
semua anggota keluarga sudah berkumpul untuk makan malam bersama, setelah makan malam mereka semua kumpul di ruang keluarga untuk bercerita bersama.
"mi... pi... tadi adinda sudah daftar di kampus A, adinda ambil jurusan kedokteran mi... pi, tadi kak rendy yang temani adinda daftar kuliah" ucap adinda
"lohh... kenapa di kampus A sayang, kampus papi juga ada fakultas kedokteran nya loh... dan kampus papi juga sudah mendapatkan penggargaan sebagai kampus terbaik nomer 1 di indonesia " ucap ramma
"yahh tidak apa apa papi... adinda dari dulu sekolah di yayasan milik papi, sekarang adinda ingin cari yang baru, lagian kampus A juga mendapatkan penggargaan sebagai kampus terbaik nomer 2 jadi apa bedanya, sama sama kampus" jawab adinda
"sayang.... tidak apa apa, biarkan saja, itu sudah menjadi kemauan adinda, aku yakin kalau adinda memiliki alasan tersendiri, tugas kita hanya mendukung saja, selagi itu adalah hal yang sangat baik" ucap vita yang mencoba ikut berpendapat
"iya sudah, itu terserah kamu... papi dan mami akan selalu mendukung semua keputusan yang akan kalian ambil, yang penting kalian juga tanggung jawab dengan semua keputusan yang sudah kalian ambil" jawab ramma sambil melemparkan senyum untuk adinda dan rendy.
"terima kasih pi... mi... adinda janji, adinda akan tanggung jawab sendiri sama semua hal yang sudah menjadi keputusan adinda" ucap adinda sambil memeluk ramma dan vita
"vit... bagaimana, apa kamu sudah menggubungi semua saudara kamu itu" ucap ratih pada vita
"sudah mam... katanya mereka akan pulang di waktu dekat ini, kalau memang perusahaan sudah bisa di tinggal. tapi kata mereka, Arjuna dan Ariel sudah berangkat dari kemarin untuk ke indonesia, mungkin mereka masih dalam perjalanan " jawab vita
"jadi.... juna dan ariel akan datang ke sini mi... hahhh adinda senang banget " ucap adinda sambil lompat pompat kegirangan
"iya sayang... mereka akan kuliah di sini, dan katanya mereka akan kuliah di tempat yang sama seperti kampus kamu" ucap vita
"yeyy... akhirnya aku satu kampus lagi sama juna dan ariel, sudah lama aku tidak ketemu sama mereka" jawab vita
"baguslah kalau mereka datang ke sini lagi, jadi ada yang bantuin aku buat ngejaga tuan putri yang manja ini, dan mereka juga bisa membantu aku di kantor" ucap rendy sambil terus fokus sama bukunya
"ihhh biarin aku manja, yang penting aku manjanya cuma sama mami, papi, dan kakak aja... kalau di depan orang lain aku tidak pernah manja yah... weellkkk " jawab adinda
__ADS_1
tingtung.... tingtung.... tingtung... anggap sebagai suara bell rumah ramma
bik sumi langsung berlari untuk membuka pintu depan.
"ehhh tunggu bik... biar adinda yang buka pintunya, adinda lagi seneng banget hari ini" ucap adinda sambil berlari ke pintu
"sudah bik biarin aja... bibik kembali saja ke dalam" ucap rendy dan bik sumi langsung kembali ke dapur untuk membersihkan piring piring kotor
Ceklekk.... pintu di buka adinda
"Adinda.... ini beneran kamu din... " ucap arjuna sambil senyum melihat adinda
"gila... gue tidak percaya kalau ini kakak gue adinda" ucap ariel sambil memutar mutar tubuh adinda
"arjuna.... ariel.... ini kalian.... hahhhhh aku kangen banget sama kalian.... hahhhh" teriak adinda sambil memeluk tubuh kedua saudaranya itu
"ehhhhtttt ampun... ampun... kita bisa jelaskan ini semua, ihhhh oke oke kita salah... jangan pukul lagi..." ucap Arjuna
dan adinda langsung berhenti memukul mereka
setelah itu mereka tertawa bersama dan saling berpelukan untuk melepas rindu yang selama ini mereka pendam, karena hampir 6 tahun mereka tidak pernah saling menghubungi. karena ramma dan vita tidak mau memberikan fasilitas ponsel untuk adinda saat dia masih di bawa umur, dan dia baru boleh pegang ponsel di kelas 2 SMA.
