Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 218


__ADS_3

semua anak sudah berkumpul di lab tersebut dan mereka menyiapkan kata kata untuk presentasi nanti.


"oke, kita langsung saja, tidak usah menunggu berlama lama, siapa yang mau maju terlebih dahulu. karena itu juga akan memberikan nilai tambahan untuk kalian" ucap senior


karena tidak ada yang berani angkat tangan duluan, akhirnya adinda memantapkan diri nya sendiri untuk maju ke depan buat presentasi pertama kali.


"saya aja kak" ucap adinda sambil mengangkat tangannya


"oke baik... sekarang kamu mmaju ke depan dan perkenalkan diri kamu dan kamu ingin presentasi tentang apa" ucap senior


"oke kak... terima kasih atas waktunya, " jawab adinda


"baik... selamat siang semuanya" ucap adinda


"siang.... " jawab srmua anak yang ada di lab tersebut


"saya adinda, di sini saya akan melakukan presentasi mengenai Pemanfaatan Abu Layang Batubara Untuk Stabilisasi Ion Logam Berat Fe3+ dan Zn2+ Dalam Limbah Cair"


"karena sangat kebetulan di sini terdapat bahan bahan yang mampu mendukung penelitian ini, jadi saya mengambil dan mencoba untuk mengetahui hasilnya "


adinda menjelaskan panjang lebar mengenai penelitian nya, hingga membuat semua orang terpesaona, bahkan mereka semua tidak seperti anak baru yang sedang presentasi melainkan mereka sedang mendengarkan penjelasan dari seorang dosen yang sedang mengajar di kelas.


adinda melakukan presentasi dengan waktu kurang lebih 30 menit, padahal batas waktu yang di kasih minimal 5 menit dan maksimalnya 20 menit, karena penjelasan adinda yang sangat baik, sampai 30 menit berlalu itu tidak terasa.


semua orang memberikan tepuk tangan yang sangat meriah untuk penyampaian adinda yang sangat baik, bahkan adinda berhasil membuat teman temannya yang lain merasa minder dan tidak yakin dengan hasil penelitian mereka sendiri.


beberapa anak memilih mundur dan mendukung adinda untuk bisa bergabung dengan team yang akan mengikuti lomba tingkat Asia.


karena mereka percaya dengan kemampuan yang di miliki adinda, dia bisa membawa pulang piala bergilir dan membanggakan nama negara, walaupun saingan dia bukan adalah orang orang hebat yang berasal dari berbagai macam negara.


setelah selesai presentasi semua, kini tinggal juri yang mengumumkan siapa yang berhak ikut gabung dalam team lomba tersebut, dan setelah nilai di di satukan hanya adinda yang memiliki nilai sempurna dari ke 5 juri.


adinda sangat bahagia sekali, bahkan dia langsung lompat lompat kegirangan karena nama dia yang di panggil. semua orang memberikan selamat kepada adinda karena dia berhasil untuk ikut berjuang ke tahap selanjutnya.

__ADS_1


setelah acara itu di bubarkan, semua anak kembali ke aktivitas mereka masing masing, ada yang kembaki ke asrama dan ada juga yang ikut kuliah.


"aku harus kasih tahu ke mami... aku mau berbagi kesenangan ini sama mami ah.... " ucap adinda sambil mengambil ponselnya


adinda langsung menelpon vita untuk membagi kabar bahagia tersebut dengan semua anggota keluarga nya.


tuttt.... tutt... tut... suara nada sambing telpon adinda


vita : iya kenapa sayang


adinda : mami...... adinda seneng banget


vita : seneng kenapa, tumben.... sampai dari suara kamu saja mami tahu kalau kamu lagi jingkrak jingkrak


adinda : iya mi.... karena adinda terpilih untuk ikut lomba kimia di tingkat Asia mi!!


vita : ohhh iya.... selamat sayang.... mami ikut senang kalau begitu....


