
indah di antar rendy untuk masuk ke kamar adinda, dan ternyata benar adinda sedang tidur dengan nyenyak di kamarnya. rendy langsung membangunkan adinda, agar adinda bisa menemani indah yang saat ini pasti masih canggung.
"dek... bangun.... " ucap rendy sambil menggoyangkan tubuh adinda
"hahhh iya.... kenapa sih kak... gangguin aja, apa mbak indah sudah datang" jawab adinda sambil merem
"tuh irangnya, buruan bangun... kasian itu indah sendirian " ucap rendy sambil menarik tangan adinda agar posisinya berubah menjadi duduk
"hahhh mana.... ohhh mbak indah, maaf yah adinda ketiduran, sini mbak istirahat dulu biar nanti malam tidak capek" jawab adinda sambil menyuruh indah untuk naik ke ranjangnya
"iya din terima kasih, maaf yah sudah merepotkan kamu" jawab indah
"tidak apa apa mbak... trus... kakak ngapain masih ada di sini, pergi sana. ini jadi asrama perempuan, laki laki tidak boleh masuk" ucap adinda sambil mengusir rendy dari kamarnya
"iya iya... kakak pergi, santai aja dong, jangan ngegas.... dasar jelek" ucap rendy sambil menarik hidung adinda dan langsung lari kembali ke kamarnya
"ihhhh rendy.... sakit.... " teriak adinda sambil melempar bantal ke arah rendy
Brakkk... pintu di tutup rendy dengan cukup keras
"kebiasaan banget sih tuh orang... " gerutu adinda
"ternyata pak rendy bisa tertawa juga yah din, aku kira dia itu orang yang paling anti sama tertawa bahkan senyum saja dia jarang banget" ucap indah yang baru kali ini melihat sisi lain dari boss nya
"kak rendy itu memang seperti itu mbak, dia kalau sama orang lain, akan bersikap cuek dan terkesan angkuh. tapi kalau di rumah yah seperti itu kelakuan nya, kamu lihat sendiri kan tadi" jawab adinda
__ADS_1
"kelihatan banget kalau pak rendy sayang banget sama kamu din, enak yah... kamu bisa mendapatkan perlakuan spesial dari orang se dingin pak rendy" ucap indah
"dia itu kakak terbaik yang pernah aku miliki, walaulun dia dingin sama orang laon, tapi bagi aku, kak rendy itu adalah orang yang paling hangat yang pernah aku miliki, setiap permintaan aku selalu di turutin sama dia, aku sayang banget sama dia, bahkan dulu waktu aku kecil itu pernah berfikir kalau aku tidak akan biarkan kak rendy menikah dan di miliki sama orang lain, karena aku tidak mau dan masih belum siap kalau di tinggal sama kak rendy, apa lagi kalau kasih sayang nya terbagi sama orang lain"
"tapi seiring berjalannya waktu, aku sudah mulai sadar, kalau kak rendy itu bukan milik aku sepenuhnya, dan dia harus memiliki keluarga sendiri yang bahagia, dan aku juga sebaliknya. sehingga kini aku sering banget jodoh jodohin kak rendy dengan teman teman ku, tapi dia masih tetap menolak, katanya tidaknpas di hatinya"
"sudah sudah kita tidur yuk... nanti mami akan bangunkan kita, untuk sholat jamaah, jadi sebelum sholat kita tidur dulu dan seletah sholat isya' kita langsung berangkat ke panti itu" ucap adinda
mereka akhirnya tertidur dengan sangat pulas, setelah itu mereka di bangunkan vita untuk sholat maghrib dan setelah itu merek makan malam bersama.
semua anggota keluarga jadi bertanya tanya tentang indah, gadis cantik yang di bawa rendy ke rumah, dan rendy sendiri selalu salah tingkah saat di bicarakan bersama indah.
"ini nanti kita bawa 3 mobil yah, dan jalannya harus saling beriring iringan, kalau mau berhenti harus ngasih kode agar kita semua bisa ikut berhenti, " ucap ramma
"kenapa bawa 3 mobil pi, apa tidak kebanyakan, menurut rendy 2 aja itu sudah cukup, jangan banyak banyak" ucap rendy
"iya ren... kata papi dan adikmu benar, mami juga setuju. nanti mami, papi dan juga nenek biar satu mobil, adinda, Arjuna dan ariel juga satu mobil, dan sisanya kamu sama indah satu mobil aja" ucap vita
"nyonya, tuan, apa tidak seharusnya saya bersama adinda saja" jawab indah
"indah... kamu jangan panggil kita seperti itu, panggil saja om dan tante. sudah kamu temani rendy, biar dia yidak ngantuk dalam perjalanan, kalau dia di tinggal sendiri, bisa bisa tidur dia nanti " ucap vita
"iya mbak... tidak apa apa, lagian kak rendy tidak akan gigit kok, aku bisa pastikan itu, karena aku sendiri yang sudah berhasil menjinakkan dia ha ha ha ha ha" jawab adinda yang membuat seluruh orang ikut tertawa
"dinda... emang maksud kamu kakak itu hewan buas apa, pakai di jinakin segala" ucap rendy sambil melirik tajam ke arah adinda
__ADS_1
"menurut kakak sendiri bagaimana loh, kakak merasa atau tidak, jadi jangan marah wweellk" jawab adinda
"iya mbak indah, nanti kamu bareng kak rendy saja, biar pas gitu lagian kamu asisten kak rendy jadi sudah seharusnya kalau kamu berada di samping kak rendy" ucapa arjuna sambil mengedipkan mata sama adinda
"iya... kita titip kak rendy yah mbak, sering sering pukul dia, karena kak rendy itu orangnya mudah ngantuk, jadi dia butuh seseorang yang tidak ngantukan" ucap ariel sambil tangannya tos di bawah meja bersama adinda dan arjuna
"sudah sudah kepusan ini sudah bulat dan juga sudah di setujui sama semua orang, jadi cepat habiskan makanan kalian dan setelah itu siap siap sholat isya' berjamaah dan langsubg berangkat" uvap ramma
mereka semua menghabiskan makanannya, dan langsung siap siap untuk sholat berjamaah. setelah itu mereka langsung mengambil barang bawaan mereka untuk di masukkan ke dalam mobil masing masing, dan mereka langsung berangkat bersama.
"din... aku tidak bisa membayangkan, betapa canggung nya kak rendy di dalam mobil" ucap ariel
"iya... pasti kini mereka lagi diam diam memperhatikan ha ha ha ah" jawab adinda
"sumpah ini baru pertama kalinya kak rendy bersikap seperti itu sama perempuan, bahkan asisten dan juga seketaris nya dulu tidak pernah di ijinkan untuk duduk di kursi depan sampingnya kak rendy" jawab arjun
"iya jun... dulu kak rendy pernah bilang kalau kursi itu hanya boleh di duduki sama aku saja, tapi kini kursi itu akan menjadi milik mbak indah deh kayaknya" ucap adinda
"jun.... kalau kamu ngantuk bilang aja yah... jangan di paksakan, nanti kita tukar posisi" ucap ariel
"siap riel tenang aja.... kalau capek padti aku akan bilang kok" jawab arjuna
"kamu ngapain din, kamu ngantuk lagi" tanya arjuna ke adinda
"tidak... aku tidak ngantuk kok, aku lagi foto foto aja, he he he" jawab adinda
__ADS_1