semua keluarga yang ada di ruang keluarga sempat terkejut karena suara berisik di luar rumah, di tambah adinda juga tidak lanhsung masuk saat setelah membuka pintu.
semuanya jadi saling bertanya tanya tentang siapa tamu itu sebenarnya, sehingga mereka semua memutuskan untuk ikut ke depan melihat siapa tamu itu sebenarnya.
saat di sampai depan, mereka sangat terkejut karena ternyata tamu itu adalah Arjuna dan Ariel yang baru sampai.
__ADS_1
"arjuna... ariel... Ya Allah sudah besar sekali kalian nak... ayo ayo masuk dulu, adinda... itu kenapa adik adiknya tidak di ajak masuk malah di ajak berantem dulu, sampai berisikanya terdengar dari dalam" ucap vita
"iya... tante... tau nih... kak dinda, masa adiknya baru datang langsung di pukuli, jadi tambah sakit semua ini badan" jawab arjuna yang langsung masuk ke dalam
arjuna dan ariel mereka langsung mencium tangan vita, ramma, dan ratih. mereka juga bersalaman sama rendy.
"masih hidup ternyata kalian" ucap rendy saat bersalaman sama arjuna dan ariel
"kebiasaan.... kalau kita sudah mati, mana bisa kita datang kesini dan berdiri di depan kak rendy yang tersayang ini" ucap arjuna
"idihhh.... males banget gue sayang, sayangan sama kalian... gue masih normal" jawab rendy sambil senyum tipis di bibirnya
"kita juga normal lagi kak... sembarangan kalau ngomong, walaupun kita itu masih jomblo, tapi jomblo kita itu terhormat iyakan jun" ucap ariel, sambil membanggakan diri sindiri
"sudah sudah.... ayo kalian masuk, kalian duduk dulu, dan minum dulu. di perjalanan pasti kalian capek kan, jadi setelah itu kalian bisa langsung istirahat dulu di kamar kalian masing masing" ucap ratih
"siap nenek.... nenek apa kabar nek, sudah lama banget tidak ketemu, nenek kok makin cantik yah.... makin terlihat muda , wajahnya itu hampir bersih bersinar gitu" ucap arjuna pada ratih
"apaan sih... jangan bohong yah.... nenenk tidak suka, masa wajah penuh keriput begini di bilang makin cantik dan awet muda" ucap ratih sambil menjewer telinga ariel
"ha ha ha ha ha lanjutin nek... jewer aja terus, katanya dia sangat kangen jeweran nenek, jadi hal pertama yang dia ingin dapatkan di indonesia itu adalh jeweran nenek yang rasanya seperti luping kita mau copot" ledek Arjuna pldan dia sambil tertawa puas karena melihat Ariel di jewer
"ohhh jadi cucu nenek yang satu ini, tidak kangen sam jeweran nenek... apa kamu tidak mau merasakan kembali jeweran nenek ini" ucap ratih pada arjun
"dia juga kangen sama jeweran nenek, jewer aja nek dia... dia tadi sudah janji kalau dia akan mau dengan suka rela kalau nenek ma uhhh jewer orang" ucap ariel sambil terus menahan sakitnya karena jeweran ratih
"ohhh begitu, yah sudah sini... nenek akan jewer kuping arjuna sekarang... " jawab ratih yang sangat rindu dengan cucunya itu
__ADS_1
setelah acara jewer jeweran, dan juga cerita selama mereka ada di luar negeri, mereka langsung di suruh untuk tidur, karena pasti mereka masih merasakan capek karena lama di dalam pesawat.