
bram yang merasa badannya kegerahan, dan penuh keringat, memilih untuk bangun dari tidurnya, keadaan bram kali ini sudah lebih baik.
saat kebangun bram kaget kalau ada maira yang sedang tidur di samping kakinya dan sedang memegang tangannya. bram merasa senang karena melihat maira bisa dengan telaten untuk menjaga dan merawatnya saat sakit.
"Ra.... kenapa kamu sebaik ini sama kakak, kalau begini terus bisa bisa kakak jadi jatuh cinta sama kamu Ra, tapi apa kamu juga bisa mencintai kakak" ucap bram sambil terus memandang wajah maira yang kelelahan
"Ra.... teruslah seperti ini, terus berada di samping kakak seperti ini yahh... jangan pernah berubah, dan jangan dekat dengan laki laki lain selain kakak, ramma dan satria."
"maafkan kakak kemarin buat kamu nangis, jujur itu karena kakak tidak suka saat kamu dekat dengan laki laki itu, kakak merasa sakit hati saat laki laki itu bilang kalau dia adalah pangeran kamu"
bram langsung turun dari ranjangnya dan menggendong maira yang sedang tidur dan menaruhnya di ranjang tempat dia tidur.
setelah memapah maira bram langsung mandi karena tubuhnya kali ini lengket sekali karena maira mematikan AC yang ada di kamarnya.
"huaahhhmmm" maira yang terbangun dari tidurnya, tapi dia masih belum sadar kalau kali ini dia tidur di atas ranjang orang
"kenapa tempat tidurku jadi luas banget yahh... dan siapa yang mengganti seprai dan selimutku yahh, biasanya warna biru, tapi kok ini warna hitam yahh" ucap maira sambil menarik selimut untuk menutupi tubuhnya
"kamu kalau masih ngantuk tidur saja Ra, kakak tidak akan mengganggu tidur kamu" ucap bram yang baru selesai mandi
maira yang awalnya memejamkan matanya, seyelah mendengar suara itu, dia langsung terkejut dan merubah posisinya menjadi duduk.
"hahhhh kak bram, kenapa kakak ada di kamar maira" ucap maira yang masih tidak sadar
"apa kamar kamu, Ra.... coba lihat lagi deh dan ingat ingat kamu sedang di kamar siapa ini" jawab bram sambil duduk di samping maira
__ADS_1
maira mencoba mengingat kembali, dan dia mulai melihat lihat sudut kamar ini.
"ohh iya maira ingat sekarang, lohh kak bram habis mandi ? " tanya maira
"iya Ra, habisnya kamu matikan AC nya, kakak gerah banget. tuh lihat kamu juga keringetan, kamu mandi saja dulu Ra, " jawab bram
"kakak kan masih sakit, kakak tadi demam loh... kenapa kakak mandi sih, kalau demamnya tinggi lagi bagaimana" ucap maira sambil langsung menaruh telapak tangannya di kening bram
"tuhhh kakak masih demam, lohh... kakak tadi mandinya air hangat atau air biasa"
"kakak mandi pakai air biasa, yahh biar tubuh kakak jadi lebih segar saja mangkannya kakak milih pakai air biasa" jawab bram
"ihhhh kak bram itu yah, kakak buka bajunya sekarang, maira mau ngolesin minyak kayu putih ke semua tubuh kakak biar kakak tidak masuk angin, buka sekarang yah" ucap maira sambil mengambilkan minyak kayu putih di kotak p3k
"tapi Ra.... tidak usah deh, kakak bisa sendiri" jawab bram yang sedikit tidak enak dengan maira
(kakak bukannya malu apa lagi jijik Ra, kakak takut kalau kakak tidak bisa mengendalikan diri kakak sendiri saat kamu sentuh tubuh kakak, dan kakak tidak mau lagi anggap kamu adik Ra, kakak tahu kakak egois, kakak minta lebih Ra, kakak mau kamu jadi milik kakak untuk selamanya) suara hati bram
"iya kakak buka baju kakak sekarang " ucap bram sambil membuka baju yang dia pakai
maira langsung mengoleskan minyak kayu putih di seluruh dada dan punggung bram, maira juga sedikit memijat punggung bram, maira masih bisa merasakan kalau punggung bram masih panas walaupun tidak sepanas tadi
"kak bram habis ini makan yah, maira suruh bibik buatkan kak bram bubur lagi yah trus setelah itu kakak minum obat lagi, ini kakak masih belum sembuh" ucap maira
"perut kakak masih penuh banget Ra, kakak tidak mau makan bubur lagi, rasanya aneh banget Ra" jawab bram
__ADS_1
"yah sudah tapi terserah kakak, tapi kakak tetap harus makan yahh, perut kakak tidak boleh di biarkan kosong." ucap maira sambil membantu bram menggunakan bajunya kembali
"kakak belum beli buah Ra, mama juga belum pulang dari kemarin jadi bibik tidak membeli banyak buah buahan" jawab ramma
"maira sudah beli tadi, waktu maira pergi beli obat, maira sekalian beli banyak buah untuk kakak di super market, jadi sekarang kakak diam di sini aja yah, maira ambilkan buah buhannya dulu, sekalian maira mau bawa baskom itu ke bawah " ucap maira sambil mengambil baskom yang ada di atas nakas
maira turun ke lantai bawah untuk mengambil potongan buah yang Sudah di potong sama bibik tadi pagi, maira mencampur semua buah yang dia beli tadi seperti melon, pepaya, alpukat, apel, dan pir.
"neng... bagaimana keadaan maa bram, apa sudah baikan" tanya pembantu rumah bram saat melihat maira mengambil beberapa buah di dalam kulkas
"iya bik, alhamdulillah kak bram sudah tidak apa apa kok, panasnya juga sudah turun, tapi masih perlu banyak istirahat yahh jadi maira belum ijinkan kak bram keluar kamar"
"terima kasih yahh beng, kalau bukan karena neng maira, mungkin bibik juga tidak akan tahu kalau mas bram sedang sakit di kamarnya. karena bibik sendiri tidak berani masuk ke kamar mas bram kalau tidak di suruh sama mas bram, itu pun mas bram selalu mengawadi bibik kalau lagi bersih bersih"
"tidak apa apa kok bik... lagian kalau dalam keadaan darurat bibik beranikan diri saja untuk masuk ke dalam kamar kak bram, tidak perlu takut bik, itukan juga demi kebaikan kak bram sendiri"
"iya neng.... besok besok bibik akan coba berani masuk kalau dalam keadaan darurat"
"yah sudah bik, maira ke atas lagi yah... kasian kak bram kalau harus menunggu lama"
"iya neng silahkan"
setelah berbicara dengan bibik, maira langsung naik ke lantai atas untuk memberikan buah dan air minum untuk bram.
"kamu kok lama banget sih, katanya cuma mau ambil buah saja kenapa lama begitu" ucap bram saat maira membuka pintu kamar nya
__ADS_1
"iya maaf, tadi maira ngobrol sebentar sama bibik di bawah" jawab maira
maira menaruh nampan yang berisikan buah dan air minum di atas nakas, agar bisa langsung di makan sama bram sendiri, maira juga pamitan untuk pulang sebentar buat mandi dan mengambil beberapa bajunya untuk dia gunakan besok.