
Setelah kurang lebih mereka satu jam mereka berkendara, akhirnya mereka sampai di depan rumah bram, dan mobil ramma juga sudah memasuki pintu pagar rumah bram. Setelah memakirkan mobilnya, mereka langsung keluar dari mobil dan mengetuk pintu rumah bram.
Tokkk...tokk...tok... (pintu di ketuk)
“Assalamualaikum om Blam, bukak pintunya... ini lendy” teriak rendy dari balik pintu
“Waalaikum Salam” jawab mama bram sambil membukakan pintu, mereka langsung mencium punggung tangan mama bram termasuk rendy
“lohhh cucu nenek datang.... nenek kangen banget sama rendy, kenapa rendy tidak pernah main ke rumah nenek lagi sih sayang” ucap mama bram sambil menggendong rendy
“papi tidak pelnah ajak lendy kesini nenek, malahin papi saja nek, jewel kupingnya bial tidak nakal lagi” ucap rendy yang berhasil membuat semua orang tertawa kembali
“ayo...ayo kalian masuk, bram ada di kamarnya. Kalian langsung masuk saja” ucap mama bram pada ramma dan satria
“nenek endy ikut ke kamal om blam yah nek” ucap rendy
“ohh gitu, yah sudah rendy boleh ikut ke kamar om bram, oh iya kalian mau minum apa biar mama buatin sekalian nanti mama antar ke atas” ucap mama bram
“ramma terserah mama saja”
“satria juga terserah mama saja pokoknya yang paling enak yah ma”
“kalau cucu nenek ini mau minum apa?”
“tidak usah nenek, lendy tidak mau melepotkan nenek. Papi sama om satlia itu bagaimana sih, kan kasian nenek halus di suluh buatin minum, emang tidak bisa apa buat minum sendilih. Huhhh dasall manja..... tapi kalau nenek memaksa lendy mau jus jeluk di kasih susu sama es batu yah nek... pasti segel banget” ucap rendy sambil senyum tanpa dosa
“sat... elo tau tidak tempat yang pas untuk tukar tambah itu di mana?” ucap ramma sambil menoleh ke satria
__ADS_1
“kenapa.... elo mau tukar tambahkan nie bocah? Gue setuju banget, kita cari bareng aja bagaimana” jawab satria dengan wajah tanpa ekspresi
“sudah-sudah kalian naik saja ke atas, saya sudah sangat lelah tertawa... ramma, mama saranin kamu buat anak lagi yang sama persis kaya rendy, biar makin rame” ucap mama bram sambil tertawa
“he he he he tidak ma, untuk seperti rendy cukup satu saja, ini saja ramma mau tuker tambah kalau memang ada yang mau ma,”ucap ramma sambil senyum yang di buat-buat
“ada apa sih ma, kok berisik banget” ucap bram yang turun dari atas
“om blam!!” teriak rendy dan langsung lari ke arah bram
“hai rendy, om kangen banget sama kamu. Kenapa kamu tidak pernah main ke kampus lagi sih... mentang-mentng sudah punya mami vita, om bram di lupakan” ucap bram sambil memasang wajah sedih
“maaf om... salahin papi aja om, papi yang tidak mau antal lendy buat main ketemu om” ucap rendy sambil memeluk bram
“om.. gendong lendy dong” ucap rendy lagi
“kenapa sih rendy bisa akrab gitu sih sama bram, sedangkan sama gue kagak pernah akur bahkan dia panggil gue om aneh” ucap satria yang merasa iri
“hai... hai... ini minumnya sudah siap, ini khusus cucu nenek, jus jeruk pakai susu dan sedikit es batu” ucap mama bram sambil ngasihkan minuman ke rendy
“terima kasih nenek cantik” ucap rendy dan langsung meminum jus jeruk miliknya
“om blam main yuk ke rumah lendy, kita makan-makan di sana. Lendy punya mainan baluh lo...” ucap rendy yang mencoba ngajak bram
“ayo bram, kamu mau berapa lama lagi diam di rumah. Sudah waktunya untuk kembali ke aktivitas kita dulu, ayu tidak bakalan senang kalau lihat orang yang dia cinta hidupnya berantakan begini” ucap ramma sambil memegang pundak bram
