Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 241


__ADS_3

karena acara tersebut di selenggarakan sampai menjelang subuh, maka ramma dan yang lainnya pamit untuk pulang terlebih dahulu. karena ramma tahu semakin malam akan semakin panas, tarian dan minuman keras akan di sajikan di acara tersebut.


semua keluarga sudah pulang semua, ramma menyuruh semua anak anak nya untuk tidur, agar mereka tidak mendengar suara gamelan yang di bunyikan. karena kalau mereka mendengar, maka takutnya mereka akan penasaran dan ingin datang ke acara itu lagi.


*******


"riel.... ini suara gamelan, jangan jangan itu dari tempat tadi.... kita lihat yuk sekarang " ucap arjuna


"jangan jangan, om ramma kan tadi melarang kita untuk datang, jadi kita tidur aja" jawab ariel


"iya sih... tapi acara kaya gini itu tidak ada di kota, mangkanya gue ingin tahu, emang loe tidak mau tahu acaranya" ucap arjuna


"iya sih... loe benar, gue juga ingin tahu, tapi apa kalau kita keluar malam malam tidak ketahuan, " jawab Ariel


"kita ngendap ngendap aja, jangan sampai ketahuan. kalau sudah bosen nanti kita pulang" ucap Arjuna


"yahhh okelah... kita berangkat sekarang " jawab ariel


arjuna dan atiel keluar rumah dengan pelan pelan, mereka mengendap sampai ke luar rumah karena rasa penasaran mereka dengan acara itu.


mereka berhasil keluar, dan mereka juga sudah berada di luar rumah. mereka berdua berjalan untuk kembali ke acara itu untuk melihat acara malamnya seperti apa.


*******


indah dan adinda juga belum tidur, tapi mereka lebih pilih bermain ponsel dan membaca buku, ketimbang penasaran dengan suara gamelan itu, karena mereka emang mereka tidak tertarik dengan suara suara itu.


"mbak... mbak indah buruan sini.... " ucap adinda yang melihat ariel dan arjuna pergi ke luar


"ada apa sih din" jawab indah


"lihat itu... itu bukannya ariel dan arjuna yah... ngapain mereka malam malam seperti ini keluar rumah" ucap adinda


"iya yah... itu mereka, jangan jangan... mereka ingin kembali ke acara itu, karena mereka penasaran dengan musik gamelan itu" jawab indah

__ADS_1


"wah gawat.... kita harus kejar dia mbak, jangan sampai yang lainnya tahu. kalau mereka ke sana, bisa bisa mereka kena marah sama papi ini kalau mereka tidak mau menurut" ucap adinda


"iya iya... kalau begitu... kita ke sana aja, kita cari mereka dan suruh mereka pulang, sebelum mereka ikut ikutan mabuk, karena kalau di desa mbak itu, kalau ada acara seperti ini, pasti ada yang mabuk mabuk sampai pagi, kalau di sini seperti itu juga bagaimana" jawab indah


"yah sudah kita cari mereka sekarang, tapi jangan bangunkan yang lainnya, kita aja berdua mbak... kita selamatkan arjuna dan ariel, mumpung masih jam segini " ucap adinda


adinda dan indah bersiap siap dengan baju dingin dia untuk menyusul saudara mereka ke acara itu lagi, sebelum keluarga yang lainnya tahu dan jadi khawatir.


setelah sampai luar rumah, adinda dan indah berjalan sambil melihat situasi, karena siapa tahu ada orang mabuk yang berjalan di dekat mereka.


sampainya di pendopo mata adinda dan indah langsung menyusur tempat itu untuk mencari keberadaan arjuna dan ariel, karena memang tempat itu semakin ramai dan benar saja, sudah banyak orang yang mabuk dan berjoget bersama beberapa penari.


"mbak ini bagaimana kita mencari mereka" ucap adinda


"kita lihat aja terus din kesemua tempat, kita harus cari mereka. tempat ini sangat tidak sehat, bau rokok dan alkohol di mana mana, tutupi hidung kamu pakai masker ini" jawab indah sambil ngasih masker untuk adinda, karena indah kalau kemana mana selalu membawa masker untuk jaga jaga.


