Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 7


__ADS_3

“VITAAA akhirnya kamu sampai juga, kamu tau ini jam berapa kan? Kenapa baru sampai” ucap ningsih teman satu kerja Vita


“ Iya aku tau...aku telat, ini karena tadi lama menunggu bus datang, pasti aku di cari in yah sama bu sekar” jawab Vita


“Iya Vit, tadi kata bu sekar, saat kamu sudah datang kamu harus langsung datang ke ruangannya sekarang” ucap ningsih


“Yahh udah aku ke ruangan bu sekar dulu yahh” jawab Vita dan hanya di balas anggukan sama temannya ningsih


Vita berjalan ke arah ruangan atasannya yaitu bu Sekar, bu Sekar terkenal sangat kejam bahkan dia tidak segan-segan memotong gaji karyawan satu persen per satu menit telat, dan juga tidak segan-segan untuk memecat karyawan yang tidak masuk kerja tanpa ada kabar. Kini Vita ingin menyiapkan hatinya untuk mendengarkan semua hujatan dan cacian dari atasannya itu, karena dia kemarin bolos kerja dan sekarang dia telat untuk masuk kerja.


TOK...TOK...TOK...(suara pintu di ketuk)


“Permisi bu, apa tadi ibu memanggil saya?” kata Vita sambil menunduk


“Ohhh Vita.... hebat yah kamu.... masih punya nyali kamu untuk datang ke sini menemui saya” ucap bu sekar sambil berjalan mengelilingi Vita


“Saya minta maaf bu, saya tau saya salah karena kemarin tidak masuk kerja dan sekarang ini saya telat datang” kata-kata Vita yang mencoba tetap tenang walaupun dalam hatinya kini dia sangat takut sekali


Sekar sangat marah sama Vita, bahkan sudah banyak sekali kata-kata kasar yang keluar dari mulut nya untuk Vita, sedangkan Vita hanya bisa mendengarkan itu dan menahan rasa sakit hatinya dan berusaha keras agar tidak menangis.


*******


Dilain sisi ramma sangat penasaran dengan Vita, seorang gadis biasa yang bisa membuat putranya nyaman dan bahagia, sehingga dia menyuruh anak buahnya untuk mencari tau tentang vita dan asal usul Vita pokoknya semua yang bersangkutan dengan Vita, harus segera di laporkan kepada Ramma.


TOK....TOK...TOK.... (suasuara pintu di ketuk)

__ADS_1


“Masuk” ucap Ramma dari dalam ruangannya


“Permisi pak Ramma, saya mau ngasih bapak laporan” ucap orang suruan Ramma


“Silahkan duduk, dan ceritakan


sekarang” jawab Ramma


“Jadi begini pak Ramma, nonna itu bernama Andriani Vita Melinda dia mahasiswi semester 6 jurusan seni di salah satu kampus milik bapak, dia di adopsi sama keluarganya sebagai pancingan agar keluarganya bisa memiliki keturunan, dia berasal dari panti asuhan kasih bunda, dan kedua orang tua nona Vita sudah meninggal bunuh diri karena terhimpit ekonomi. Nona Vita di adopsi saat umur 5 tahun, dan setelah satu tahun orang tua angkat nona Vita hamil dan memiliki 1 orang anak perempuan yang bernama Reni Amira yang bisa di panggi Reni, setelah kelahiran reni nona Vita hidupnya sangat susah bahkan nona Vita harus mencari uang sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, mulai jualan, bersih-bersih di rumah orang bahkan memulung untuk mendapatkan uang untuk dirinya sendiri dan keluarganya. Nona Vita bisa sekolah karena beasiswa yang dia dapatkan saat duduk di bangku kelas 1. Nona vita di ijinkan sekolah dengan satu syarat, dia harus sudah selesai mengerjakan tugas rumah seperti masak dan membersihkan rumah, itu yang selalu nona Vita kerjakan setiap pagi, setalah itu lalu berangkat sekolah dan setelah pulang langsung kerja lagi dan begitu seterusnya” cerita dari anak buah Ramma yang bernama pak Budi


“lalu...bagaimana dengan keluarganya, apa mereka tidak melakukan apa-apa di rumah” tanya Ramma


“Ayah nona Vita bekerja tapi tidak bisa menghidupi semua keluarganya, uang yang di dapat sangat pas-pasan, jadi ibunya meminta nona Vita untuk membantu bekerja sebagai balas budi karena di ijinkan tetap tinggal di rumah mereka “ jawab pak Budi


“Terima kasih pak budi, kerja anda memang sangat bagus dan memuaskan,” ucap Ramma


