Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 35


__ADS_3

Hari ini Ramma pulang cepat karena memang di kantor tidak terlalu sibuk, jadi dia memutuskan untuk pulang awal, sedangkan satria memilih untuk lembur karena memang dia belum memiliki seketaris, jadi masih harus mengerjakan semuanya sendirian. Walaupun ramma sudah menawarkan untuk di mencarikan seketaris, tapi satria tetap menolak. Dia tidak ingin merepotkan orang lain dan terlebih lagi dia juga tidak ingin kejadian waktu dulu terulang kembali.


Sesampainya ramma di rumah, di langsung naik ke atas karena tidak menemukan rendy dan vita di lantai bawah. Ramma langsung membuka kamar rendy dan ternyata rendy masih tidur dengan sangat pulas jadi ramma tidak mau membangunkan putranya itu. Setelah ngecek kamar rendy, ramma langsung masuk ke kamarnya dan menemukan vita juga sedang tidur, ramma langsung duduk di samping vita lalu dia mencium dan membelai kepala vita. Vita yang merasa kepalanya di sentuh seseorang langsung bangun dan memastikan siapa orang itu.


“lohh kok sudah pulang, ini jam berapa emang?” tanya vita yang terkejut melihat ramma


“jam 4 sore, memang di kantor tidak terlalu sibuk jadi yah aku pulang saja. Habisnya aku kangen sama kamu sayang” ucap ramma yang tiba-tiba bersikap manja sama vita


“hemmm emang boleh gitu yah, belum waktunya pulang sudah pulang duluan” tanya vita dengan memeluk ramma yang sedang manja


“boleh dong, kan aku bossnya, jadi semua orang mana ada yang berani menahan aku pulang” jawab ramma dengan wajah sombong nya


“hemm mulai sombongnya mulai keluar, sudah ahh kamu bangun kan rendy dulu sana, aku mau mandi, aku belum sholat ashar. Kamu sudah sholat apa belum” tanya vita


“sudah tadi di kantor, aku jamaah sama satria. Yah sudah kamu mandi dulu, biar rendy aku yang urus” ucap ramma sambil beranjak ke kamar rendy


Sementara vita mandi dan sholat, ramma sedang berusaha untuk membangunkan rendy yang sedang tidur di kamarnya sendiri.


“Rendy...Rendy bangun yuk.... waktunya mandi sekarang, kamu tidak capek apa tidur terus” ucap ramm sambil menggoyang-goyangkan tubuh rendy


“ihhh bialkan lendy tidul sebental lagi mbak tina, jangan ganggu lendy” ucap rendy tanpa membuka matanya


“Rendy sekarang papi minta bangun, dan langsung mandi” ucap ramma kembali


“mbak tina, jangan buat suala sepelti papi gitu, lendy tidak akan teltipu sama mbak tina” ucap rendy sambil menutup tubuhnya dengan selimut


(Anak siapa sih ini, bener-bener ngeselin banget, kalau di tukar tambah gitu bisa gak sih) suara hati ramma yang mulai kesal sama rendy


“rendy ini papi, bukan mbak tina. Sekarang rendy bangun jangan tidur lagi, kalau rendy tidak mau bangun, nanti papi tidak akan kasih jatah makan malam buat rendy” ucap ramma dengan nada kesal dia


“hahhhh papi!!!! Kenapa papi di sini, mana mbak tina pi” ucap rendy yang terkejut karena papinya sudah berdiri di depan tempat tidur dengan wajah tegang

__ADS_1


“emang dasal mbak tina itu tidak mau membangunkan aku, padahal tadi lendy sudah bilang loh pi ke mbak tina buat bangunin lendy. Emang dasal mbak tina pemalas, tidak usah di kasih makan pi mbak tinanya” ucap rendy yang berusaha mencari kambing hitam


(pantesan saja dari dulu tidak ada pembantu yang betah kerja lama di sini, Rendy... Rendy, kamu itu nurun sifatnya siapa sih perasaan mami mu dulu orangnya baik banget) suara hati ramma


“bagaiman rendy sudah mandi sayang” ucap vita yang sudah selesai mandi dan menunaikan kewajiban dia


“tuhh lihat saja sendiri, bagaimana mau mandi, kalau dia aja baru bangun.”ucap ramma dengan memasang wajah cemberutnya


“he he he he dasar... ayo rendy mandi sama mami yah sayang, emang papi kamu itu payah yah ren” ucap vita sambil melirik ke arah ramma dan menahan senyumnya


“tidak mi, lendy mau mandi sendili saja, mami tolongin lendy ambil baju itu saja, biar nanti lendy yang pakai sendili” ucap rendy dengan menunjukan baju yang ingin dia kenakan, Dan setelah itu rendy langsung membawa bajunya ke kamar mandi.


Vita langsung menuntun ramma buat ke kamarnya, karena ramma sendiri belum mandi dan masih menggunakan baju kantornya.


