Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 58


__ADS_3

Sampainya di rumah, ramma langsung memberikan minum untuk ke tiga perempuan itu yang sedang menangis agar mereka bisa lebih tenang.


Setelah mereka agak tenang baru ramma, satria dan bram itu menceritakan kalau laki-laki itu adalah salah satu bodyguard yang di tugaskan menjaga mereka dari jauh.


Bahkan sebenarnya, saat mereka lari ketakutan waktu melihat bodyguard itu sedang telpon yang mereka kira orang itu sedang telpon pasukannya atau apalah, itu ternyata sedang telpon ramma untuk mengetahui titik lokasi vita berada. Jadi mereka salah sangka padahal maksud bodyguard itu baik ingin menolong dan mengantar pulang.


Jadi para laki-laki yang mereka temui di bandara itu adalah bodyguard semua yang akan selalu berpencar untuk mengawasi mereka selama ada di jepang, karena tidak menutup kemungkinan musuh bisnis mereka akan datang mengacau bahkan melukai mereka semua, jadi pengawalan yang ketat itu sangat perlu dalam perjalanan bisnis mereka saat ini.


Setelah situasi tenang akhirnya mereka semua bersiap-siap untuk berangkat ke kantor, dengan pasangan mereka masing-masing. Jika dilihat hanya sekilas mereka akan terlihat hanya berangkat Cuma ber 6 saja, tapi jika yang melihat adalah orang yang sangat berpengalaman di dunia bisnis maka akan terlihat banyak sekali pasang mata yang mengawasi mereka dari jauh.


Kini mereka sudah sampai ke kantor milik ramma yang ada di tokyo, bangunan kantor itu terlihat sangat megah dan kokoh, dan tertulis jelas Dirgantara Group menggunakan tulisan latin dan tulisan jepang.


Mereka semua setelah keluar dari mobil langsung menjadi pusat perhatian semua orang di area perusahaan itu bahkan sudah di sediakan karpet merah untuk mereka berjalan memasuki area kantor.

__ADS_1


Sampainya di depan pintu utama, mereka langsung di kasih kalung dari rangkaian bunga yang sangat indah, dan setelah itu ramma, satria, dan bram menuju ke atas panggung yang sudah di sediakan, sedangkan vita, ayu dan alin mereka duduk di bawah panggung dengan di temani karyawan kantor tersebut.


Yang pertama ramma memberikan sambutan dengan menggunakan bahasa jepang yang di campur dengan bahasa inggris, dan setelah itu giliran satria yang memberikan sambutan dan yang terakhir adalah bram. Mereka kali ini terlihat sangat berbeda jika di bandingkan dengan di rumah atau sedang jalan-jalan, mereka kini menunjukan karisma yang mereka miliki, bahkan semua yang sedang menonton sampai tidak bisa berhenti tersenyum karena kagum.


Vita kini merasa sangat bangga karena suami dia berada di salah satu orang-orang hebat itu, bahkan dia sendiri merasa jatuh cinta kembali saat melihat ramma memberikan sambutan.


Alin juga tidak bisa memalingkan pandangan dari sosok satria yang sedang berdiri di depan, bahkan senyum yang di lempar satria untuk semua karyawan yang ada di sana itu membuat hati alin semakin berdegup kencang.


Setelah memberikan semua motivasi dan pengarahan dan setelah acara penyambutan telah selesai, mereka kini di antarkan untuk masuk kedalam ruangan mereka masing-masing. Ruangan ramma, satria dan bram berada di lantai 5, sedangkan meja vita, alin dan ayu berada di lantai 2 bersama dengan karyawan lain.


Banyak karyawan yang mengajak vita, alin dan ayu berkenalan, karena mereka sangat penasaran sekali dengan para asisten perempuan yang di bawa boss mereka ke kantor, karena baru kali ini boss mereka datang dengan membawa pasangan mereka masing-masing.


Vita, alin dan ayu sudah merekap semua jadwal ramma, satria dan bram. Disini mereka kerjanya tidak lagi bersama-sama, karena semua orang memiliki tugas masing-masing, ramma bersama vita, satria bersama alin, dan bram bersama ayu. Di saat seperti ini paling mudah untuk musuh menghancurkan perusahaan dari dalam maupun dari luar, karena memang ramma sudah mencurigai kalau ada mata-mata yang sudah masuk ke dalam perusahaannya, tapi masih belum ketahuan siapa mata-mata itu.

__ADS_1


Setelah makan siang, mereka semua mengadakan meeting, untuk membahas perkembangan proyek lokasih syuting yang sedang berjala, karena memang proyek itu bisa di bilang memiliki nilai keuntungan yang sangat besar, mangkanya proyek itu akan di tangani oleh ramma, satria, bram dan juga asisten-asisten mereka sendiri, dengan di bantu beberapa orang yang berpengalaman di bidangnya.


Di dalam meeting satria memberikan penjelasan dengan sangat sempurna lewat presentasi penggambaran lokasi syuting yang akan mereka sulap menjadi hutan dengan pepohonan yang besar dan juga bunga-bunga yang berwarna warni, bahkan klien sendiri sangat suka dengan konsep yang mereka buat.


Mereka kali ini tidak ingin ada kesalahan sedikitpun, karena mereka tahu musuh-musuh mereka akan berkerja keras demi menggagalkan proyek besar yang akan mereka kerjakan.


“oke sekarang pembagian tugas yah, satria dan alin kalian cek persediaan bunga jika ada yang kurang kalian pergi ke kebun bunganya langsung dan segera beli apa saja yang di butuhkan, termasuk pohon-pohon untuk pendukung konsep kita, Kalian akan di bantu sama Naomi, Yuki, Christo, dan Chan. Untuk bram dan ayu kalian meninjau para pekerja yang akan turut andil di dalam proyek ini, dan saya minta mereka benar-benar pekerja yang provesional dalam bidangnya, kalian akan di bantu sama Shandra, Siska, Kerren, dan Wijin. Dan untuk pencarian lokasih yang pas dan cocok untuk pemasangan itu semua saya dan vita yang akan turun langsung, dan yang akan berkerja sama dengan saya yaitu marsha, kiran, danar, dan johan.”


“saya percayakan itu semua sama kalian, dan saya harap kalian melakukan semuanya itu dengan sungguh-sungguh. Mulai hari ini kalian bisa mempersiapkan itu semua, dan ingat selalu hati-hati dalam memilih langkah, saya tidak ingin kalian kecolongan apalagi berbuat kesalahan dengan proyek ini” pesan ramma pada semua orang yang ada di ruang meeting tersebut


Setelah selesai meeting tersebut, mereka langsung berkumpul sesuai kelompok yang sudah di bagikan ramma tadi, mereka tinggal menunggu tugas dari boss yang berada di kelompok mereka masing-masing. Di dalam setiap kelompok ada 3 laki-laki dan 3 perempuan, agar tidak menimbulkan kecurigaan dari mata-mata musuh, di dalam proyek ini juga ramma, satria dan bram memancing agar mata-mata itu mau keluar dari persembunyianya.


Untuk pertama kalinya vita, alin, dan ayu sedikit bermain-main dengan nyawa mereka, karena mereka juga faham di dalam dunia bisnis siapa yang paling kuat maka merekalah yang bisa bertahan, bahkan untuk mencelakai, menghancurkan bahkan membunuh itu hal yang sering terjadi di dalam dunia bisnis besar.

__ADS_1


__ADS_2