
“vita kenapa kamu tidak pulang ke rumah kemari” tanya ramma
“buat apa saya pulang ke rumah tuan, kalau di sana tidak ada rendy, bukannya tuan menikahi saya hanya untuk rendy kan. Jadi saya lebih memilih tinggal di mana saya dulu pernah bahagia walaupun hanya 5 tahun saya tinggal di panti itu” ucap vita
“tapi kamu itu istri saya, seharusnya kamu mengerti itu” jawab ramma
“istri? Mungkin di mata agama dan hukum saya istri tuan, tapi di mata tuan sendiri saya tidak lebih dari seorang pelayan yang tuan bayar untuk menjaga rendy, itukan yang dulu pernah tuan katakan sama saya. Bahkan tuan sendiri masih berhubungan dengan mantan kekasih tuan itu, saya benar-benar tidak memiliki kuasa terhadap diri tuan.” Ucap vita
“vita apa kamu mencintai saya, apakah ada saya di hati kamu?” tanya ramma
“tuan, dari dulu saya memiliki keinginan untuk menikah sekali seumur hidup, bahkan saya hanya ingin maut yang dapat memisahkan saya dan suami saya. Dari awal pernikahan saya dengan tuan, saya sudah memiliki komitmen kalau saya akan belajar mencintai tuan dan menghormati tuan, walaupun tuan tidak pernah memandang keberadaan saya, dan walaupun tuan hanya menganggap saya sebagai pelayan tuan saja” ucap vita dengan mata yang sudah berkaca-kaca
Di sela obrolan ramma dan vita tiba-tiba hilang kendali dan berjalan ke kanan dan kekiri terpaksa untuk keselamatan mereka terpaksa berhenti dan mengecek mobil itu kenapa bisa oleng. Dan ternyata 4 ban mobil itu kempes semua, ramma sempat kesal dengan kejadian itu dan marah-marah tidak jelas dengan keadaan. Akhirnya ramma menelfon orang bengkel untuk mengganti ban mobil yang kempes, dan ramma juga menghubungi mobil lain miliknya untuk segera menjemputnya segera.
“tuan apa masih lama?” ucap vita dari dalam mobil
“mungkin pak dani akan segera sampai, katanya tadi sudah dekat, Cuma tinggal 10 menit lagi. Kita tunggu saja yah” jawab ramma
vita yang merasa bosan di dalam mobil akhirnya dia keluar untuk menghirup udara bebas dan saat vita menoleh ke kanan, ke kirih, keatas dan kebawah dia sangat terkejut karena akan ada dahan phn yang lumayan besar jatuh dari atas pohon yang tinggi dan di bawahnya itu ada ramma yang sedang berdiri.
“Tuan!!!! Awas” vita yang berlari dari arah kanan mobil menuju kiri mobil dan langsung mendorong tubuh ramma hingga jatuh jauh dari pohon tersebut, sementara itu naasnya, vita tersandung kaki sendiri dan jatuh di bawah pas pohon itu.
“Ahh!!!!!!” kepala vita terhantam dengan keras dahan pohon itu dan vita langsung tidak sadarkan diri
__ADS_1
“VITA!!!” teriak ramma saat lihat istrinya tergeletak dengan darah yang sudah keluar banyak
“vita aku mohon sadarlah, jangan tinggalkan aku, aku mohon vita, aku mohon” tangis ramma pecah sambil memeluk tubuh istrinya yang sekarat
Pak dani datang tepat waktu, dan kini ramma langsung membawa vita ke rumah sakit terdekat untuk segera menyelamatkan istrinya yang sudah sanagt lemah sekali.
“vita jangan tinggalkan kami vita, jangan... kenapa kamu mau menolong ku vita, vita aku mohon sadar jangan buat aku takut” kini ramma menangis sejadi-jadinya sambil terus memeluk tubuh vita
Tak lama akhirnya mereka sampai ke rumah sakit yang sangat besar dan ternyata jaraknya tidak terlalu jauh dengan tempat kejadian perkara, vita langsung di bawah dokter menuju ruang operasi, karena melihat kondisi luka vita yang cukup parah, ramma benar-benar kacau sekarang dan perasaannya campur aduk, yang bisa ramma lakukan hanyalah mondar mandir dan terus memanggil nama vita dan pastinya dengan air mata yang tidak henti-hentinya dia tumpahkan.
