Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 249


__ADS_3

kedatangan ramma dan yang lainnya ke ruangan tersebut cukup membuat semua mata para mahasiswa dan dosen yang lainnya kehilangan fokus, mereka semua menjadi penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya.


"tuan ramma... kenapa tuan ada di sini " ucap papa angel


"ada apa pak eko... kenapa sepertinya terkejut dengan kedatangan saya di sini" jawab ramma


"tuan ramma tahu nama saya...? " tanya papa angel yang bernama eko


"papa... papa kenapa sih... jadi lembek kaya begini, emang siapa sih mereka... sok banget gaya nya... " ucap angel yang masih sombong


"angel... jaga omongan kamu yah... jangan macam macam kamu, mereka itu keluarga dirgantara, dan papa kerja di perusahaan dirgantara, jadi mereka itu boss besar papa" ucap pak eko


"apa.... angel tidak salah dengar pah... kenapa mereka ada di sini... " ucap angel


"papa juga tidak tahu ngel... emangnya kamu sedang cari masalah sama siapa sih, sampai membuat keluarga dirgantara datang ke sini" tanya pak eko


"ohhhh jadi... mereka itu keluarga dirgantara yah... dan kalian bilang apa tadi... mereka adalah pemilik perusahaan dirgantara, jadi... mereka adalah papa kak angel dong... trus dia itu siapa kak angel... sebenarnya siapa sih papa kak angel yang sebenarnya, dia... atau dia.." ucap adinda sambil menahan tawanya


"ingat yah... kak angel... jangan salah pilih papa loh... sisain satu buat aku yah, biar aku juga punya papa... ha ha ha ha" ucap adinda


"ehhh diam loh.... anak miskin... " teriak angel sambil menunjuk adinda

__ADS_1


"kamu yang harus nya diam anak sombong, bisa bisanya ngaku sebagai putri keluarga dirgantara.... saya tidak sudih memiliki anak seperti kamu, dari tadi saya dengarkan omongan kamu tidak ada yang baik, emang apa sih yang di ajarkan papa kamu sampai kamu tumbuh seperti ini, " ucap vita yang sudah tidak bisa menahan amarahnya


"pak eko... kenapa anda hanya bisa diam... tadi istri saya sudah menghina putri bapak loh... kenapa bapak hanya diam, bukannya tadi pak eko seperti berkuasa yah... bahkan seorang dekan bisa bersikap tidak adil sama mahasiswanya. " ucap ramma yang kini duduk di soffa yang ada di ruangan tersebut


pak eko hanya bisa diam... dan bingung dengan apa yang sedang terjadi, karena dia benar benar tidak faham dengan ini semua.


"pak eko masih bingung dengan apa yang terjadi yah... dan kenapa saya ada di sini. mungkin surat pemanggilan orang tua ini bisa menjawab kebingungan bapak" ucap ramma sambil memberikan surat pemanggilan atas nama orang tua adinda


"jadi.... adinda itu putri tuan... " ucap pak eko dengan ragu


"benar... adinda adalah pitri saya, mungkin pak eko sudah tahu kalau saya memiliki seorang putri, namun saya tidak pernah mengespos wajah putri saya ke publik. dan sekarang anda memiliki kesempatan yang spesial karena anda bisa tahu wajah putri saya secara langsung" ucap ramma sambil melihat ke arah adinda


"papi.... " ucap adinda dan dia langsung memeluk erat ramma


"mami... " ucap adinda dan dia langsung memeluk vita dengan sangat erat


"adinda di sini aja yah... mami akan menyelesaikan masalah ini" jawab vita


"saya tanya sekarang sama kalian yah... emang, apa yang salah dari putri saya, apa dia menyakiti kamu angel, apa dia suka cari masalah sama kamu... " tanya vita pada angel


angel hanya bisa diam seribu bahasa, dia tidak bisa lagi ngomong apa apa, karena yang dia rasakan kini hanya malu, bahkan pak eko juga merasa serba salah, dia juga tidak ingin kehilangan pekerjaan yang sangat menguntungkan di dalam perusahaan dirgantara.

__ADS_1


"kenapa kamu diam saja angel.... mana keberanian kamu tadi, dan mana sombong kamu tadi.... hemmm mangkanya kalau mau berbuat itu di fikir dulu, di atas langit itu masih ada langit, jadi jangan merasa kalau kamu itu orang paling sempurna di sini, dan jangan suka menindas orang lain, karena bisa jadi orang yang kamu tindas itu drajatnya jauh lebih tinggi di banding kamu" ucap vita sambil berjalan ke arah angel


"langsung saja yah... saya juga sudah bosen melihat anda diam saja dari tadi, jadi... ini surat berharga dari saya, besok kamu datang ke kantor dan temui HRD buat mengambil gaji terakhir kamu dan juga uang pesangon yang jumblahnya lumayan besar. " ucap ramma sambil memberikan surat pemecatan kepada papa angel


"apa maksud tuan..... tolong tuan... jangan pecat saya... jangan pecat saya, kalau saya di pecat dari perusahaan tuan, maka saya akan susah buat mencari pekerjaan lain tuan... tolong maafkan kami... " ucap pak eko


"maaf pak eko... saya tidak bisa mempertahankan pak eko di dalam perusahaan saya terlalu lama. karena anak pak eko ini sudah berani mengancam keselamatan putri saya dan juga teman temannya, jadi saya tidak bisa memaafkan hal itu" ucap ramma


"tapi tuan.... itu hanya sebuah kesalah pahaman antara anak muda, jadi tolong jangan sangkut pautkan masalah ini dengan kerjaan saya tuan" ucap pak eko sambil memohon pada ramma


"tetap keputusan saya tidak bisa di rubah, anak saya adalah segalanya untuk saya, saya rela kehilangan apapun tapi tidak dengan anak saya, apa lagi kehilangan pegawai seperti anda yang memiliki sifat sombong. jangan lupa pak, anda tadi sudah berani membentak putri saya dan mengancam dia" jawab ramma


"iya tuan... saya minta maaf, saya benar benar tidak tahu kalau dia itu putri tuan, kalau saya tahu dari awal... saya tidak akan bersikap seperti itu pada putri tuan" ucap pak eko sambil terus memohon


"jadi.... kalau adinda itu bukan putri saya... anda bisa berbuat apa pun sama dia gitu maksud anda.... yang saya tidak suka dari sikap anda itu... karena anda selalu memandang orang lain dari luarnya saja, dan suka memandang rendah orang lain, bahkan sepertinya itu yang anda ajarkan sama putri anda ini, sampai kata kata yang keluar dari mulut nya dari tadi hanya hinaan dan celaan untuk orang lain" jwab ramma


"angel... kamu minta maaf sama adinda sekarang.... akui kesalahan kamu... cepetan.... " ucap papa angel sambil membentak angel


"tidak pah.... angel tidak mau.... angel tidak mau minta maaf.... papa dulu tidak membolehkan angel untuk minta maaf sama orang lain, tapi kenapa sekarang papa suruh angel minta maaf" ucap angel dengan membentak papanya


"angel.... kamu membangkang sama papa sekarang.... buruan kamu minta maaf kalau kamu tidak mau kembali miskin lagi" ucap pak eko

__ADS_1


"tidak pah... sekali tidak tetap tidak... lagian kekayaan kita sudah banyak, jadi tidak mungkin kalau kita miskin lagi" ucap angel dan dia langsung lari meninggalkan ruang dekan itu


pak eko juga langsung berlari mengejar angel, karena angel tipe anak yang tidak ingin keinginan dia terhalang, dan dia paling anti untuk minta maaf sama orang lain.


__ADS_2