
saat ramma dan vita berbicara dengan guru rendy, tiba tiba saja rendy teriak memanggil cindy, sontak ramma dan vita langsung menoleh ke arah rendy.
"mami papi kenalin ini teman lendy namanya cindy" ucap rendy
"cindy ini mami dan papi ku." ucap rendy
"assalamualaikum tante om, aku cindy temannya lendy" ucap cindy sambil mencium punggung tangan vita dan ramma
"waalaikum salam sayang, kamu lucu banget sih... cantik lagi" ucap vita sambil sedikit mencubit pipi cindy
rendy terlihat bahagia banget saat ada cindy, bahkan senyum nya tidak pernah hilang dari wajah rendy. apalagi cindy juga anak yang lucu dan humoris jadi dia bisa selalu mengukir senyum di wajah rendy
"rendy bawa cindy nya masuk ke kelas sana, ingat jangan jail yah sama cindy. dan cindy kalau rendy nakal sama cindy, kamu langsung bilang sama om dan tante yah, biar kita yang jewer telinga nya rendy" ucap vita
"siap tante, cindy dan rendy masuk dulu yahh... " jawab cindy
setelah melihat rendy dan cindy masuk ke dalam kelas, vita dan ramma langsung berangkat ke taman bermain yang di maksudkan bram.
****
setelah siap siap, satria langsung berangkat untuk menjemput alin di rumahnya. kerana hari ini mereka juga akan berangkat ke taman bermain sesuai perintah bram.
setelah beberapa menit, mobil satria masuk ke dalam perkarangan rumah alin, dia langsung turun dari mobil dan mengetuk pintu rumah alin.
Tokkk.... tokk... tok... (pintu rumah alin di ketuk)
"Assalamualaikum " ucap bram
"waalaikum salam"
Ceklekkkk (pintu di buka pembantunya alin)
__ADS_1
"ehhh aden, silahkan masuk den. saya panggilkan neng alinnya dulu yahh" ucap pembantu alin
"iya bi, terimakasih yahh. mama ada di rumah tidak bi" tanya satria
"mama di rumah kok sat," saut mama alin dari dalam
dan satria langsung berjalan ke arah mama alin untuk meminta ijin akan membawa alin keluar ke taman bermain.
"mau keluar sama alin yah sat? " ucap mama alin
"iya mam, satria mau ajak alin pergi ke taman bermain, nanti juga ada vita, jadi kita tidak pergi berdua saja" ucap satria pada mama alin
"iya tidak apa apa, tapi mama titip alin yah, jagain dia. " pesan mama alin
"iya mam, itu pasti. satria akan jagain alin kok" jawab satria
"mama jangan khawatir yah... alin tidak akan hilang kok di sana. yah sudah ma, alin dan kak satria berangkat dulu yah... Assalamualaikum mama" ucap alin lalu mencium punggung tangan mamanya.
satria juga berpamitan dan langsung mencium punggung tangan mama alin, setelah itu mereka berangkat menuju taman bermain.
*****
jadi sebelum berangkat mereka menyempatkan dulu untuk pulang, maira juga sudah membawa semua kopernya karena dia akan pindah ke rumah ramma hari ini.
setelah beberapa menit berkendara, mobil bram akhirnya sampai di pekarangan rumahnya. dan maira langsung turun karena dia sudah tidak sabar untuk segera bertemu mamanya bram.
******
"brammmm kamu dari mana saja, semalaman tidak pulang hahhh" ucap mama bram saat tau bram baru saja pulang
"bram nginap di kamarnya ma.... " ucap bram yang belum selesai dan langsung di potong sama mamanya
"apa bram kamu nginap di kamarnya siapa. bukan kamar perempuan kan bram" tanya mama bram
"yahh memang kamar perempuan ma... bram semalam tidur bersama dia di dalam kamar nya" jawab bram
__ADS_1
"bram.....!! kamu kenapa jadi seperti ini sih nak, jangan bram... kalau itu perempuan hamil bagaiman? kamu harus tanggung jawab bram" ucap mama nya bram sambil memegang kepalanya
(ohh astaga kak bram, penjelasan kamu ini Ambigu banget dan bisa di artikan kemana mana. yahh memang tadi malam kita tidur bersama di dalam kamar, tapi bukan seperti itu caranya kamu menjelaskan ke mama kamu. haduhh jadi tidak enak aku sama tante) suara hati maira, saat mendengar omongan mama dan anak itu
"iya mama, bram akan tanggung jawab kok, sekarang itu perempuan ada di ruang tamu... bram minta mama temani dia dulu yah. bram mau ganti baju dulu setelah itu bram akan pergi bersama dia" ucap bram sambil mencium pipi mamanya sekilas dan langsung pergi masuk ke kamarnya
"hahhhh aduh itu anak yahhh kenapa sih... bisa berbuat hal yang memalukan seperti itu" ucap mama bram sambil berjalan ke ruang tamu
******
"maaf mbak, apa anak saya kemarin tidur bersama kamu di dalam kamar kamu" ucap mama bram sambil memasang wajah tegang
"iya tan, kak bram kemarin nginep di kamar maira" ucap maira sambil menahan rasa malunya
"MAIRA!! Maira...... ini kamu nak, Ya Allah.... tante kangen banget sama kamu nak, " ucap mama bram sambil langsung memeluk maira
"maira juga kangen sama tante, maafin maira yah tante, maira pergi tanpa pamit sama tante" ucap maira
"jadi kemarin bram sama kamu semalaman, kamu jelaskan sama tante sekarang, kamu tidak di apa apain sama bram kan sayang" ucap mama bram sambil menyuruh maira duduk kembali
"jadi gini tante, memang kemarin kak bram nginep di kamar maira, tapi kita tidak ngapa ngapin kok tan. maira kan nginep di hotel dulu dan kak bram nyamperin maira di hotel, trus kita banyak sekali ngobrol jadi kita lupa waktu dan akhirnya maira ketiduran di pangkuan kak bram sampai pagi, jadi kita tidak ngapa ngapain kok, kak bram juga tidak akan berani ngapa ngapain maira" penjelasan dari maira
"ohhh jadi gitu, tapi kenapa tadi bram bilangnya seperti itu, jadi fikiran tante kemana mana. bahkan tante juga sudah memikirkan hal hal aneh yang di lakukan kalian berdua" ucap mama vram yang sudah lega
"he he he he he bagaimana kabar tante, tante kelihatan makin cantik banget sekarang" ucap maira
"alhamdulillah tante sehat sayang, kamu juga tambah cantik, tante sempat pangling lihat kamu tadi, sudah tiga tahun kita tidak bertemu yahh sayang. bagaimana perasaan kamu ke bram masih ada atau tidak" ucap mama bram yang membuat maira kaget
"hahhh perasaan apa tante, maira tidak faham" jawab maira sambil membulatkan matanya
"sudahlah sayang, kamu jangan tutup tutupin lagi, tante tahu segalanya.... tante tau kalau kamu punya rasa cintakan buat anak tante itu, tapi kamu tidak berani bilang karena bram selalu anggap kamu adiknyakan" ucap mama bram sambil ngelus rambut maira
"hemmmm maira tidak tahu tan, maira lagi berusaha membuang jauh jauh perasaan itu. karena maira tahu tan perasaan kak bram ke maira tidak akan pernah berubah" jawab maira sambil memasang senyum palsunya
mama bram dan maira banyak sekali cerita sambil menunggu bram selesai ganti baju.
__ADS_1