“kamu mandi dulu yah.. aku mau ngobrol sama kamu sebentar’ ucap vita


“mau ngomong apa emang?, sekarang juga tidak apa-apa kok sayang” jawab ramma


Vita membersihkan kamarnya, sambil menunggu ramma keluar dari kamar mandi, dan dia juga sudah membuatkan kopi hitam kesukaan ramma. Sementara rendy setelah mandi dia langsung pergi bermain di taman belakan di temanin pak yusuf dan mbak tina, walaupun rendy sangat usil sama mereka, tapi mereka tidak pernah mengelu dan mereka juga tetap sayang sama rendy.


Ceklekkk...(pintu kamar mandi terbuka)


Ramma keluar dari kamar mandi hanya menggunakan celana pendek saja, dan dia tidak menggunakan baju yang di berikan vita, entah apa maksudnya seperti itu tapi ramma memang sengaja keluar kamar mandi tanpa menggunakan baju.


Vita semakin tidak fokus melihat tubuh ramma yang memiliki roti sobek di tambah lagi masih ada buliran air yang belum di lap, dan rambutnya juga masih basah belum di keringkan. Mata vita tidak bisa pergi dari pandangan yang ada di depannya itu, bahkan secara tidak sadar vita mulai tersenyum dan pipinya memerah karena ulah ramma.


(apa dia benar-benar suamiku? Kenapa dia terlihat sangat menggoda sih... ya ampun ramma kamu hot sekali) suara hati vita


Ramma yang sadar jika vita terus menatapnya tanpa berkedip langsung mendekati tubuh vita dengan sedikit menggoda, dan tanpa basa-basi ramma langsung mencium bibir vita dengan sekilas, mendapat perlakuan ramma itu membuat vita tersadar dari lamuman anehnya dan mencoba kembali fokus sama hal yang ingin dia sampaikan ke ramma, vita mencoba menguasahi dirinya sendiri agar tidak tergoda dengan ramma.


“ehemmm... kamu cepat di pakai bajunya, sengaja banget sih ngegoda aku” ucap vita pada ramma

__ADS_1


“siapa yang ngegoda coba, kamu saja yang tergoda. Lagian tidak apa-apa kok, apa kamu sudah ketagihan dengan aksi kita waktu itu” ucap ramma sambil membisikan di teling vita


“ihhhh apaan sihh... sudah-sudah pakai bajumu, aku ingin segera ngomong sama kamu. Ini masalah penting tau gak” jawab vita sambil membantu memakaikan baju ramma


“masalah apa sih sayang, kamu tidak lagi minta cerai kan sama aku” celetuk ramma yang membuat mata vita melotot


“ihhh kalau ngomong bisa di saring tidak sih.. jangan main nyeletuk saja” jawab vita sambil mencubit pinggang ramma


“awwwuuu.. awwuu iya-iya maaf, sakit tau... dasar vita aneh” ucap ramma ke vita


“Apa!! Dasar om om mesum, ayo ke ruang kerja kamu, biar enak ngomong nya” ucap vita sambil menarik tangan ramma


...Di Ruang Kerja Ramma...


“yah sudah kamu mau ngomong apa sayang” ucap ramma sambil menatap mata vita


“begini om, ehh salah sayang maksudnya (mata ramma langsung berubah melotot seketika saat vita panggi om dan langsung berubah tersenyum saat vita panggil sayang) kamu tadi nyaranin yang aneh-aneh yah sama pak bram di kampus, sampai-sampai pak bram ngasih rekomendasi perusahaan kamu untuk aku jadikan tempat magang” ucap vita yang kembali serius


“hahh enggak, ngapain juga aku menyarankan ke bram seperti itu” jawab ramma yang mencoba menutupi kebohongannya


“jujur saja tidak usah bohong sama aku, tuhh mata kamu lagsung bilang ke aku kalau anda sedang bohong tuan ramma yang terhormat” jawab vita sambil senyum ke samping


“emang kapan mata ku bilang ke kamu, jangan sok tahu kamu” ucap ramma yang sudah tidak bisa berkelit lagi


“ sudah-sudah langsung saja, aku malas berdebat sama kamu. Besok aku dan teman-teman ku mau ngasihkan proposal ke kantor kamu, semoga kita keterima yah, dan awas sampai di tolak” ucap vita sambil melotot


“hahh teman-teman, emang siapa teman-teman kamu. Dan emang kamu punya teman vita?” ucap ramma yang sedikit terkejut


“emang menurut om saya tidak punya teman apa, kasian banget hidupku. Sudah tidak ada pacar tidak ada teman juga” ucap vita sambil menekuk wajahnya


“yah sudah besok, langsung masuk ke ruangan ku saja. Biar aku yang mengatur semua magang kalian, jangan masuk ke ruang HRD bisa di tolak kalian” ucap ramma ke vita

__ADS_1


“yahh itu kita lihat saja besok, kalau sampai HRD tolak proposal kami. Aku tidak akan ngasih jatah sama junior kamu tuh” ucap vita sambil senyum jahat dan melirik ke arah bawah perut ramma


__ADS_2