adinda : iya mi... adinda senang sekali sekarang, karena adinda bisa menggapai mimpi adinda untuk bisa ikut lomba tersebut


adinda : iya mi... tapikan adinda bekerja sama dengan team, jadi bisa di bagi tugasnya. mami kenapa kok seperti tidak senang....?


vita : mami takut nak.... mami takut dengan keadaan adinda, mami takut kalau kejadian dulu itu terulang kembali


adinda : mami.... adinda kan sudah tidak apa apa, mami jangan khawatir sama keadaan adinda yah... adinda janji, adinda tidak akan capek capek mi....


vita : tapi mami tidak percaya sama adinda, adinda sudah sering bilang seperti itu, tapi apa nyatanya.... adinda masih sering pingsan kan sayang.... adinda pingsan itu karena kecapekan. karena kondisi fisik adinda itu berbeda dengan kondisi anak lainnya.


adinda : iya mi.... adinda janji, adinda tidak akan capek capek lagi, lagian adinda sudah tidak pernah mimisan lagi kan mi.... adinda merasa tubuh adinda itu jauh lebih baik sekarang, dan adinda sehat


vita : kamu janji sama mami yah dinda.... karena mami tidak ingin kehilangan adinda, kamu harus lebih sering memikirkan keluarga yang sangat sayang sama kamu, kamu jangan egois. karena sakit kamu itu sewaktu waktu bisa kambuh.


adinda : iya mi.... adinda janji, adinda akan jaga kondisi adinda sendiri, mami jangan khawatir yah... adinda di sini sehat kok.

__ADS_1


vita : yah sudah.... kamu sudah tidak ada jam mata kuliah kan sekarang, jadi kamu pulang ke asrama dan tidur, jangan begadang


adinda : iya mami sayang.... adinda akan ke asrama sekarang, adinda akan tidur dan istirahat. yah sudah yah mi... adinda matikan telpon nya, Assalamualaikum


vita : Waalaikum Salam


panggilan telpon berakhir


setelah menelpon vita adinda pergi ke perpustakaan untuk mencari buku, buat tugas yang di berikan reno pada dia. dan tanpa adinda sadari sedari tadi ada reno yang mengawadi dan mendengar semua omongan dia sama vita


(*adinda sakit? adinda sakit apa emang? kenapa dia tidak pernah cerita, dan kenapa dia kelihatan sehat sehat aja. dia tadi bilang kalau dulu sering mimisan.... apa dia sakit parah.... tapi sering mimisan bukan berarti sakit parah, itu bisa saja karena faktor kelelahan)


(apa itu ada sangkut pautnya dengan pingsannya adinda saat mengikuti ospek itu, karena dia terlihat lelah tapi dia sangat memaksakan untuk mengikuti acara dan akhirnya pingsan)


(aku harus mencari tahu tentang adinda, aku tidak ingin dia terjadi apa apa, aku harus ikutin dia sekarang, karena dia ini tidak sedang berjalan ke arah asrama*,) suara hati reno yang penuh tanya


reno mengikuti adinda sampai ke perpustakaan, dia mengawasi adinda dari jauh, dan mata dia tidak pernah melewatkan pergerakan adinda.



"itu wajah adinda sedang pucat atau dia sedang tidak menggunakan make up, wajah dia tidak seperti biasanya " ucap reno sambil memandang adinda terus



reno memutuskan untuk mendekati adinda, dan dia ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada adinda.


"dinda... " panggil reno pada adinda yang sedang membaca, dia langdung duduk di depan adinda


"kak reno... kakak ngapain ada di sini, kakak mau gangguin aku yahhh" ucap adinda


"siapa juga yang mau gangguin kamu, aku cuma mau tanya... apa kamu lagi sakit sekarang" tanya reno pada adinda


"hahhh sakit.... ada ada aja, aku sehat tahu.... nie... aku masih bisa tersenyum" jawab adinda sambil tersenyum di depan reno

__ADS_1



adinda kembali membaca buku yang dia pegang, dan dia tidak menghiraukan reno, yang ada di depan dia. reno sendiri juga sekalian mengambil beberapa buku yang dia butuhkan.


__ADS_2