“vita..vita...vita kamu harus selamat, kamu jangan tinggalkan aku dan rendy, aku mohon vita” kata yang terus menerus rendy ucapkan.
Setalah menunggu kurang lebih 2 jam akhirnya dokter yang menangani vita keluar dari dalam ruang operasi.
“tenang pak, sekarang kita serahkan saja sama yang kuasa, saya dan team sudah berusaha dengan sebaik mungkin. Keadaan pasien masih keritis, luka di kepala sangat parah sehingga melukai saraf penglihatan ibu vita, jadi kemungkinan setelah sadar ibu vita akan mengalami kebutaan” ucap dokter yang membuat ramma semakin sedih
“apa dok buta? Apa dokter tidak bisa melakukan cara lain agar istri saya tidak buta, dokter tidak usah memikirkan masalah biaya saya akan melakukan apa saja untuk istri saya dok. Saya mohon dok lakukan cara lain agar istri saya tidak buta, saya mohon dok” ucap ramma sambil memohon dan terus menangis
“bapak tenang saja, buta ibu vita tidak bersifat permanent, ibu vita akan sembuh dengan seiring berjalannya waktu. Tapi saya tidak bisa memprediksi akan hal itu terjadi kapan, bisa 1 minggu, 1 bulan, 1 tahun bahkan bisa lebih, sekarang bapak tinggal ber doa saja serahkan semuanya sama yang maha kuasa. Saya tinggal pak, sebentar lagi bu vita akan di pindahkan ke ruang rawat inap, bapak bisa menjaga ibu vita di sana” ucap dokter
(vita saya janji sama kamu, saya akan jaagain kamu sekarang saya akan lindungi kamu sekarang. Saya tidak bisa pungkiri lagi kalau saya benar-benar jatuh cinta sama kamu) suara hati ramma
*******
__ADS_1
“mami...mami...mami... mami vita!!!!” teriak rendy dalam mimpinya
Bu ratih dan pak willy yang mendengar suara teriakan rendy menjadi terkejut dan langsung berlari ke dalam kamar rendy, untuk memastikan keadaan rendy.
“sayang.. bangun nak, rendy bangun sayang” ucap bu ratih sambil mengelus
kepala rendy yang penuh dengan keringat
“mami vita!!!” teriak rendy lagi saat terbangun dari mimpinya
Seketika rendy langsung memeluk neneknya itu, karena dia kini sedang ketakutan, bahkan terus menangis tanpa henti sambil memanggil nama vita terus, pak willy langsung memberikan minum untuk cucunya itu agar dia lebih tenang sedikit dan bisa menceritakan semuanya.
“rendy kamu kenapa? Kamu mimpi apa? Tanya bu ratih
“mami vita nek...mami vita... lendy takut nek, lendy takut sekalang” ucap rendy sambil terus menangis
“sayang mami vita tidak apa-apa, dia sekarang lagi sama papi, kan di sana ada papi yang menjaga mami vita” ucap bu ratih untuk menenangkan rendy yang terus menangis
“tidak nek, tadi lendy mimpi kalau ada olang yang mau jahat sama mami, tlus mami di pukulin olang jahat itu nek, mami mau melindungi papi dan lendy dali olang jahat itu, lendy lihat tubuh mami penuh dalah nek, dan mami tidak mau bangun lagi nek. Lendy takut nek” ucap rendy sambil menceritakan mimpinya itu
“rendy mungkin sekarang lagi kangen sama mami vita kan? Bagaimana kalau nenek telpon papi buat tanya keadaan mami sekarang, trus nanti biar rendy yang langsung ngomong sama mami, bagaimana” ucap ratih yang langsung di setujui sama rendy
Ratih langsung mencoba menghubungi ramma tapi ternyata ramma tidak menjawab panggilan dari ratih, bahkan sampai berkali-kali ratih mencoba tapi hasilnya sama saja. Kini rendy semakin takut dan terus menangis karena mimpinya tadi, sehingga ratih mencoba menjelaskan ke rendy kalau sekarang papinya tidak bisa di hubungi, mungkin sedang istirahat karena capek, atau sedang tidak membawa ponselnya sehingga tidak mendengar kalau ponselnya berbunyi, ratih bilang kalau 1-2 jam ke depan nanti pasti ramma akan menghubungi kembali.
__ADS_1