Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 61


__ADS_3

Setelah meminum susu yang di berikan vita, kondisi satria dan bram agak mulai membaik. Sehingga ramma menyuruh teman-temannya itu untuk tidur, tapi di kamar mereka masing-masing dan ramma juga kembali ke kamar dia sendiri untuk tidur.


Pagi pun menjelang, dan semua orang langsung bangun dari tempat tidurnya untuk menunaikan kewajiban yang harus merek kerjakan. Setelah selesai, mereka kembali ke kamar masing-masing untuk bersiap-siap sambil menunggu makanan siap di sajikan.


Drett...drett...drett.. (ponsel vita bergetar) ciwi-ciwi


Alin : ngapain loe vit di kamar aja, berenang yuk. Mumpung masih pagi itung-itung olahraga


Ayu : ayo vit, ikut gw sama alin sudah ada di kolam ni


Vita : bentar-bentar gw turun sekarang


Alin : oke


Ayu : oke


Vita langsung menaruh ponselnya, dan berganti pakean pendek untuk di buat berenang. Mumpung para laki-aki lagi asik tidur, jadi para perempuan bisa bersenang-senang di kolam renang tanpa adanya pengganggu.


“Woyyy sudah nyempulng aja kalian itu” ucap vita sambil melangkah mendekati kolam


“buruan ayo sini, nyemplung” ucap alin dan ayu yang tiba-tiba nyipratin vita dengan air kolam


“ehhh yu jangan dong, basah semua ini baju gw” ucap vita yang mencoba menghindar dari ayu


“lohh mah aneh vit, yang namanya berenang itu pasti basah semua vita” ucap ayu pada vita, sedangkan alin tiba-tiba naik ke tepi kolam dan langsung mendorong tubuh vita ke dalam kolam


Byurrrr....(vita yang langsung masuk ke dalam kolam)

__ADS_1


“ahhh kalian, gw belum siap-siap tauu, main dorong - doronga aja” ucap vita yang sudah basah kuyup


“sudah-sudah bagaimana kalau kita lomba sampai ke ujung kolam, yang menang bisa ngasih pertanyaan atau ngasih tantangan untuk yang kalah” ucap ayu dan mereka semua setuju


“oke yang sudah sampai ujung langsung, lompat dan duduk di pinggir kolam yah” ucap vita


“oke siap-siap 1 2 3” ucap alin,


mereka bertiga langsung memulai berenang setelah hitungan ke tiga. Dan kebetulan yang menang adalah vita, jadi vita berhak ngasih pertanyaan atau tantangan untuk alin dan ayu.


Setelah selesai lomba mereka sama-sama duduk di tepi kolam sambil membawa segelas minuman di tangan mereka dan siap untuk menjawab pertanyaan atau tantangan yang di berikan vita.


“oke gw akan beri kalian pertanyaan saja, tapi kalian ahrus menjawabnya dengan jujur, tanpa kebohongan, Inget yahh tanpa bohong” ucap vita dengan tatapan mengintimidasi ke arah alin dan ayu


“iya-iya gw tidak akan bohong, lagian Cuma kita saja yang bisa dengar” ucap alin sambil senyum sombong


“oke sepakat” ucap vita yang langsung setuju


“oke alin apa loe sudah memiliki pereasaan untuk kak satria? Dan loe ayu apa loe juga sudah memiliki perasaan buat kak bram? Jelaskan semuanya jika iya, mulai dari kapan dan apa sebabnya, tapi jika tidak jelaskan juga kenapa?” tanya vita ke alin dan ayu


“gila pertanyaan loe vit, yang lain kek... apa gitu jangan yang itu” ucap alin


“iya vit plis yang lain saja, masa iya gw harus mengakui perasaan gw ke elo hari ini” ucap ayu


“pokoknya kalian harus jawab itu, masa iya kalian mau menjilat ludah kalian sendiri, kalau gw sih ogah yah... jinjay banget” ucap vita dengan nada penuh kemenangan


“oke-oke gw akan bilang sekarang, gw memang sudah punya perasaan sama pak satria, karena kebaikan dia selama ini membuat gw kagum sama dia. Tapi gw tidak tau kapan dan bagaiman perasaan itu muncul tapi sayangnya semuanya bakalan tetap seperti ini karena gw yakin pak satria tidak akan pernah menyukai perempuan kaya gw. Tapi gw sih pasrah saja, toh Cuma tinggal beberapa minggu lagi jadi yah tidak papa, mungkin perasaan ini bakalan hilang setelah gw tidak ketemu pak satria lagi” ucap alin dengan nada pasrahnya

