kalau nyasar tinggal telpon mereka buat jemput kita, kan beres” ucap vita pada ayu
“gw juga tidak bawa, ponsel kita kan ada di atas nakas lin, dari semalam kita charger” ucap ayu
“ponsel gw juga lagi di charger di kamar, dan sekarang gw tidak bawa ponsel itu” ucap vita sambil geleng-geleng kepala
“oke-oke kita balik sekarang, kita ikutin saja jalan yang kita lewati tadi, siapa tahu kita bisa nyampek rumah tanpa nyasar” ucap alin mencoba menenangkan suasana
“oke-oke gw setuju sama loe lin, yah sudah ayo balik sekarang” jawab vita
Mereka bertiga mengikuti jalan yang mereka lewati tadi untuk berharap bisa sampai ke rumah, tapi sayangnya mereka malah menemukan banyak persimpangan dan tanpa mereka sadari mereka sudah jalan sangat jauh dari rumah, jadi mau tidak mau mereka harus memberanikan diri untuk bertanya sama orang yang mereka temui di jalan.
********
“vita... kamu di mana sayang?” teriak ramma yang mencari vita di dalam rumah
__ADS_1
“loe kenapa sih ram, berisik banget ini masih pagi loh” ucap satria yang baru keluar dari kamarnya
“tautuhh masih pagi sudah berisik aja loe” ucap bram yang sama baru keluar dari kamar
“gw nyari in vita, loe semua ada yang lihat gak” ucap ramma ke satria dan bram
“yah mana gw tahu, coba loe cari di kamarnya alin dan ayu siapa tahu dia ada di sana” ucap satria, dan ramma langsung menuju kamar alin dan ayu
Tokkk....tokk...tok.. (pintu kamar di ketuk ramma)
“vita, alin, ayu” panggil ramma sambil mengetuk pintu
“bagaiman, ada?” ucap satria sambil minum segelas air putih
“gak ada jawaban dari dalam ini, mereka juga tidak membuka pintu” ucap ramma
“ayu... keluar dulu yuh, saya mau tanya ke kamu sebentar” ucap bram sambil mengetuk pintu.
Karena tidak juga ada jawaban akhirnya bram memberanikan diri untuk membuka pintu kamar itu
“lohhh mereka kok tidak ada semua” ucap bram saat mengetahui kamar itu sudah kosong
“Apa!! Uhukk uhkk uhukk” satria yang langsung tersedak minumannya sendiri
“jangan jangan mereka pergi keluar rumah, trus menghilang.. ehhh salah maksud gw nyasar” ucap bram
“waduhhh kita cari mereka sekarang juga, kita pencar saja yah” ucap ramma ke satria dan bram
“tapi gw belum mandi” ucap bram dan satria secara bersamaan
“emang menurut loe gw sudah, kita cari mereka dulu. Apa loe semua rela kalau mereka di tolong cowok jepang yang lebih tampan dari kalian trus mereka jatuh cinta sama orang itu” jawab ramma sambil melirik ke arah satria dan bram
“yahh enggaklah” “oke kita cari mereka sekarang” ucap bram dan satria yang tidak sengaja bersamaan terus
__ADS_1
mereka berpencar agar lebih cepat, ramma juga sudah mengerahkan semua anak buahnya untuk membantu mencari vita, ayu, dan alin.