Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 251


__ADS_3

setelah makan siang, adinda dan teman temannya kembali ke kampus, untuk meneruskan jam kuliah pada sore hari, dan setelah itu ramma dan vita kembali ke rumah.


"din... aku benar benar masih tidak menyangka, ternyata kamu itu putri dirgantara " ucap jihan


"mau putri dirgantara atau tidak... adinda yah tetap adinda... lagian yang kaya itu papi dan mami aku, kalau aku mah cuma numpang hidup aja sama mereka, aku masih tidak memiliki apa apa" jawab adinda


"yah gini ini din... dengan sikap kamu yang seperti ini, mana sadar kita kalau kamu itu anak dari orang paling kaya di sini, tapi untungnya kamu tidak memiliki sikap sombong yah din... jadi kita masih PD untuk bisa berteman sama kamu" ucap icha


"aku berharap... kita akan jadi seperti ini terus yah... sampai kita nanti punya menikah dan punya anak. .. " ucap kiki dan kini mereka saling peluk


"yah sudah... ayo... kita masih ada kelas satu lagi... jadi ayo kita masuk kelas sekarang, sebelum dosen nya masuk" jawab adinda


meraka langsung masuk ke dalam kelas, dan mengikuti perkuliahan dengan tenang, sebenarnya bayak sekali teman adinda yang ingin bertanya tentang masalah tadi, tapi mereka takut.


kabar berita kalau adinda itu putri dari keluarga dirgantara sudah menjadi berita yang sedang panas, banyak yang tidak percaya dan banyak juga yang percaya, karena adinda sendiri juga tidak mau berkoar koar kalau kabar iti benar, cuman jika ada temannya yang bertanya, dia akan menjawab dengan jujur tentang siapa dia. tapi tidak dengan rencana pernikahan dia yang sebentar lagi akan di adakan.


rencana nya pernikahan adinda akan di adakan di waktu dekat ini, tapi hanya keluarga terdekat saja yang boleh hadir, dan orang orang kepercayaan dari dirgantara saja yang mengetahui tentang hal ini.


********


rendy dan indah sudah menunggu kedatangan ramma dan vita di dalam rumah, mereka sangat penasaran dengan hasil dari pertemuan itu.


setelah beberapa menit, mobil ramma sudah masuk ke dalam perkarangan rumahnya, dan setelah itu dia masuk ke dalam rumah dan bertemu keluarga yang sudah menunggu kedatangan mereka.

__ADS_1


"pi... mi... bagaimana, apa semuanya berjalan dengan lancar? " tanya rendy yang sangat penasaran


"bentar dong... kamu itu tidak sabaran banget... ijinkan papi dan mami duduk sebentar, capek tahu.. " jawab ramma


"ohhh iya iya pi... papi duduk dulu... " ucap rendy dan dia juga ikut duduk di ruang keluarga


"adinda sudah tidak apa apa, masalahnya sudah selesai... bahkan orang tua angel juga sudah papi pecat dari perusahaan dirgantara, dan mereka tadi labgsung lari begitu saja, tapi papi tidak ngejar mereka karena tidak penting" ucap ramma


"apa mereka sudah minta maaf sama adinda pi... kalau mereka ingin balas dendam bagaimana?" tanya reno


"untuk minta maaf sih belum... karena angel anak yang keras kepala, jadi mereka tidak mau minta maaf sama adinda, dan papa nya dia tadi sudah minta maaf, karena dia takut kalau dipecat sama papi. papi dudah maafkan dia tapi tetap papi tidak bisa meberima dia untuk kerja lagi di perusahaan " jawab ramma


"bagus pi... rendy yakin dia akan susah untuk mendapatkan pekerjaan setelah pemecatan secara tidak terhormat itu. itu adalah balasan yang setimpal karena mereka sudah mengusik ketenangan keluarga dirgantara " ucap rendy


"sudah bang... abang tenang aja, untuk pernikahan adinda ada maira, alin dan indah yang mempersiapkan semuanya, jadi tidak usah khawatir " jawab maira


"bagus kalau begitu... setelah pernikahan adinda... ingat kalian juga harus mempersiapkan pernikahan untuk rendy dan indah, tapi mungkin nanti akan di bantu sama adinda" ucap ramma


"iya kak ramma tenang saja, serahkan semuanya sama kita" ucap alin pada ramma


"oke oke... rendy... kamu rencananya kapan mau mencari keluarga indah, jangan lama lama, karena pernikahan kalian tidak bisa di undur " tanya ramma


"iya pi... rendy sudah tahu di mana mereka sekarang, rencana nya setelah pernikahan adinda, rendy akan pergi ke sana buat ngasih tahu acara pernikahan ini" jawab rendy

__ADS_1


"bagus kalau begitu... yah sudah papi dan mami akan istirahat dulu, kalian kembali ke tugas mading masing atau ke kamar masing masing, itu terserah kalian" ucap ramma dan dia langsung pergi ke kamar dia.


*******


ramma langsung membersihkan diri, di kamar mandi, sementara vita duduk sambil merenung melihat ke arah luar jendela yang ada di kamar dia.


setelah mandi, ramma mendekat ke vita untuk menanyakan kenapa dia terlihat merenung dan banyak fikiran saeperti itu.


"sayang.... kamu kenapa? kenapa melamun sendiri " tanya ramma sambil memeluk vita dari belakang


"hemm. tidak.... aku hanya berfikir saja, karena sebentar lagi putra putri kita akan menikah, anak anak yang kita besarkan dulu sebentar lagi akan memiliki keluarga kecil sendiri. aku hanya merasa waktu itu semakin cepat saja, bahkan adinda... putri kecil yang aku lahirkan dulu, kini sudah tumbuh menjadi seorang gadis dengan paras yang sangat cantik bahkan kini dia lebih tinggi di banding aku" ucao vita sambil menatap lurus ke depan


"sayang.... tanpa kita sadari memang waktu yang kita laluin dulu sangat cepat, dan tanpa sadar kini mereka akan menikah, dan kita akan memiliki 2 orang menantu, trus kita akan memiliki cucu dari putra putri kita... aku juga baru sadar kalau kita sudah hidup bersama sudah berpuluh puluh tahun" jawab ramma


"dari pertemuan yang tidak di sengaja, dan dari pernikahan yang hanya sebuah kontrak saja. kini kita bisa hidup bahagia dan sudah banyak sekali rintangan yang kita lalui bersama" ucap vita


"kini memang aku percaya kalau pilihan rendy itu tidak akan pernah salah, dia memilih kamu sebagai mami sambung nya, itu membuat aku sangat bersyukur sekali, karena dia memilih mami yang cantik, baik, dan sholeha seperti kamu" jawab ramma


"aku juga bersyukur kak... memiliki suami yang baik dan penuh dengan rasa cinta kasih sayang seperti kamu. aku dulu tidak pernah membayangkan akan menjadi seorang vita yang seperti ini, menjadi seorang vita yang kini menyandang marga dirgantara dan di kenal banyak orang sebagai seorang istri pengusaha yang sangat sukses seperti kamu. terima kasih sudah menjadi bagian yang sangat berarti di hidup ku selama ini" ucap vita sambil memandang dan memegang wajah ramma


"aku juga sangat berterima kasih sama tuhan karena sudah menciptakan wanita seperti kamu, yang aku yakin tidak ada duanya dan hanya satu satunya dan itu hanya milik seorang ramma dirgantara " jawab ramma


kini mereka saling berpelukan dengan mengingat masa lalu mereka, dan membayangkan masa depan mereka.

__ADS_1


__ADS_2