__ADS_1


“kalau elo yu, bagaimana” ucap vita sambil menoleh ke arah ayu


“hemmm pak bram, gw sebenarnya punya perasaan ke pak bram itu saat pertama kali kita masuk ke kampus, loe ingat tidak sih waktu pertama kali kita ospek, gw lagi sakit kan waktu itu dan gw memaksakan untuk ikut kegiatan. Waktu di suruh untuk lari, gw kan ketinggalan di belakang karena waktu itu kepala gw sakit banget sampai pandangan gw benar-benar gelap trus gw hampir pingsan waktu itu tapi untungnya dia nolongin gw waktu hampir jatuh ke tanah, dan loe tau tiba-tiba saja pandangan gw bisa cerah kembali waktu melihat wajah tampan dia. Tapi waktu mengetahui kalau dia adalah dekan dan juga dosen di fakultas kita itu membuat gw harus mengubur dalam perasaan ini, tapi sayang nya perasaan gw timbul lagi saat gw jadi asisten pribadi dia” ucap ayu dengan membayangkan masa lalunya


“saran gw yah, berjalan aja apa adanya, jangan pernah menyalahkan keadaan apalagi menyalahkan perasaan kalian sendiri, karena ini semua bisa di bilang takdir maka jalanin saja seperti air yang terus mengalir. Siapa tahu kebahagiaan kalian di masa depan ada pada mereka tapi kalau bukan mereka yahh nikmati saja hari-hari kalian saat ini bersama mereka.” ucap vita sambil memeluk sahabat terbaiknya itu.


*******


Tanpa para perempuan itu ketahui kini ramma, satria, dan bram berada di belakang mereka sedang mendengarkan omongan mereka. Bahkan bisa di bilang secara tidk langsung alin dan ayu sedang mengakui perasaannya secara langsung pada satria dan bram.


Setelah mendengar semua percakapan itu, satria, bram dan ramma lebih memilih untuk langsung pergi ke ruang tamu, agar ayu dan alin merasa malu karena ada mereka. Kini giliran ramma yang bertanya sama sahabat baiknya itu, biar tidak ada lagi kecanggungan di antara mereka.


“bagaimana, apa kalian memiliki pendapat mengenai apa yang kalian dengar tadi. Kalian sudah dengar semuanya jadi jangan pura pura bodoh atau menghindar lagi” ucap ramma sambil menatap satria dan bram


“ternyata wanita itu ayu, pantesan saja saat gw melihat matanya gw merasa tidak asing dengan tatapan itu” ucap bram sambil senyum senyum sendiri


“maksud loe” ucap ramma dan satria secara bersamaan


“wanita yang gw tolong waktu hampir pingsan itu ternyata sih ayu, gw sudah lama mencari tahu siapa dia tapi gw menemukan jalan buntu untuk menemukan dia, karena gw tidak bisa melihat jelas wajah nya seperti apa, karena waktu itu para mahasiswa baru disuruh menggunakan masker wajah sambil lari-lari, di tambah lagi gw tidak tau nama dia yang gw bisa hafal adalah tatapan mata dia yang sangat menyejukan hati dan mampu merebut hati gw” ucap bram yang sedang bahagia karena berhasil menemukan perempuan yang dia tunggu selama ini


“kalau begitu loe tunggu apa lagi, segera bilang sama ayu. Sebelum dia benar-benar membuang perasaannya untuk loe, dan loe akan menyesali itu semua” ucap ramma yang mencoba meyakinkan bram


“trus bagaiman dengan loe sat, apa perasaan yang alin miliki untuk loe itu bisa berbalas, atau malah loe belum bisa melupakan mantan istri loe itu” ucap ramma pada satria


“gw sempat terkejut tadi kenapa alin bisa suka sama gw, padahal dia tau status gw yang sudah pernah gagal dalam berumah tangga. Tapi di balik itu semua gw juga merasa senang karena perasaan gw tidak bertepuk sebelah tangan” ucap satria dengan hati yang berbunga-bunga


“oke sekarang tinggal tunggu waktu yang pas saja untuk kalian menyatakan itu semua pada mereka, ingat jangan lama-lama dari pada kalian nanti akan menyesal karena kalian terlalu lama mengambil keputusan” ucap ramma sambil menepuk pundak kedua temannya itu

__ADS_1


__ADS_2