
saat maira memilih beberapa buah di dalam super market tiba tiba ada suara yang memanggil namanya, dan seketika maira langsung mencari siapa pemilik suara tersebut.
"haiii maira.... " ucap laki laki yang mendekat ke arah maira
"hahh Reno, kamu di sini juga" jawab maira sambil melihat
"kamu sama siapa Ra kesini, dan mau beli apa" ucap reno
"ehhh aku sendirian di sini, sudah yahh aku duluan sudah di tungguin soalnya, " ucap maira sambil membawa beberapa kantong buah dan mengambil beberapa makanan ringan
mara pergi menuju antrian di kasir, dan reno masih mengikuti maira di belakangnya, tapi maira masih bersikap biasa saja selayaknya vertemu teman baru.
"ada tambahan lagi mbak" ucap mbak mbak kasir
"tidak mbak, itu saja" jawab maira
"oke semuanya jadi 200 ribu mbak" ucap mbak kasir dan maira mengambil uang di dompet nya
"mbak nanti bayarnya di gabungkan sama belanjaan saya ini saja yahh.. biar saya yang bayar" saut reno yang ada di belakang maira
"ehhh tidak usah mbak, pakai uang ini saja, makasih yah ren. maaf aku tidak bisa nerima kebaikan kamu ini, jadi lain kali aja yahh" ucap maira sambil memberikan uangnya ke kasir, dan mbak mbak kasir memberikan belanjaan maira
"ren aku duluan yahh, sudah di tungguin dari tadi" ucap maira sambil langsung pergi keluar tokoh
(maaf ren, aku harus tolak kebaikan kamu ini, aku tidak mau terjadi salah paham lagi antara aku dan kak bram) suara hati maira
supir bram langsung menjemput maira di depan pintu super market, maira langsung menaruh belanjaannya di bagasi belakang dan dia segera naik mobil, karena dia takut kalau bram sampai telat minum obatnya.
"loh itu bukannya mobil pak bram yah, kenapa maira bisa naik ke mobil itu, atau dia tadi kesini bersama pak bram, tapi kalau bersama pak bram kenapa maira duduk di kursi belakang, " ucap reno yang melihat maira naik ke mobil
__ADS_1
"ahhh atau cuma mirip saja mobilnya, di sini juga banyak yang punya mobil seperti itu, mungkin maira juga berasal dari keluarga yang berada jadi keluarganya bisa membeli mobil mewah seperti yang di miliki pak bram. "
"biar tidak penasaran, nanti waktu kuliah saja deh aku tanya ke maira dan memastikan semuanya"
*******
setelah beberapa menit maira sampai dengan selamat ke rumah bram dan dia langsung mengambil semua belanjaannya dan langsung masuk ke rumah bram.
"bik. tolong potongkan buah buah ini yah, dan nanti masukin di dalam kulkas aja biar tambah segar" ucap maira sambil memberikan sekantong buah buahan
"trus yang sudah potongan ini langsung di masukan saja, tapi jangan di buka plastiknya yah bik, dan cemilan ini masukin di almari atas saja yah."
"buburnya sudah jadi atau belum bik"
"ohh iya neng, sudah... ini bentar bibik taruh di mangkuk dulu yah" jawab pembantu rumah bram sambil menyiapkan semuanya
maira langsung naik ke kamar tidur bram dan dia mendekat ke aeah bram untuk mengecek dan memastikan suhu tubuh bram dengan menggunakan termometer.
"kak... kamu cepat sembuh yah... panas kamu tidak turun turun sih kak... " ucap maira saat melihat hasil dari termometer
"kak.... cepat bangun yah... jangan tidur terus kaya gini, sepi tauuu kalau kak bram tidur terus"
"kak.... aku mau cerita deh, waktu aku di luar negeri sana, aku juga sering banget loh kak sakit, tapi aku di sana sendirian jadi aku harus berusaha untuk cepat sembuh dan berusaha untuk tidak manja"
"kakak juga dong.... jangan kalah sama sakitnya, kakak harus yakin kalau kakak bakalan cepat sembuh, kak.... bangun yukkk, kakak makan dulu setelah itu minum obat"
"kak bram..... kakak..... bangun dulu yah" ucap maira sambil menggoyangkan tubuh bram
"uhuk uhuk... maira, kamu dari kapan ada di sini, kenapa kakak tidak tahu kalau kamu datang" ucap bram yang kebangun dan tubuhnya masih lemas
__ADS_1
"jangan banyak tanya, ayo makan dulu nanti setelah itu kakak minum obat dan kakak boleh tidur lagi. ayo duduk sebentar yahh" jawab maira sambil membantu bram duduk dan bersandar di sandaran tempat tidurnya
"kamu dari tadi di sini?" ucap bram sambil terus menatap wajah maira
"ayo di buka mulutnya, kakak harus makan, dari pagi kakak belum makan" jawab maira
"kakak tidak mau Ra, mulut kakak pahit" jawab bram
"kak... namanya juga sakit, mangkanya kalau tidak mau pahit mulutnya, yahh jangan sakit. ohhh atau kakak makannya sambil terus menatap wajah aku yang manis ini, biar makanannya ikut manis he he he he " ucap maira
"ehhemmm kamu bisa saja, kamu dari kapan ada di sini, dari tadi kakak tanya tidak di jawab jawab" ucap bram
"maira di sini dari tadi pagi kak, niat maira ingin menjemput kakak, karena maira takut kalau kakak lupa sama janji hari ini, ehhh waktu maira masuk kamar sini, maira lihat kakak sedang menggigil kedinginan" jawab maira sambil menyuapin bram makan
"kamu yang rawat kakak dari tadi, dan kamu yang buatkan bubur ini?" tanya bram
"maira yang rawat kakak emang iya, tapi buburnya yang buay bibik tadi, maira tadi tinggal sebentar untuk membeli obat buat kakak, jadi setelah makan langsung minum obat yah" jawab maira dengan terus menyuapin bram
"sudah Ra, kakak kenyang, perut kakak sudah penuh banget" ucap bram
"yah sudah, tapi nanti beberapa jam kedepan kakak harus makan lagi yahh. ayo di minum obatnya ini dulu yah... " ucap maira sambil memberikan obat dan juga segelas air putih untuk bram
bram langsung meminum semua obatnya, dan sudah menghabiskan air minumnya itu. maira menaruh piring kotor ke dapur dan mengisi gelas bram lagi dengan air putih.
setelah iti maira langsung balik ke kamar bram, dan menyuruh bram untuk tidur, maira juga tidak lupa mematikan AC ruang kamar bram agar bram bisa istirahat dan berkeringat.
maira juga selalu mengompres kepala bram dengan air hangat, maira merawat bram dengan ikhlas dan sepenuh hati, dan bram yang merasa tubuhnya masih lemas dia memilih untuk tidur kembali.
maira yang kelelahan harus terus mondar mandir naik turun untuk mengganti air kompresan bram yang sudah dingin, sehingga dia memutuskan untuk beristirahat sebentar dengan tidur duduk di lantai dan bersandar di tepi ranjang bram, maira juga menjadikan tangannya sebagai bantal untuk dia tidur.
__ADS_1