“Iya pak, sama-sama, apa ada tugas lagi pak?” tanya pak Budi


“Untuk saat ini tidak ada, biarkan saya yang akan menyelesaikan masalah ini dengan cara saya sendiri, pak Budi boleh istirahat dulu, kalau saya butuh pak Budi lagi saya akan menghubungi bapak lagi” jawab Ramma


pak Budi sudah meninggalkan ruangan kerja ramma, dan kini ramma sedang duduk dan memikirkan apakah Vita calon ibu terbaik buat Rendy, jika di lihat lihat Rendy sama Vita sudah memiliki ikatan yang sangat dekat, Rendy juga sangat sayang sama Vita, dan Vita juga sangat sayang sama Rendy, tapi yang jadi masalah ramma sendiri tidak memiliki perasaan apapun sama Vita, sedangkan Ramma delum bisa melupakan Sonya dan berharap kalau kekasinya itu berubah fikiran.


kepala Ramma kini sangat pusing, sehingga dia membutuhkan kopi untuk menetralkan fikirannya, tapi yang dia inginkan saat ini adalah kopi buatan Vita, sehingga Rendy memutuskan untuk pergi ke rumah makan tersebut dan meminta Vita untuk membuatkan kopi pahit kesukaan dia.


Sesampainya Ramma ke rumah makan tersebut, dia langsung duduk dengan celingak-celinguk mencari keberadaan Vita yang tidak kelihatan, sehingga Ramma memanggil pelayan lain untuk bertanya dimana Vita sekarang.

__ADS_1


“Iya tuan, anda mau pesan apa” tanya ningsih pada Ramma


“Saya mau pesan kopi hitam pahit yah, tapi yang di buat oleh pelayan yang bernama Vita yah” ucap Ramma


“Maaf tuan Vita sudah di pecat dari sini, baru saja dia pergi ke arah sana” ucap Ningsih yang membuat Ramma kaget


“Kenapa? Kok bisa dia di pecat?”tanya Ramma


“Itu karena Vita kemarin tidak masuk kerja tuan, dan hari ini Vita datang terlambat ke sini, jadi dia lngsung di pecat sama bu Sekar yang selaku bos di sini” jawab Ningsih


Mendengar itu Ramma langsung mencari keberadaan Vita, karena langit sudah mendung dan akan segera turun hujan, pasti Vita akan kehujanan, jadi Ramma terus melihat ke kanan dan ke kiri untuk melihat apakah ada Vita di pinggir jalan.


******


Vita kini sedang berjalan sendiri, dengan pandangan kosong dan tidak memperdulikan orang yang ada di sekitar mereka, saat sedang sedih begini yang di cari Vita adalah tempat yang sepi agar dia bisa menangis sesuka hati dia tanpa ada orang lain tahu. Kini hujan sudah turun tapi Vita terus berjalan mencari tempat yang tidak banyak orang untuk mengeluarkan semua isi hatinya, akhirnya Vita menemukan sebuah taman yang kecil dan tidak ada seorang pun yang ada di taman tersebut, Vita memutuskan untuk duduk di salah satu bangku yang ada di taman tersebut dan dia mulai meneteskan air matanya bersama dengan air hujan yang sudah membuat tubuhnya basah kuyup, jika di lihat sekilas mungkin Vita sedang mandi air hujan, tapi jika di perhatikan lebih akan terlihat air yang keluar dari kedua matanya.


Ramma terus mencari Vita, bahkan dia menyuruh pak Yusuf dan mbak Tina untuk menjemput Rendy di sekolahnya, karena ini sudah waktunya untuk Rendy pulang sekolah. Mata Ramma akhirnya berhenti di sebuah taman kecil yang ada seorang gadis yang tengah duduk termenung, dan sesekali mengusap wajahnya yang di guyur hujan.


“Itukan Vita...kenapa dia duduk sendiri disini pakai hujan-hujanan segala, kayak anak kecil saja” ucap Ramma yang melihat Vita di taman yang kosong


Posisi Vita kini meringkuk menaikkan kakinya di bangku taman dan memeluk kedua kakinya lalu mnyembunyikan wajahnya, seperti orang yang sedang menangis.


“Tunggu.... apa dia menangis sekarang?” Ramma yang bertanya pada dirinya sendiri, lalu Ramma turun dari mobil dan membawa payung ke arah Vita


Vita yang merasa dirinya sudah tidak terguyur hujan lagi sepontan mendongakkan kepalanya ke atas dan melihat payung hitam besar, dan mata Vita lalu turun mengikuti siapa pemilik payung tersebut, dan betapa terkejutnya ternyata orang itu adalah papi Rendy.

__ADS_1


__ADS_2