"iya mbak... terima kasih" jawab adinda


"iya mbak" jawab adinda


mereka berjalan lebih dekat lagi ke tempat penari, karena mereka sangat penasaran dengan keberadaan arjuna dan ariel.


"mbak... itu mereka.... mbak mereka lagi minum apa itu.... jangan jangan mereka minum bir, " ucap adinda sambil menunjuk ke arah arjuna dan Ariel yang sedang duduk dan di tangannya terdapat minuman dengan warna aneh.


"kita bawa balik mereka din... sepertinya mereka sudah mabuk, kamu lihat deh itu, badan mereka sudah mulai goyang.... kita harus segera bawa mereka, tapi kita harus hati hati, karena mereka semua di sini mabuk, jadi jangan pernah senggol mereka kalau kita mau masih selamat" ucap indah


mereka berjalan pelan pelan, dan berusaha tidak menyentuh orang orang yang ada di sini, karena tujuan mereka hanya untuk menyelamatkan arjuna dan ariel saja.


"jun... riel.... kalian ngapain sih di sini" ucap adinda saat berdiri di depan arjuna dan ariel


"adinda... ayo kita joget aja yahhh, dengar deh... musiknya enak sekali" ucap arjuna sambil berjoget


"mabuk nie orang.... kita bawa mereka aja yah mbak, mbak indah bawa ariel dan aku bawa arjuna" ucap adinda

__ADS_1


"iya din... hati hati yah... kita harus bawa mereka pulang sekarang" jawab indah


"mau di bawa kemana mana ini.... apa kita mau joget.... goyang terus.... " ucap ariel dan Arjuna yang semakin ngawur


adinda dan indah sangat berusaha keras untuk menaruh arjuna dan ariel yang setengah mabuk ke dalam rumah tampa menimbulkan kegaduan.


mereka benar benar pelan... untuk mengarahkan arjuna dan ariel ke lantai dua, karena suasana rumah sangat gelap karena lampu di matikan jadi mereka agak kesuaahan buat mencari jalan agar tidak menabrak barang barang yang ada di dalam rumah.


setelah bebebrapa saat, akhirnya mereka bisa sampai ke kamar arjuna dan ariel, mereka manaruh arjuna dan ariel ke ranjangnya sendiri.


"haduh... kepala ku berat banget ini... " ucap ariel sambil memegang kepalanya


"din... kamu ada susu putih tidak, kalau ada, kita kasih mereka susu aja biar pengaruh alkohol nya cepat hilang" ucap indah


"susu putih.... iya mbak ada... kemarin aku beli susu buat di bawa ke sini ada di kamar, bentar kalau begitu aku ambil dulu yah... " jawab adinda


adinda pergi untuk mengambil susu putih yang ada di tas dia, setelah itu langsung di minumkan ke Ariel dan Arjuna, agar mereka bisa cepat sadar.


setelah minum susu yang di berikan adinda dan indah, mereka berdua langsung tidur dengan sangat nyenyak. adinda dan indah langsung menyelimuti mereka berdua dan setelah itu mereka kembali ke kamar mereka.


karena untuk ke kamar mereka harus melewati kamar rendy dan reno, mereka tiba tiba berhenti di depan kamar rendy dan reno, karena mereka melihat pintu kamar itu tidak tertutup dengan rapat, jadi ada sinar lampu dari dalam kamar yang keluar.


"mbak.... kenapa pintunya tidak di tutup rapat? " tanya adinda


"mbak juga tidak tahu din.... " jawab indah


"jangan jangan.... " ucap indah dan adinda secara bersamaan sambil saling memandang


"PR lagi ini mbak" ucap adinda


"kita cek aja din... ini PR atau bukan" jawab indah


mereka mencoba untuk melihat ke dalam kamar, untuk memastikan rendy dan reno masih ada di kamar dia atau tidak.

__ADS_1


__ADS_2