“kalau loe begini terus, ayu tidak bakalan tenang bram. Loe ingatkan pesan terakhir ayu, dia ingin kamu melanjutkan hidup kamu bram, jangan terlalu terpuruk seperti ini. Loe seharusnya bangga kalau kamu bisa menjadi cinta pertama dan terakhir ayu, walaupun ayu belum bisa menjadi cinta terakhir loe.” Ucap satria yang mencoba ngasih semangat untuk bram
__ADS_1
“iya bram, yang mereka bilang itu benar, keluarlah nak, lanjutkan kehidupan kamu. Walaupun kamu masih belum bisa menemukan pengganti ayu, itu tidak papa. Tapi kamu jangan menyiksa diri kamu seperti ini, semua akan baik pada waktunya” ucap mama bram sambil menatap dan memberikan senyuman untuk bram
“iya om blam, ayo main ke lumah lendy. Om blam sudah tidak sayang sama lendy lagi yah, biasanya om blam selalu ajak main lendy dan selalu menuruti kemauan lendy, tapi kenapa sekalang tidak om. Ayo pi kita pulang saja, bilang sama nenek kalau suluh buang saja makanan yang sudah di masak mami, nenek dan tante alin tadi, kalena om blam tidak mau makan di lumah lendy” ucap rendy sambil langsung menarik tangan ramma
“ehhhh enak saja, siapa yang bilang om bram tidak mau makan di rumah kamu, ayo kita berangkat sekarang. Om bram sudah lapar, ayo....” ucap bram sambil menahan tangan kanan rendy
“benelan om.... yeyyyy ayo om blam kita berangkat sekarang, lendy mau di mobil om blam saja yah” teriak rendy yang sangat bahagia
Ramma, satria dan mama bram sangat bahagia sekarang, karena akhirnya bram bisa tertawa lagi dan kini dia sudah mau untuk melanjutkan semua aktivitasnya, bahkan bram bilang mulai besok dia sudah mau kembali ke kampus. Bahkan dia akan menyuruh alin dan vita kembali lagi ke kampus untuk menyelesaikan kuliah mereka.
Mereka sekarang sudah berangkat menuju kediaman ramma, dan rendy berada di mobil bram. Sedangkan ramma masih tetap bersama satria.
*********
Sementara di rumah ramma, para perempuan itu baru saja menyelesaikan masakan mereka dan kini tinggal di tata di atas meja makan. Walaupun dapur masih terlihat sangat kacau dan kotor sekali, mereka memang sengaja untuk tidak membersihkannya, karena mereka ingin kalau nanti para laki-laki yang akan membersihkan dapur sementara para perempuan akan bersantai untuk pergi ke salon.
“ma... ini beneran kita, membiarkan mereka untuk membersihkan dapur?” ucap vita sambil melirik ke arah ratih
“benar dong... kenapa tidak, mereka datang Cuma untuk makan saja gitu... hemm terlalu mulya sekali hidup mereka, sekali kali dong kita kerjain para laki-laki itu” ucap ratih dengan senyum devilnya
“kalau gitu, kita nanti makannya di taman belakang saja, biar mereka tidak melihat kondisi dapur yang seperti ini. Jadi tidak ada alasan untuk lari dari tanggung jawab” ucap alin sambil melirik ke arah ratih dan vita
“ide bagus” ucap vita
“lakukan” jawab ratih.
Mereka akhirnya menata makanan mereka di halaman belakang, agar tidak ada yang curiga dengan rencana yang sudah mereka rencanakan dari awal. Setelah selesai di tata, mereka tinggal menunggu kedatangan para laki-laki itu, sambil menunggu para perempuan itu menyempatkan diri untuk bersih-bersih dan menggunakan baju yang akan mereka pakai ke salon nanti.
__ADS_1
Kebahagian dapat menghancurkan setiap kesedihan dalam diri seseorang, bahkan hanya dengan melihat orang lain bahagia saja itu sudah cukup membuat diri kita bisa bahagia. Sebarkan kebahagiaan untuk semua orang yang kita sayangi dan jangan lupa untuk terus mengukir senyum di wajah kalian, karena itu adalah salah satu dari ibadah.